alexametrics

Guru dan Orang Tua dalam Mengatasi Penyebab Bullying

Oleh : Aryo Tamtomo S.PSI M.SI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TERSELENGGARANYA pendidikan yang efektif dan efisien pada perkembangan pendidikan dipengaruhi oleh suasana yang kondusif dan diciptakan oleh semua komponen pendidikan untuk berperan aktif dalam mengantar peserta didik agar tercapai tujuan yang diharapkan. Namun dalam kenyataan perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Seperti Berbagai kasus yang cukup marak akhir-akhir ini adalah kasus kekerasan atau agresivitas baik oleh guru terhadap siswa, maupun antar sesama siswa sendiri.

Kekerasan yang dilakukan tak hanya secara fisik namun juga secara psikologis. Kekerasan seperti ini merupakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak yang merasa diri lebih berkuasa atas pihak yang dianggap lebih lemah disebut dengan bullying (Sejiwa). Didukung dengan Hergert dan Flynt yang mengartikan bullying sebagai perilaku agresif yang diniatkan untuk menjahati atau membuat individu merasa kesusahan yang terjadi berulang kali dari waktu ke waktu dan berlangsung dalam suatu hubungan yang tidak terdapat keseimbangan kekuasaan atau kekuatan di dalamnya.

Baca juga:  Ajak Peserta Didik Belajar Ketok Magic dari Rumah

Dari fenomena bullying ini, banyak faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya bullying, yaitu perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, jender, etnisitas atau rasisme, tradisi senioritas, senioritas, keluarga yang tidak rukun, situasi sekolah yang tidak harmonis atau diskriminatif, karakter individu/kelompok, seperti untuk meningkatkan popularitas pelaku di kalangan teman sepermainannya (peers), persepsi nilai yang salah atas perilaku korban. Dari definisi dan faktor tersebut dapat dijadikan sebagai wawasan pegangan pada peran guru dan orangtua dalam mencegah bullying yang sering terjadi di sekitar lingkungan bagi anak-anak. Berikut saran dan peran untuk guru dan orang tua dalam mencegah terjadinya bullying.

Saran untuk guru dalam mencegah bullying yakni, menciptakan langkah yang efektif untuk mengatasi perilaku bullying dengan menjadikan langkah tersebut menjadi program guru di sekolah dalam penanganan preventif secara terpadu, guru harus memegang peran yang sangat penting untuk memberikan kesadaran tentang bullying, mengembangkan suatu kebijakan yang tegas dan konsisten terhadap perilaku ini serta meningkatkan ketrampilan dan dukungan baik terhadap pelaku maupun korban bullying sehingga akan tercapai lingkungan yang aman bagi para siswa.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Menulis Riwayat Hidup Tokoh dengan Dilema Biografi

Sedangkan peran orang tua dalam mencegah bullying, orang tua mampu menjadi penengah dan pengendali dalam mengawasi serta melindungi anak dalam setiap aktifitas anak, dan sebagai pihak yang dapat dipercaya seberkompeten dalam perkembangan mental dan moral kompeten bagi anak, serta sebagai penyemangat, pemberi disiplin, dan sebagai sosok panutan yang dapat diandalkan bagi anak.

Pengetahuan dan pemahaman pihak sekolah mengenai perilaku bullying masih relatif terbatas, terutama mengenai bentuk-bentuk bullying. Dengan demikian, peran guru dan orang tua sangat penting dalam memahami bullying yang kerap terjadi disekitar kita, yang merupakan suatu bentuk perilaku penindasan yang terjadi di sekolah serta merupakan bentuk arogansi yang terekspresikan melalui tindakan. (unw1/ida)

Baca juga:  BDR IPS Asyik dengan Literasi Digital Mandiri

Dosen S1 PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya