alexametrics

Kolaborasi Pembelajaran Daring secara Kreatif dan Solutif di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Muhammad Nur Hidayat, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 melanda Indonesia hampir dua tahun, pemerintah dengan kebijakannya menyesuaikan pembelajaran melalui berbagai metode dan eksperimen demi mewujudkan terlaksananya pembelajaran tatap muka. Langkah itu dilakukan agar pendidikan di Indonesia tidak mengalami krisis penurunan mental dan spiritual generasi penerus.

Beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait dengan adanya kondisi darurat diantaranya yaitu Kebijakan belajar dari rumah (BDR) yang ditetapkan pemerintah dalam Surat Edaran Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19 merupakan terobosan yang diambil agar pendidikan tetap berjalan namun tidak menutup kemungkinan bahwa penyebaran covid-19 tidak meluas.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat ditambah kondisi pandemi yang mengharuskan pembelajaran dari rumah (BDR), saat ini sangat memungkinakan untuk dilaksanakannya pembelajaran secara kolaboratif. Salah satu hikmah besar di balik musibah pandemi covid-19 dalam dunia pendidikan adalah kita telah “dipaksa” untuk menggunakan TIK untuk pembelajaran. Pembelajaran berbasis TIK di era pandemik menunjukkan dinamika yang luar biasa. Pada satu sisi hal tersebut merupakan berkah, pencapaian yang luar biasa dibanding upaya sosialisasi pemanfaatan TIK yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun. (https://pusdatin.kemdikbud.go.id/pembelajaran-kolaboratif-di-era-dan-pasca-pandemi-mengapa-tidak/:19-02-2022:20.13)

Baca juga:  PBKH : Pembelajaran Bermakna di Masa Pandemi Covid-19

Dalam implementasinya terdapat beberapa hal yang mampu menghambat proses pembelajaran secara daring ini salah satunya adalah kekuatan jaringan / sinyal, kecepatan transfer jaringan internet dan keterbatasan sinyal di daerah pesisir pantai yang jauh dari perkotaan serta pemilikan gawai yang tidak semua siswa memilikinya.

Menghadapi tantangan tersebut, sebagai guru kelas VI SD Negeri 5 Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal menerapkan kolaborasi pembelajaran daring secara kreatif dan solutif. Yaitu penggabungan pembelajaran melalui media internet (youtube) yang sudah ada dengan disisipkan materi dari kreatifitas guru dengan menggunakan editing video yang akhirnya dibagikan kepada siswa melalui aplikasi whatsapp (WA) sehingga siswa bisa mengikuti pembelajaran secara offline atau luring pada waktu jam pelajaran dimulai.

Baca juga:  Media Power Point Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Salah satu kegiatan pembelajaran di kelas VI semester 2 yaitu tema 6 Menuju Masyarakat Sejahtera, Subtema 3 Masyarakat Sejahtera, Negara Kuat. Muatan Ilmu Pengetahuan Alam, KD 3.2 Menghubungkan ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan dengan kesehatan dan 4.2 Menyajikan karya tentang cara menyikapi ciri-ciri pubertas yang dialami. Maka guru menghubungkan keterkaitan antara tema dengan Kompetensi Dasar tersebut.

Guru menyiapkan video yang telah diunduh dengan menambahkan beberapa rekaman dari guru untuk mengawali pembelajaran dengan menanyakan kabar serta semangat belajar, agar siswa lebih percaya diri. Menyiapkan apersepsi pembuka pembelajaran. Setelah anak selesai menyaksikan video pembelajaran, maka guru selanjutnya menyiapkan beberapa soal yang sudah dibuat di google form sebagai bahan evaluasi bagi siswa. Siswa diperbolehkan bertanya kepada guru melalui chat yang telah disediakan.

Baca juga:  Alat Peraga Sederhana Efektif untuk Memahami Hukum I Newton

Setelah siswa benar-benar memahami materi, maka selanjutnya siswa membuat video deskripsi tentang diri mereka apakah mereka benar-benar sudah mengalami pubertas atau belum dengan menyebutkan ciri-ciri pubertas yang telah dipelajari sebelumnya. Rekaman tersebut dikirim melalui whatsapp langsung ke nomor guru bukan di group whatsapp agar terjamin kerahasiaan profil mereka. (kd/zal)

Guru SDN 5 Gempolsewu, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya