alexametrics

DL Metode Tepat Menulis Tembang Macapat

Oleh : Khairil Akbar, S.Sos.,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pelajaran bahasa Jawa terdapat materi tembang macapat pada tiap jenjang pendidikan. Materi tersebut merupakan kompetensi sastra yang mempelajari isi tembang, melagukan tembang, dan menulis tembang. Adanya tuntutan materi tersebut, sebagian besar siswa merasa kesulitan sehingga diperlukan metode maupun strategi dari guru secara kreatif.

Tembang macapat disebut sebagai tembang ‘cilik’ yang terdiri dari sebelas tembang yaitu mijil, maskumambang, sinom, durma, asmarandana, kinanthi, dhandhanggula, gambuh, pangkur, megatruh, dan pocung (Padmasoekatja, 1956:31).

Masing-masing tembang macapat tersebut memiliki perbedaan jumlah guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata tiap baris), dan guru lagu (vokal terakhir tiap baris) yang menjadi karakteristik serta pembeda antara tembang yang satu dengan yang lain.
Dalam kegiatan mengajar, semakin tepat metode yang digunakan maka semakin efektif dan efisien suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa.

Baca juga:  Belajar Angka Jawa dengan Shopping Playing

Efektifitas yang ada akhirnya akan menunjang dan mengantarkan keberhasilan belajar siswa serta keberhasilan mengajar yang dilakukan oleh guru. Metode mengajar merupakan cara-cara yang digunakan guru untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan (Eneng Muslihah, 2014:2).

Oleh karena itu guru harus memilih dengan tepat metode apa yang akan digunakan dalam mengajar dengan memperhatikan tujuan belajar yang hendak dicapai, situasi dan kondisi serta perkembangan siswa.

Metode DL atau discovery learning sangatlah tepat digunakan dalam mempelajari materi tembang macapat. Hal tersebut pernah penulis terapkan dalam pembelajaran menulis tembang macapat pada siswa SMP Negeri 2 Kandangan, Kabupaten Temanggung. Hasilnya adalah semua siswa dapat membuat atau menulis tembang macapat dengan benar dan sesuai waktu.

Baca juga:  Bermain Sains Bisa Menumbuhkan Imajinasi Anak TK

Metode discovery learning adalah pengetahuan baru yang diperoleh siswa, dilakukan melalui aktivitas discovering atau menemukan, dimana guru mengarahkan siswa sedemikian rupa sehingga siswa menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui mentalnya sendiri (Alamsyah dan Andi, 2015:117).

Dalam proses pembelajaran, kami mengikuti langkah atau tahapan sesuai dengan teori yang ada. Tahap pertama pembelajaran DL adalah pemberian stimulus, misalnya dengan mempersilakan siswa untuk menyimak video tembang macapat, tembang kinanthi. Selanjutnya siswa memperhatikan tayangan tentang cara membuat tembang macapat, yang sebaiknya berbeda dengan tembang yang akan dibuat. Langkah berikutnya mengidentifikasi masalah, yaitu siswa memilih atau menentukan tema tembang kinanthi.

Tahap pengumpulan data merupakan tahap selanjutnya, yang diawali dengan menuliskan aturan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu tembang kinanthi. Kemudian siswa memilih kata untuk mengisi kata akhir baris yang sesuai dengan guru lagu dan tema. Selanjutnya adalah tahap mengolah data yaitu dengan menyusun kalimat dari kata sebelumnya yang disesuaikan dengan aturan guru wilangan pada tiap baris serta tema yang dipilih sehingga menjadi bait tembang yang utuh.

Baca juga:  MoU Guru dan Siswa Kedisiplinan Oke

Tahap verifikasi dan generalisasi atau tahap pengecekan dan penyimpulan menjadi tahap akhir dalam pembelajaran ini. Pada tahap pengecekan siswa dipersilakan membacakan tembang yang dibuat sedangkan siswa yang lain dan guru mengoreksi jika terjadi kekeliruan. Selanjutnya guru bersama siswa menyimpulkan proses pembelajaran tentang pengalaman menulis tembang macapat. Dari hasil pekerjaan siswa diketahui bahwa semua siswa telah mampu menulis tembang kinanthi dengan benar serta sesuai tema. (unw1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya