alexametrics

Pak Baha Membuat PJJ Biologi Semakin Menantang

Oleh: Suparmi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Merebaknya virus korona di Indonesia memaksa pembelajaran di kelas dilaksanakan secara jarak jauh. Meskipun terpisah oleh jarak, guru dan siswa tetap dapat melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan teknologi. Kegiatan pembelajaran seperti ini biasa disebut dengan pembelajaran jarak jauh disingkat dengan PJJ. Demikian pula dengan pembelajaran biologi, yang semula berlangsung di kelas dan laboratorium, kini harus dilaksanakan di rumah masing-masing.

Pembelajaran biologi menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Karena itu, siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah keterampilan proses. Beberapa contoh keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati dengan seluruh indra, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara benar.

Proses belajar biologi menurut Djohar (1987:1) merupakan perwujudan dari interaksi subjek (peserta didik) dengan objek yang terdiri dari benda dan kejadian, proses dan produk. Biologi hendaknya memberi pelajaran kepada subjek belajar untuk melakukan interaksi dengan objek belajar secara mandiri, sehingga dapat mengeksplorasi dan menemukan konsep.

Baca juga:  Tingkatkan Semangat Belajar Genetika dengan TTS Online

Dari uraian di atas, diketahui bahwa pembelajaran biologi erat dengan kegiatan praktikum baik dilaboratorium maupun di kelas, karena dalam belajar biologi ditekankan pada kemampuan menemukan (inquiry), mencari tahu tentang alam secara sistematis. Saat pelaksanaan PJJ praktikum biologi langsung di laboratorium merupakan hal yang mustahil dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum mandiri dengan bahan sederhana (Pak Baha). Alat/bahan yang dipakai adalah alat/bahan tersedia dan mudah didapatkan di rumah masing-masing.

Beberapa contoh Pak Baha yang dapat dilakukan antara lain: ekstrak DNA. Bahan yang dibutuhkan adalah kaca transparan, garam, sabun cair, jus anggur dan alkohol (yang biasa digunakan untuk mebersihkan luka). Langkah pertama ludahi kaca yang disediakan dan tambahkan sedikit garam ke dalamnya, kemudian tambahkan sedikit cairan sabun cair, jus anggur dan beberapa tetes alkohol. Setelah itu aduk bahan-bahan tersebut. Hasilnya akan melihat mucosa putih yang berlendir di atas campuran tersebut. Mucosa putih tersebut adalah DNA.

Baca juga:  Pembelajaran Windows Shopping Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Mapel Biologi

Contoh Pak Baha berikutnya adalah mengetahui adanya bakteri. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah wadah kedap udara dan gelatin. Langkah kegiatannya adalah memanaskan air dalam wadah kemudian masukkan bubuk gelatin ke dalamnya. Aduk sampai semua gelatin larut dalam air. Setelah semuanya larut, dan selai larutan masih panas, tuangkanlah ke wadah kedap udara tadi kemudian tutup untuk menghindari kontaminasi.

Simpan gelatin yang sudah ditutup rapat tadi dalam kulkas sampai mengeras. Setelah mengeras, keluarkan gelatin, kemudian sentuhlah dengan tangan kalian. Kemudian tutup kembali wadah dan biarkan pada suhu kamar untuk beberapa hari. Setelah beberapa hari akan terlihat beberapa titik di gelatinnya. Ini adalah bakteri dari tangan.

Pak Baha yang lain yaitu mengetahui kandungan kalsium pada tulang. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah tulang paha ayam, cuka dan wadah plastik serta tutupnya. Langkah yang dilakukan adalah membersihkan paha ayam dari sisa daging yang melekat. Kemudian masukkan ke dalam wadah, rendam dengan cuka sampai tercelup semua. Tutup wadah hingga rapat, dan diamkan selama semalaman. Setelah semalam, buka dan bersihkan tulang dengan tisu, selanjutnya mengamati perubahan struktur yang terjadi pada tulang tersebut.

Baca juga:  Memahami Biologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Praktikum lain yang dapat dilakukan dirumah berikutnya adalah uji kandungan amilum dan broraks dalam makanan/bahan makanan yang ada dirumah. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah alat pelumat, air kunyit, iodin, dan pipet (jika ada). Langkah kerjanya adalah melumatkan bahan makanan yang ada, kemudian bagi menjadi dua bagian, bagian pertama ditetesi air kunyit dan bagian kedua ditetesi iodin. Kemusian siswa mengamati perubahan warna yang terjadi.

Uraian di atas adalah beberapa contoh metode praktikum mandiri dengan bahan sederhana (Pak Baha) yang dapat dilakukan siswa saat PJJ biologi. Melalui metode ini diharapkan pembelajaran biologi tidak monoton. Berlangsung lebih menyenangkan dan menantang meskipun siswa belajar secara mandiri dari rumah masing-masing. (igi1/lis)

Guru Biologi SMAN 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya