alexametrics

Model Discovery Learning dengan Media Kartu Permudah Belajar IPS

Oleh: A Thoriq, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, guru mempunyai peran yang sangat penting. Guru merupakan pihak yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan, karakter, dan potensi peserta didik. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya memahami tentang berbagai model dan media pembelajaran yang inovatif dan menarik agar dapat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pembelajaran yan dilaksanakan pada mapel IPS kelas IX materi Ekonomi Kreatif di SMP Negeri 2 Warungasem adalah menggunakan model Discovery Learning. Menurut Syah (2004:35) didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk finalnya. Peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisa, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan , serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Model pembelajaran Discovery Learning akan lebih kompresensif jika dilengkapi dengan media pembelajaran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Daring dengan Project Based Learning

Media yang digunakan guru harus variatif, menurut Arsyad (2000: 3) “Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang mampu membuat peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media dalam proses belajar-mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Adapun media yang digunakan sebagai pelengkap model pembelajaran adalah media kartu.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model Discovery Learning dengan media kartu menurut Syah (2004:35) sebagai berikut:

a) persiapan; berdoa bersama, melaksanakan presensi, mengondisikan peserta didik, melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan kondisi kegiatan ekonomi kreatif yang ada dilingkungan tempat tinggal peserta didik dan memberi motivasi dengan bercerita tentang kesuksesan perajin kulit di wilayah Warungasem, menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Baca juga:  Kiat Atur Jadwal Belajar di Rumah vs Kerja di Rumah

b) simulasi/pemberian rancangan; menyampaikan langkah-langkah Discovery Learning dengan media kartu, menyajikan gambar 14 subsektor ekonomi kratif, menanyakan materi ekonomi kreatif secara garis besar menggunakan slide. c) Identifikasi masalah; guru membagi peserta didik menjadi empat kelompok membimbing peserta didik membaca materi ekonomi kreatif dari buku paket IPS dan sumber belajar dari internet, membimbing peserta didik bertanya hal yang penting ingin diketahui, guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya/memberikan beberapa pertanyaan untuk memancing keaktifan peserta didik.

d) Pengumpulan data; guru menyampaikan aturan permainan, membagi kartu soal dan jawab, memandu peserta didik mencari pasangan kartu, dan mendiskusikan kartu yang diperoleh tiap anggota kelompok. e) pengolahan data; Memandu presentasi pasangan kartu, untuk mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok menilai hasil pasangan kartu, menyimpulkan hasil pasangan kartu.

Baca juga:  Live Streaming untuk Mengajar IPS Lebih Efektif

f) memberikan penilaian, diakhiri dengan memberikan soal tes hasil, Memberikan penilaian tes hasil belajar.

g) Menyimpulkan pembelajaran dengan menayangkan video pembelajaran materi ekonomi kreatif sebagai penguatan, Menyampaikan pesan moral pentinnya memiliki skill kreativitas yang dapat digunakan ketika berada dalam masyarakat, Menyampaikan tugas peserta didik. Selama kegiatan belajar terlihat aktivitas belajar peserta didik meningkat, mereka berusaha menemukan pasangan dari kartu yang dimiliki sehingga mampu mendapatkan skor nilai.

Model Discovery Learning dengan media kartu dapat meningkatkan aktivitas peserta Didik, di mana mereka akan berusaha aktif menemukan kartu yang sesuai, antusiasme belajr meningkat, materi lebih dipahami dan pembelajaran lebih bermakna. (bat1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 2 Warungasem, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya