alexametrics

Meningkatkan Kelincahan Siswa dengan Botol Mineral

Oleh : Sigit Santoso, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ada banyak cara untuk mencari dan menentukan alat pembelajaran untuk mendukung tercapainya proses kegiatan belajar mengajar. Baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran akademik maupun non-akademik. Penulis adalah pendidik PJOK di SDN Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Sebuah sekolah dasar yang terletak di desa di ujung tenggara Kabupaten Kendal. Berada di bawah kaki Gunung Ungaran jauh dari perkotaan. Cukup jauh dari perkotaan dan keterbatasan alat serta media pembelajaran PJOK, menuntut penulis lebih kreatif dalam menyusun langkah pembelajaran serta menentukan alat maupun media pembelajaran olahraga.

Cukup jauhnya lapangan dan kegiatan olahraga yang lebih menuntut kegiatan fisik, menjadi faktor mengapa ketika pelajaran olahraga di lapangan siswa SDN Banjarejo diwajibkan membawa air minum sendiri dari rumah.

Tujuannya untuk menghemat uang saku siswa. Terutama juga untuk pemanfaatan botol air minum sebagai media pembelajaran. Ketika di lapangan yang areanya luas sudah tentu memerlukan media dan alat sebagai penanda demi kelancaran berlangsungnya KBM. Agar siswa lebih mudah menerima pesan dan instruksi dari pendidik.

Baca juga:  Latihan Kebugaran Jasmani pada Masa Pandemi

Kelincahan merupakan salah satu faktor penting dalam olahraga. Kemampuan motorik berpindah tempat dalam berbagai arah dan variasi gerakan yang berbeda dengan kecapatan tinggi serta keseimbangan tubuh yang baik. Kelincahan didefinisikan sebagai kemampuan mengubah posisi tubuh atau arah gerakan tubuh dengan cepat ketika sedang bergerak cepat, tanpa kehilangan keseimbangan atau kesadaran orientasi terhadap posisi tubuh (Nala, 2015).

Sedangkan menurut Holmberg (2009), kelincahan didefinisikan sebagai keterampilan fisik yang memungkinkan individu mengurangi kecepatan, perubahan arah, dan mempercepat upaya untuk bereaksi dengan tepat secara cepat dan efisien sesuai isyarat tugas yang relevan.

Banyak metode dan cara yang dipakai dalam melatih kelincahan. Salah satu upaya meningkatkan kelincahan pada siswa di SDN Banjarejo dilakukan dengan metode lari zig zag. Hal ini bertujuan untuk melatih kelincahan dalam pergerakan olahraga yang menggunakan kerja fisik. Misalnya untuk cabang olahraga sepak bola, bola basket, kasti dan cabang olahraga lainnya.

Baca juga:  Mendesain Tugas Pembelajaran Sejarah di Masa Pandemi

Memanfaatkan botol air mineral yang dibawa oleh masing-masing siswa. Dengan penataan sedemikian rupa serta berbagai bentuk variasi yang berbeda, agar siswa tidak jenuh dan tentunya untuk pembelajaran yang menyenangkan. Bisa dengan penataan satu baris, dua baris, membentuk baris segitiga, lingkaran dan lain sebagainya. Siswa melakukan lari dengan berbagai variasi melewati botol mineral yang telah ditata, bisa lari zig zag, lari samping kanan, lari samping kiri. Bahkan juga bisa lari mundur diatur sesuai urutan yang telah ditentukan.

Pembagian kelompok berdasarkan nomor urut siswa atau dengan pembagian kelompok berdasarkan putra atau putri, demikian seterusnya dan dilakukan berulang-ulang. Pembelajaran yang penulis lakukan setiap satu variasi bentuk penataan botol mineral siswa melakukan tiga variasi lari. Yaitu lari zig zag, lari samping kanan, lari samping kiri dengan melakukan cukup 3 repetisi atau pengulangan sudah barang tentu harus memperhatikan kondisi kebugaran siswa.

Baca juga:  Meningkatkan Ketertarikan Siswa pada Olahraga dengan Metode LT dan IT

Per repetisi siswa diperbolehkan istirahat dan minum dengan mengambil botol yang telah ditata tadi dan dikembalikan ke tempat semula. Serta dengan menambahkan metode perlombaan kecepatan pada setiap kegiatan siswa, hal ini dapat meningkatkan minat siswa dalam kegiatan ini.

Kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan, meskipun dengan terbatasnya sarana prasarana alat dan media belajar. Memanfaatkan barang yang ada dan terkadang harus melibatkan siswa untuk kreatif menciptakan atau mencari alat pembelajaran. Serta mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siwa, sehingga akan terwujud tujuan sebuah pembelajaran. (kd/lis)

Guru PJOK SDN Banjarejo, Boja, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya