alexametrics

Bermain Kaliber Tingkatkan Kemampuan Menulis Siswa

Oleh : Sunarsih S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERDASARKAN survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation pada 2019, Indonesia menempati posisi ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal itu sangat memprihatinkan. Untuk itulah pemerintah giat menggalakkan budaya literasi bangsa Indonesia, khususnya di dunia pendidikan.

Literasi merupakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang dalam membaca, menulis, menghitung, sampai memecahkan, sebuah permasalahan dalam kehidupan sehari-hari (Wikipedia). Banyak cara untuk meningkatkan budaya literasi yaitu menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya membaca pada anak, membudayakan kegiatan membaca di kelas dan di sekolah, membimbing anak melalui sebuah permainan literasi, mengoptimalkan peran dan fungsi perpustakaan sekolah, memberikan reward pada siswa berupa buku, membentuk komunitas membaca, membiasakan siswa untuk menulis buku harian, dan mengadakan kegiatan membuat karya tulis. Untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah tempat penulis mengajar, salah satunya adalah dengan membuat karya tulis.

Baca juga:  Belajar PAI Asik dengan Scramble

Di sekolah, siswa tidak hanya diminta untuk lebih banyak membaca, tetapi juga dilatih untuk menulis dan menghargai karya tulis. Dengan menghargai karya tulis, siswa akan mengerti pentingnya mendukung budaya menulis. Dengan menulis akan melahirkan ide-ide cemerlang.
Tidak mudah untuk melatih siswa menulis. Banyak siswa yang belum memiliki kemampuan merangkai kata dengan baik. Apalagi merangkai kalimat agar menjadi sebuah karya tulis. Hal itu bisa disebabkan oleh kurangnya latihan membuat kalimat atau membuat karangan. Atas dasar itulah, penting untuk lebih banyak memberikan kesempatan siswa untuk menulis. Dimulai dari hal yang tersederhana.

Salah satu cara penulis meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas V materi mengembangkan pokok pikiran, penulis mengguna metode bermain Kalimat Berantai (Kaliber). Yaitu suatu metode, dimana satu paragraf ditulis oleh lebih dari satu siswa. Sebelum siswa menulis, guru menentukan tema karangan dan judul karangan agar siswa dapat memahami ke arah mana karangan akan menuju. Setelah itu, guru juga menentukan banyaknya paragraf dan pokok pikiran dari tiap paragraf tersebut.

Baca juga:  Penggunaan Media Peta pada Geografi Negara-Negara ASEAN

Sebelum menulis, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 atau 4 orang. Tiap paragraf dibuat secara berkelompok. Setiap siswa diminta membuat 1 kalimat dari tiap paragraf. Siswa pertama membuat kalimat di awal paragraf. Anggota kelompok lain melanjutkan kalimat tersebut sampai anggota terakhir yang menyelesaikan satu paragraf.

Setelah tiap kelompok menyelesaikan 1 paragraf, mereka akan bertukar hasil tulisan mereka ke kelompok lain. Selanjut membuat kalimat di paragraf kedua dengan cara yang sama ketika mereka membuat paragraf pertama. Setelah selesai menyelesaikan paragraf kedua, mereka bertukar hasil karya mereka lagi ke kelompok yang berbeda untuk membuat paragraf selanjutnya. Demikian seterusnya sampai semua paragraf terselesaikan. Jadi tiap paragraf ditulis oleh kelompok yang berbeda. Begitu juga tiap kalimat dalam 1 paragraf ditulis oleh siswa yang berbeda, tetapi tetap menyatu dengan kalimat sebelumnya.

Semua kelompok telah menyelesaikan semua paragraf. Tibalah saatnya perwakilan tiap kelompok membacakan hasil karya mereka di depan kelas. Siswa lain menyimak dengan seksama seraya memperhatikan hal-hal yang perlu diperbaiki. Setelah selesai membacakan hasil karyanya, kelompok lain memberi penilaian atas karya tersebut. Kelompok lain boleh juga mengkritik dan memberi masukan kepada kelompok lain. Diakhir pelajaran bersama-bersama menyimpulkan hal-hal yang menimbulkan karangan menjadi kurang menarik.

Baca juga:  Deotif Mudahkan Pesdik Nembang Macapat

Dengan cara tersebut, kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan. Mereka mulai dapat memilih diksi yang tepat. Siswa mulai berani menuliskan ide yang ada di pikiran mereka. Tentu saja hal tersebut perlu dilakukan secara berulang agar kemampuan menulis siswa semakin meningkat.

Cara tersebut dapat melatih siswa dapat menilai, mengritisi, dan mengapresiasi karya temannya. Walaupun pada dasarnya tanpa disadari siswa, di keseharian mereka sudah mulai belajar menulis. Mereka menulis melalui handpone dan media sosial yang mereka miliki. Saat mereka mengirim pesan singkat melalui whatsapp, sesungguhnya sedang menulis. Walaupun masih sangat sederhana. Dengan bimbingan dan arahan guru kemampuan menulis siswa dapat lebih terarah. (kd/ida)

Guru SD Negeri 2 Krikil, Pageruyung, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya