alexametrics

PTM Terbatas Menjadi Efektif dengan Flipped Classroom

Oleh : Puji Astuti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam Peraturan Pemerintah RI No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengembangan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Untuk menciptakan proses pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik, maka guru harus menyusun strategi pembelajaran yang tepat. Dengan strategi pembelajaran yang tepat, peserta didik dapat menikmati suasana belajar yang menyenangkan dan kompetensi yang diharapkan akan tercapai.

Pada masa pandemi seperti saat ini, proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Pembelajaran tatap muka belum bisa sepenuhnya dilaksanakan dan masih bersifat terbatas dengan pengurangan jam pelajaran. Pemberlakuan PTM terbatas di SMA Negeri 1 Ngluwar, menjadi tantangan penulis untuk mengelola kelas sehingga pembelajaran lebih efektif.

Baca juga:  Pemberian Tugas Daring dengan Games Edukasi dengan Aplikasi “Wordwall”

Sebagian peserta didik dapat belajar di kelas, bertemu dengan guru secara langsung dan sebagian yang lain tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. Kondisi seperti ini berpengaruh terhadap ketercapaian kompetensi peserta didik. Kompetensi dasar yang muatan materinya banyak harus disederhanakan tanpa meninggalkan materi esensialnya.

Strategi pembelajaran dengan flipped classroom menjadi solusi yang efektif untuk diterapkan pada pembelajaran tatap muka terbatas. Menurut Bergmann & Sam (2012) metode flipped classroom adalah pendekatan pedagogis inovatif yang berfokus pada pengajaran yang berpusat pada peserta didik dengan membalik sistem pembelajaran kelas tradisional yang selama ini dilakukan oleh pengajar.

Flipped classroom memungkinkan peserta didik untuk mengakses berbagai materi pelajaran dengan lebih fleksibel. Strategi ini juga dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam belajar sehingga menjadi lebih aktif. Bagi guru, flipped classroom memberi kesempatan guru untuk mendampingi peserta didik lebih intensif dan memberikan pembelajaran berdiferensiasi bagi peserta didik dengan kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.

Baca juga:  Fitur Google Form Pemermudah Evaluasi Guru pada PTM Terbatas

Dalam pembelajaran sejarah dengan flipped classroom di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Ngluwar, peserta didik yang berada di rumah dan mengikuti pembelajaran secara daring diberi materi berupa video maupun powerpoint untuk dipelajari melalui LMS Schoology. Peserta didik diberi tugas untuk membaca, membuat ringkasan, membuat peta konsep maupun menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan ke guru pada saat pembelajaran tatap muka.

Sebelum tatap muka berlangsung, diharapkan peserta didik sudah memahami dengan mengingat atau mengerti materi yang akan dibahas. Pada saat tatap muka di kelas, guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil belajar mereka selama berada di rumah. Kemudian melakukan pembahasan dan penekanan pada materi esensial. Pertemuan di kelas menjadi ajang diskusi guru dan peserta didik untuk lebih mendalami materi maupun memberikan komentar atas tugas-tugas atau hasil karya peserta didik.

Baca juga:  Masa Pandemi Saatnya Berinovasi

Dengan flipped classroom, LMS Schoology selain digunakan untuk menyampaikan materi juga untuk pengumpulan tugas-tugas dan karya peserta didik. Melalui Schoology juga, guru memberikan latihan-latihan soal yang bisa dikerjakan peserta didik dan melakukan penilaian harian yang bersifat paperless.

Penggunaan strategi pembelajaran flipped clasroom menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab peserta didik dalam belajar, peserta didik menjadi lebih percaya diri untuk dapat lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Peserta didik dituntut untuk dapat membagi waktu dengan baik. Bagi guru, flipped classroom memberikan banyak waktu bagi guru untuk mengenal dan memahami karakteristik peserta didik. Guru dituntut untuk menguasai teknologi sehingga dapat menyelenggarakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. (ng2/lis)

Guru Sejarah SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya