alexametrics

Meningkatkan Minat Belajar IPA Melalui Alat Peraga di Masa Pandemi

Oleh : Tatik Dwi Untari, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19, pembelajaran menggunakan sistem daring atau pembentukan kelompok-kelompok kecil. SDN 2 Kembaran Kulon, Kabupaten Purbalingga, salah sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran dengan kelompok kecil. Waktu pembelajaran singkat memerlukan strategi efektif untuk meningkatkan minat dan pengetahuan belajar siswa. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga terutama pada muatan pelajaran IPA.

Belajar merupakan proses perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan lingkungan. Perubahan perilaku adalah hasil belajar. Artinya, seseorang dikatakan telah belajar jika dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya. Perilaku itu mencakup pengetahuan, pemahaman, keterampilan berpikir, penghargaan terhadap sesuatu, minat, dan sebagainya. Tapi individu dapat dikatakan telah menjalani proses belajar, meskipun pada dirinya hanya ada perubahan dalam kecenderungan perilaku. (De Cecco dan Crawford, 1977:178).

Menurut Hera Lestari Mikarsa, dkk (dalam Pendidikan anak di SD, 2003 ; 3.3 – 3.7) dikatakan minat merupakan aspek penting motivasi yang mempengaruhi perhatian, belajar, berpikir, dan berprestasi (dalam Pintrich dan Schunk,1966). Minat secara umum dibedakan menjadi tiga. Pertama Minat Pribadi. Memberikan pengertian sebagai suatu ciri pribadi individu yang merupakan disposisi abadi yang relatif stabil. Minat pribadi umumnya ditujukan pada kegiatan khusus. Misalnya minat khusus olahraga, ilmu pengetahuan musik, tarian, dan komputer.

Baca juga:  Tingkatkan Nilai-Nilai Pengamalan Pancasila pada Siswa di Sekolah

Kedua Minat Situasional. Merupakan minat yang ditimbulkan kondisi atau faktor lingkungan. Hidi dan Anderson (dalam Pintrich dan Schunk, 1966) mengemukakan minat situasional berbeda dengan sekedar keingintahuan seseorang karena minat ini berkaitan dengan sesuatu yang sangat spesifik, dan bukan merupakan gambaran struktural dari sesuatu hal atau lingkungan. Ketiga Minat Sebagai Keadaan Psikologis. Menggambarkan pandangan interaktif dan berkaitan dengan minat. Pada saat minat pribadi seseorang saling berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan suatu keadaan psikologis dari minat pada diri seseorang. Misalnya, anak yang memiliki pribadi kuat pada musik, akan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan musik.

Alat peraga secara umum adalah semua atau segala sesuatu yang bisa digunakan dan dapat dimanfaatkan menjelaskan konsep pembelajaran. Dari materi yang bersifat abstrak atau kurang jelas menjadi nyata dan jelas. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian serta minat para siswa yang menjurus kearah terjadinya proses belajar mengajar.

Baca juga:  Kreativitas Buat Video Lagu Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris

Menurut Wijaya dan Rusyan [1994] alat peraga pendidikan adalah media pendidikan berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar. Sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan belajar.

Dalam pembelajaran muatan Ilmu Pengetahuan Alam penulis menggunakan alat peraga Torso. Ilmu Pengetahuan Alam diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan berbagai masalah. Di tingkat SD/MI diharapkan adanya penekanan pembelajaran Sains, lingkungaan, teknologi dan masyarakat (Salingtemas).

Torso manusia merupakan model untuk mempelajari morfologi dan anatomi manusia. Torso mempunyai bentuk dan warna alat-alat tubuh yang sesuai dengan yang sebenarnya. Setengah belahan tubuh tidak berkulit. Sehingga kelihatan otot dan pembuluh darah. Bagian depan badannya dapat dibuka. Sehingga kelihatan alat-alat tubuh bagian dalam. Seperti paru-paru, jantung, lambung dan organ dalam lainnya. Bagian alat dalam tubuh dapat dilepas untuk melihat rongga tubuh ke arah punggung (ventral). Ada dua macam torso, yaitu torso manusia wanita dan laki-laki.

Baca juga:  Cara Bermain Bola Voli di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Penggunaan torso pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Kembaran Kulon sangat membantu proses belajar mengajar. Anak antusias dan cenderung berebut dalam penggunaan dan menjawab pertanyaan dalam pembelajaran. Dengan jumlah anak dan waktu yang sedikit dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran di masa pandemi. Hal ini dapat terlihat pada perubahan sikap anak yang aktif dan pengetahuan anak bertambah tentang anatomi tubuh manusia. (pb2/fth)

Guru Kelas VI SDN 2 Kembaran Kulon, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya