alexametrics

Pembelajaran Ekonomi Kreatif melalui Batik Jumputan

Oleh: Listiyaningsih, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM pendidikan yang dijalankan di tiap jenjang pendidikan semakin berkembang menyesuaikan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta diupayakan tetap menjaga kelestarian budaya dan kreatifitas yang ada di lingkungan masyarakat sekitar. Dalam kurikulum, guru dan peserta didik diberi kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran di kelas namun tetap memperhatikan pedoman kurikulum yang ada.

Pada pembelajaran pada kurikulum jenjang SMP kelas IX (sembilan) semester genap mata pelajaran IPS terdapat materi Ekonomi Kreatif yang esensial diajarkan kepada peserta didik. Untuk itu perlu adanya usaha dari guru selaku fasilitator dalam proses pembelajaran kepada peserta didik ini agar materi Ekonomi Kreatif dapat tersampaikan dengan baik dengan mengajak peserta didik melakukan kegiatan yang nyata berkenaan dengan materi tersebut.

Hal ini untuk menghindari pembelajaran yang dilakukan hanya bersifat khayalan saja dan juga menarik serta bermakna bagi peserta didik pada kehidupan masa yang akan datang sehingga pembelajaran tidak membosankan.

Pembelajaran IPS materi Ekonomi Kreatif yang dilaksnakan di kelas IXA SMP Negeri 9 Batang dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning). Menurut Fathurrohman (2016: 119) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai alat untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Baca juga:  Menelaah Unsur Puisi lebih Mudah dengan Metode Jigsaw

Pembelajaran dengan model Project Based Learning ini merupakan pendekatan yang dilakukan dengan mengajak peserta didik untuk terjun secara langsung dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran dan hasil akhirnya peserta didik mampu menghasilkan suatu produk dari hasil belajarnya.

Pada kesempatan ini guru memberikan pembelajaran penerapan ekonomi kreatif dengan peserta didik dibimbing untuk menghasilkan satu produk yang berupa kain motif jumputan. Awalnya guru membagi kelas menjadi tujuh kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik pada pertemuan sebelumnya, dan guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk menerapkan teori yang diterima tentang materi ekonomi kreatif dan ditunjukkan dalam kegiatan yang nyata yaitu menghasilkan satu produk dari 14 pilar ekonomi kreatif salah satunya adalah membuat batik motif jumputan yang memiliki nilai jual.

Baca juga:  Tingkatkan Penguasaan Reading melalui Aplikasi WhatsApp

Peserta didik pada pertemuan selanjutnya diinformasikan untuk membawa peralatan dan bahan yang dibutuhkan yang antara lain: kain mori sepanjang 2 meter, obat batik dengan variasi 3-4 warna, plastik/koran, botol/gelas plastik, air dan karet/tali rafiah.

Sebelum pembelajaran dimulai guru memastikan peserta didik sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran, dan guru memberikan sedikit informasi tentang langkah-langkah yang harus dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai . Peserta diarahkan untuk mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan serta menempatkan diri sesuai kelompoknya masing-masing. Peserta didik bekerjasama dalam kelompok kecilnya untuk melaksanakan tugas pembelajaran.

Langkah yang dilakukan adalah siapkan obat batik yang telah diberi air, lipat kain mori sesuai motif yang diinginkan, kain mori yang telah diikat kemudian diberi cairan pewarna batik yang bervariasi pewarnanya, diamkan sekitar 15 menit kemudian lepas ikatan kainnya dan jemur kain mori di tempat yang sudah tersedia.

Setelah proses pembelajaran selesai peserta didik diberi kesempatan untuk menawarkan hasil karyanya kepada Bapak/Ibu guru untuk dijual dengan memperhitungkan modalnya agar bisa mengetahui untung rugi dalam melaksanakan kegiatan ekonomi. Dengan hal ini peserta didik dituntut untuk berkreasi agar dapat menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai ekonomi. Dalam proses pembelajaran peserta didik tampak antusias dalam menyelesaikan proyek yang harus diselesaikan dan bekerjasama dalam kelompoknya.

Baca juga:  Teknik Talking Chip Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Tujuan dalam pembelajaran ini adalah melatih peserta didik untuk bisa menerapkan teori yang diterima di kelas untuk menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi, membiasakan peserta didik untuk bekerjasama dalam memecahkan permasalahan dalam pembelajaran, melatih kreatifitas peserta didik khususnya menghasilkan kain jumputan yang memiliki nilai jual, memberi bekal kepada peserta didik untuk memiliki jiwa kewirausahaan dengan menghasilkan produk ekonomi kreatif.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran ini salah satunya memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta didik untuk menghasilkan batik motif jumputan yang dapat dijadikan bekal ketrampilan peserta didik untuk masa yang akan datang. (bat1/zal)

Guru SMP Negeri 9 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya