alexametrics

Asyiknya Guling Depan dengan Media Miring

Oleh : Eva Maria Anggraeni, S. Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Senam pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno. Berasal dari kata Gymnastics. Gymnos berarti telanjang dan Gymnasium adalah suatu tempat yang dipergunakan mengadakan latihan. Sementara di Indonesia senam mulai dikenal tahun 1912. Bersamaan dengan itu ditetapkan pendidikan jasmani sebagai pelajaran wajib di sekolah.

Menurut Madijono ( 2010: 1 ) senam merupakan suatu bentuk latihan jasmani yang sistematis teratur dan terencana dengan melakukan berbagai gerakan spesifik untuk memperoleh manfaat dalam tubuh. Gerakan senam aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Gerakan senam merangsang perkembangan komponen kebugaran. Seperti kekuatan dan daya tahan otot tubuh. Ciri – ciri senam meliputi gerakannya selalu diciptakan dengan sengaja, gerakan berguna mencapai tujuan tertentu, dan gerakan selalu tersusun serta sistematis.

Baca juga:  Olahraga Sederhana di Rumah Selama Masa Pandemi

Dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ( PJOK ) peserta didik mendapatkan senam artistik. Yaitu senam lantai. Budi Sutrisno ( 2010 ) berpendapat senam lantai adalah salah satu cabang olahraga yang gerakannya seperti mengguling, melenting, keseimbangan lompat, serta loncat. Senam lantai merupakan bagian rumpun senam dengan istilah lantai. Maka gerakan senam lantai dilakukan beralaskan matras atau permadani.

Salah satu senam lantai adalah guling depan. Berguling ke depan dengan menggunakan bagian atas belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang dan punggung bagian belakang ). Sapto Adi dalam bukunya Bentuk – Bentuk dasar Gerakan Senam ( 2018 ) guling depan dapat dilakukan dengan berbagai variasi menurut posisi awalan. Yaitu menekukkan kaki, berdiri tegak, split kekanan dan kekiri.

Baca juga:  Pembelajaran Informatika Aktifkan Kolaborasi Peserta Didik

Penulis sebagai guru Sekolah Dasar dalam pembelajaran materi senam lantai biasanya mengajarkan dengan awalan menekuk kaki untuk kelas bawah dan awal kaki lurus untuk kelas atas. Di SD N 1 Babakan korwil cam Dindikbud Kalimanah penulis mengalami beberapa kendala terutama peserta didik kelas 2.

Saat melakukan gerakan guling depan peserta didik banyak yang takut dan tidak bersemangat. Pada pertemuan berikutnya penulis menggunakan alat bantu berupa bidang miring untuk alasan matras. Matras diletakkan diatas papan/ bidang miring. Kemudian peserta didik naik dan melakukan gerakan guling depan dengan awalan jongkok/ kaki ditekuk serta selalu dibimbing dan diarahkan oleh penulis.

Ternyata dengan alat bantu papan / bidang miring peserta didik kelas 2 dapat mengikuti pembelajaran PJOK materi senam lantai guling depan dengan antusias. Banyak yang saling berebut untuk melakukan gerakan guling depan. Setelah peserta didik terbiasa dan tidak takut lagi dengan awalan kaki ditekuk / jongkok kemudian dilatih awalan berdiri / kaki lurus. Penggunaan media papan / bidang miring digunakan juga untuk pembelajaran pada kelas 3 dan 4. Hasilnya memuaskan, dan peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran. (pb2/fth)

Baca juga:  Ikatan Cinta H2O

Guru PJOK SD N 1 Babakan Korwilcam Dindikbud Kalimanah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya