alexametrics

Pentingnya Perpustakaan di Kantor Kelurahan

Oleh : Vivien Agustiaviani D S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN adalah suatu usaha dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pelaksanaannya dapat melalui pendidikan in formal, formal, dan non formal, dapat dilaksanakan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, untuk menunjang berhasilnya pendidikan diperlukan adanya sarana yang berupa perpustakaan. Maka disinilah penulis akan mengajak untuk membuat perpustakaan di kelurahan.

Pembelajaran tentang perpustakaan ini sesuai dengan mapel Kearsipan kelas X OTKP KD 6 menerapkan klasifikasi dan indeks arsip (Sri Endang R, Sri Mulyani, Suyetty 2017) yang diajarkan penulis di SMK Negeri 9 Semarang. Dalam penerapannya, supaya di dalam penyimpanan surat-surat penting ataupun buku-buku untuk belajar akan lebih tertata rapi dan mudah untuk dicari kembali.

Dengan menerapkan klasifikasi dan indeks arsip, maka orang akan terbiasa tertib dalam menyimpan surat ataupun buku agar perpustakaan kelurahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terlebih dahulu koleksi perustakaan itu harus dapat menarik, tidak hanya buku-buku saja, tetapi ada juga foto-foto, gambar, CD, hasil lukisan-lukisan karya, atau hasil karya yang lain dari masyarakat setempat dan sebagainya. Salah satu cara di antaranya dengan mengatur perpustakaan dengan sistimatis, menarik perhatian, pengaturan yang rapi agar dapat membantu pengunjung dalam mencari buku yang diinginkan.

Baca juga:  Mudah Menulis Descriptive Text dengan PWIM

Perpustakaan kelurahan dibuat yang nyaman, karena perpustakaan tersebut dapat digunakan untuk siapa saja. Kesempatan yang luas ini harus diimbangi dengan koleksi uang komplit atau lengkap, dengan demikian dapat menunjang sasaran yang akan dicapai oleh perpustakaan kelurahan yaitu terbentuknya masyarakat yang gemar belajar.

Pendaftaran bahan baku perpustakaan sebelum diproses buku didaftar terlebih dahulu dalam buku induk perputakaan. Pemrosesan bahan perpustakaan memberikan stempel perpustakaan, memberi nomor induk, dan menuliskan nomor kode menempel kantong buku untuk tanggal pengembalian.Penggolongan bahan perpustakaan contoh : karya umum, filsafat, pengetahuan sosial, pengetahuan agama, pengetahuan bahasa.

Penempatan buku perlu dipikirkan lebih dahulu bahwa penempatan buku sistematis yaitu berdasarkan jenis atau golongan misalnya referensi, non fiksi, fiksi, buku cerita, dan lain-lain. Pengkatalogan setiap perpustakaan sebetulnya memerlukan petunjuk untuk membantu mencari informasi. Namun demikian, hal ini tidak mutlak harus ada sebagai katalog kita menggunakan buku induk saja, lebih praktis, dan efisien.

Baca juga:  Hanya 10 Buku yang Dipinjam Selama Pandemi

Penataan arsip tersebut menggunakan daftar klasifikasi abjad dalam laci filling cabinet penempatan tersebut menurut daftar klasifikasi abjad dengan menggunakan model 1:1 laci dengan kode A-Z dan model laci 2:26 laci dengan kode A,B,C…Z.

Penulis berharap perpustakaan kelurahan diselenggarakan untuk menunjang program pemerintah dalam memberantas tiga buta membudayakan masyarakat untuk gemar membaca dan belajar, dan mengembangkan meningkatkan SDM masyarakat setempat. Petugas perpustakaan harus selalu mengutamakan pelayanan yang baik, cepat dan tepat dan menguasai administrasi agar dalam pelaksanaan peminjaman buku dapat dilakukan dengan tertib dan teratur, serta melatih sikap kejujuran, kedisiplinan masyarakat setempat. (*/ida)

Guru OTKP SMK Negeri 9 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya