alexametrics

Memahami Makna Proklamasi Kemerdekaan dengan Sosiodrama Berbasis PBL

Oleh : Indah Priyono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Program Merdeka Belajar yang digaungkan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim mengharapkan guru dapat melakukan pembelajaran dengan model Project Based Learning (PBL). Suatu model pembelajaran dengan proyek/kegiatan sebagai media. Andari, (2016: 3) berpendapat Project Based Learning adalah pembelajaran melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa mengembangkan kemampuannya dengan permasalahan dan melibatkan proyek serta menekankan belajar kontekstual dalam pembelajaran.

Pembelajaran model PBL memerlukan beberapa metode pembelajaran. Salah satunya Sosiodrama yang merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa melakukan kegiatan memainkan peran tertentu dalam kehidupan masyarakat. Sosiodrama merupakan salah satu teknik bimbingan kelompok yaitu role playing atau teknik bermain peran. Menurut Djamur dan Muh. Surya (2001: 109), sosiodrama dipergunakan sebagai salah satu teknik memecahkan berbagai masalah sosial dengan melalui kegiatan bermain peran.

Baca juga:  Belajar Puisi Asyik dengan Kereta Puisi

Di masa pandemi diperlukan pembelajaran yang efektif dan efisien. Namun tetap mengedepankan proses dan tujuan pembelajaran. Dimana siswa harus aktif dan kreatif serta menyenangkan. Guru dituntut selalu mengembangkan ide dan gagasan. Penggunaan metode sosiodrama berbasis PBL diharapkan menjadi salah satu cara mewujudkannya.

Metode sosiodrama berbasis PBL sudah pernah dilakukan di kelas 6 SDN Kediten pada KD. 3.4 Memahami makna proklamasi kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengkolaborasikan sosiodrama dan PBL materi memahami makna proklamasi kemerdekaan, antara lain : 1) Membuka pelajaran dengan pertanyaan menantang, seperti “Bagaimana proses proklamasi kemerdekaan?” 2) Merencanakan proyek. Perencanaan berisi aturan main, pemilihan aktivitas yang mendukung menjawab pertanyaan esensial, serta menginformasikan segala keperluan yang dapat dimanfaatkan menyelesaikan proyek. Proyek yang dilaksanakan yaitu melakukan drama dengan topik peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan. Skenario dirancang peserta didik dengan mencari berbagai informasi. 3) Menyusun jadwal kegiatan. Guru dan peserta didik bersama menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Proyek ini dapat dikerjakan saat pembelajaran dan di luar jam pembelajaran. 4) Melakukan pengawasan. Guru mengawasi dari perencanaan sampai pra pelaksanaan. Baik di kelas maupun di luar kelas. 5) Penilaian terhadap proyek. Proses agar guru mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Penilaian dilakukan saat siswa memerankan peran dalam konteks sosiodrama. 6) Evaluasi. Saat akhir proses pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang dijalankan.

Baca juga:  Memotivasi Belajar Siswa melalui Komunikasi dalam Jaringan

Dari hasil evaluasi terhadap proses pembelajaran dengan metode sosiodrama berbasis PBL didapatkan siswa semakin memahami konsep dari makna proklamasi. Selain itu terjadi peningkatan dalam keaktifan siswa di kelas. Sehingga hasil belajar meningkat. Bahkan karakter yang diharapkan seperti tanggung jawab, mandiri dan disiplin berkembang dengan baik. (kd/fth)

Guru Kelas 6 SDN Kediten

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya