alexametrics

Implementasi GeMas dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila

Oleh ; Istarocha Khoirurrokhmani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Profil Pelajar Pancasila merupakan visi yang ingin diwujudkan Kemendikbud Ristek melalui Permendikbud No 22 Tahun 2020. Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai Pancasila. Dengan enam ciri utama, yakni beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif.

Implementasi profil pelajar Pancasila melalui budaya sekolah dengan kegiatan Gerakan Mari Sedekah (GeMaS). Dalam Kegiatan ini diharapkan siswa-siswa SDN Tingkir Tengah 01 dapat istiqomah bersedekah, menghilangkan perilaku kikir, dan membentuk profil pelajar Pancasila.

Menurut Ahmad Sumarto, Indahnya Sedekah (Surabaya: Menara Suci, 2015 hlm 7) sedekah merupakan hal yang menunjukkan kebenaran penghambaan kepada Allah dan bukti kepercayaan hamba-Nya atas kebenaran imannya. Sedekah mempunyai makna cakupan luas. Yang paling ringan seperti tersenyum, ucapan baik, dan salam kepada orang lain.

Baca juga:  Proyek Profil Pelajar Pancasila melalui Kegiatan “Nyadran” Perwujudan Merdeka Belajar

Proses kegiatan sedekah di kelas satu SDN Tingkir Tengah 01 Salatiga melibatkan siswa, wali murid, dan guru. Untuk anak-anak kelas satu kegiatan GeMaS mulai awal tahun ajaran baru. Anak-anak diminta menyiapkan toples yang dihias dan diberi tulisan tiket ke surga.

Kemudian anak-anak menyisihkan uang secara sukarela dimasukkan toples setiap hari Jumat. Saat bulan Ramadan anak-anak diminta mengisi toples setiap hari. Pada lembar kegiatan GeMaS anak-anak mewarnai lingkaran setiap harinya yang berjumlah 30 hari selama Ramadan jika mengisi toples. Jika sedekah terkumpul, uang didistribusikan kepada siswa kelas satu dan warga di lingkungan sekolah yang kurang mampu. Seperti menyantuni anak yatim, berbagi sembako, dan berbagi menu takjil di panti asuhan.

Kegiatan GeMaS dapat membentuk profil pelajar Pancasila seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pada aspek seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berakhlak mulia, saat anak bersedekah akan meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan. Karena akan mendapat pahala, meningkatkan semangat bersedekah dan sarana mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

Baca juga:  Membentuk Profil Pelajar Pancasila dengan Pembelajaran PJOK

Pada aspek berkebhinekaan global akan menumbuhkan komunikasi antara guru dan peserta didik, antar peserta didik, dan antar wali murid. Sehingga timbul rasa saling menghargai pendapat dan berkomunikasi baik agar tujuan GeMaS dapat tercapai. Selain itu, ada interaksi dengan sesama.

Dalam aspek bergotong royong, anak-anak dilatih melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela menyisihkan sebagian uang untuk sedekah. Hasilnya digunakan membantu teman atau masyarakat yang membutuhkan dan meningkatkan rasa empati.

Aspek mandiri, anak-anak bertanggung jawab atas proses dan hasil yang dikumpulkan dari kegiatan GeMaS. Mereka mempunyai kesadaran sendiri, tanpa paksaan dan tanpa disuruh orang tua maupun guru untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk bersedekah. Aspek bernalar kritis, ada anak mengorbankan tidak membeli raket yang sudah lama diimpikan demi mengisi toples tiket ke surga. Dalam hal ini GeMaS memberi dampak kepada siswa untuk bernalar kritis tentang apa yang dialami sampai mengorbankan kepentingannya sendiri demi kepentingan orang banyak.

Baca juga:  Dimensi dan Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan

Dari aspek kreatif saat uang yang terkumpul kurang, mereka spontan mempunyai ide lebih bersemangat lagi membantu orang tua dan beribadah di bulan Ramadan. Dengan begitu, orang tua akan menambah uang saku atau memberi hadiah. Bahkan, uang saku ke sekolah maupun mengaji disisihkan untuk sedekah.

Pembentukan profil pelajar Pancasila diperlukan kerja sama antara guru dan orang tua dengan proses pembiasaan. Sehingga dapat membentuk karakter anak dan menciptakan budaya sekolah di SDN Tingkir Tengah 01 Salatiga. (igi1/fth)

Guru SDN Tingkir Tengah 01 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya