alexametrics

Belajar Tata Surya dengan Merge Cube, Dijamin Tidak Bosan!

Oleh : Nur Hidayati Puspita S., S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Teknologi semakin mengalami perkembangan saat ini. Manfaatnya pun terasa bagi manusia di berbagai bidang, diantaranya bidang informasi, bisnis, komunikasi, bahkan edukasi. Sudah banyak teknologi yang dikembangkan untuk mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan manusia. Di bidang edukasi, perkembangan teknologi salah satunya adalah Augmented Reality.

Kita tentu ingat dengan game Pokemon Go. Permainan ini pernah hits dan menjadi perhatian hampir di seluruh negara. Pemain harus menangkap monster yang tersebar dan menggunakan kamera. Permainan ini juga menggunakan teknologi AR. Menariknya, teknologi ini dapat digunakan dan diadaptasi dalam kegiatan pembelajaran. AR dapat membantu pada kegiatan belajar mengajar materi yang tidak dapat dilihat langsung atau tidak dapat dibawa ke kelas. Salah satunya adalah ketika mempelajari materi tentang tata surya.

Tata surya merupakan sistem benda-benda langit yang terdiri atas matahari dan objek yang mengelilinginya karena terikat gaya gravitasi matahari. Objek tersebut terdiri atas planet, meteorid, asteroid, komet, satelit, dan lain-lain. Planet digolongkan menjadi planet dalam dan luar. Planet luar terdiri atas merkurius, venus, bumi, dan mars. Sedangkan Jupiter, saturnus, Uranus, dan neptunus merupakan planet luar.

Baca juga:  Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp dalam Pembelajaran pada Masa Pandemi

Melalui AR, kita dapat membawa tata surya sampai di kelas dengan menarik. Hal ini tentu dapat memberikan informasi lebih tentang tata surya kepada siswa dan pembelajaran dijamin menyenangkan, tidak membosankan.

Salah satu AR yang mudah digunakan adalah dengan Merge Cube. Sebuah kubus bermotif kode-kode yang dapat dipindai dengan aplikasi. Kegiatan pembelajaran ini memerlukan gawai yang menunjang dan tentunya memiliki kamera. Ketika kubus ini dipindai menggunakan aplikasi, kubus dapat berubah wujud menjadi system tata surya dengan keterangan di tiap benda langit yang ada. Keterangan dapat terlihat ketika kita memilih benda langit tersebut. Ketika kita memutar kubus, tampilanya pun akan terasa lebih nyata karena seperti berada tepat di depan kita.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran PPKn Berbasis Daring selama Pandemi Covid-19

Langkah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan merge cube materi tata surya ini dimulai dengan persiapan yang dilakukan oleh guru. Guru menyiapkan jarring-jaring kubus yang telah bersis motif kode. Sebelumnya siswa juga sudah diminta untuk mongunduh aplikasi yang akan digunakan.

Pembelajaran diawali dengan pembukaan oleh guru. Guru kemudian meminta siswa untuk duduk secara berkemlompok, kemudian membagikan lembar kerja. Siswa membaca dengan cermat LK yang dibagikan dan menanyakan hal yang belum dimengerti. Secara berkelompok, siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Siswa merangkai jaring-jaring yang disediakan menjadi sebuah kubus. Guru mendampingi kegiatan siswa. Setelah kubus terbentuk, siswa mulai memindai menggunakan aplikasi yang telah diunduh. Kegiatan ini meminta siswa mengeksplor tata surya yang dipindai dan menjawab pertanyaan yang ada di LK. Kegiatan dilajutkan dengan diskusi kelompok dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Siswa juga diminta menyampaikan apa kelebihan dan kekurangan/kesulitan dalam menggunakan merge cube.

Baca juga:  Menganalisa Unsur Intrinsik Drama dengan Media Film Pendek

Penggunaan merge cube ternyata berhasil membuat kegiatan pembelajaran menjadi tidak membosankan. Hal ini terbukti dari hasil refleksi bersama siswa. Siswa merasa senang ketika memindai kubus menggunakan aplikasi. Kendala yang mereka hadapi adalah, ketika memindai kadang masih sulit berubah menjadi model tata surya. Memindainya harus pas di awal dan ketika diputar kadang tidak terpindai lagi. Membutuhkan kesabaran dalam memindai. (bat1/aro)

Guru SMP Negeri 2 Limpung, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya