alexametrics

Belajar Menganalisis Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen dengan NHT

Oleh: Eru Setyasih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen merupakan tindakan menyelidiki terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang ada pada cerita pendek (cerpen) untuk mengetahui keadaan sebenarnya dengan cara menguraikan isi keseluruhan. Yaitu menggunakan model tertentu yang kebenaran dan keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.

Menganalisis unsur-unsur instrinsik cerpen begitu penting dikuasai oleh siswa. Meskipun menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen memiliki peran penting dalam bersastra, tetapi banyak siswa yang kurang tertarik dan kurang senang. Karena siswa kurang gemar membaca atau daya literasi rendah, sehingga kemampuan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen pada pembelajaran cerpen kurang memuaskan.
Untuk itu, upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa sangat penting, karena keaktifan belajar siswa sangat menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan.

Upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di antaranya dengan model pembelajaran yang bervariasi. Dalam menentukan model pembelajaran, guru memerhatikan siswa sebagai subyek belajar, maka diperlukan kekreatifan guru agar lebih menarik dan menyenangkan, sehingga pembelajaran disenangi siswa.

Baca juga:  Mencipta Puisi Mengalir dengan Respons Alam

Dari observasi yang dilakukan di kelas IX-A SMP N 1 Grabag, penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah dari strategi pembelajaran yang digunakan guru. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang melibatkan siswa, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan menjadi lebih efektif.

Salah satunya adalah model pembelajaran yang koooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara aktif. Model ini memaksimalkan kegiatan belajar dengan mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil dan saling kerja sama.

Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan adalah NHT (Numbered Heads Together) atau kepala bernomor. Jenis model pembelajaran ini dirancang dengan tujuan untuk memengaruhi pola pikir siswa. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen (1993). Untuk melibatkan banyak siswa dalam mengikuti, menelaah, dan dapat menguasai materi pelajaran, sehingga siswa dapat mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran yang sedang dipelajari.

Baca juga:  Permainan dengan Serbuk Kayu Permudah Pahami Materi Tata Surya

Langkah-langkah pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) adalah sebagai berikut: pertama, penomoran; guru membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri 4-5 siswa. Masing-masing siswa memperoleh nomor yang berbeda. Kedua, mengajukan pertanyaan. Guru memberi pertanyaan yang bervariasi dan spesifik. Ketiga, berpikir bersama.

Siswa bersama kelompoknya membahas dan menyatukan pendapat. Keempat menjawab. Guru memanggil salah satu nomor tertentu secara acak, kemudian siswa bersangkutan sesuai nomor yang dipanggil guru mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan guru. Kelima, penilaian dan pemberian tugas. Guru meminta siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil jawaban siswa pada fase 4. Selanjutnya guru memanggil nomor lain.

Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang sampai berakhir nomor pada siswa. Keenam kesimpulan. Guru memberi kesimpulan dan penjelasan atas pertanyaan dari jawaban yang disampaikan siswa. Ketujuh evaluasi. Untuk memberi umpan balik hasil kegiatan bisa berupa penilaian lisan maupun tertulis. Memberi tes akhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui dan menelaah model NHT (Numbered Heads Together) itu sendiri dan perkembangan belajar siswa.

Baca juga:  STAD Metode Efektif Belajar Himpunan

Dari hasil ulangan harian materi menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen di kelas IX A SMP N 1 Grabag terjadi peningkatan nilai dan rata-rata kelas hanya 2 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Hal ini membuktikan jika belajar Menganalisis unsur-unsur intrinsik dengan model Numbered Heads Together (NHT) atau kepala bernomor dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan minat belajar siswa. (gr1/lis)

Guru SMPN 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya