alexametrics

Mudah Pahami Materi Pluralitas Masyarakat Indonesia dengan PBL

Oleh: Sri Rahayu,S.Pd (Br)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KONDISI geografis sosial budaya serta kekayaan alam dan keanekaragaman Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat bersifat pluralitas yang memiliki arti sama dengan kemajemukakan. Masyarakat Indonesia yang pluralitas dikenal istilah lain multicultural yakni masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan. Masyarakat multicultural tersusun atas berbagai budaya yang menjadi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman budaya atau pluralitas dalam pembangunan nasional seperti perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya , adat istiadat dan agama sangat mewarnai masyarakat Indonesia.

Pakaian batik salah satu yang telah menjadi warisan budaya bangsa Indonesia, memiliki corak yang beraneka ragam dari berbagai daerah.
Warisan budya tersebut telah diakui dunia internasinal dan menjadi salah satu promosi pariwisata di Indonesia bahkan kebanggaan mampu mengangkat derajat bangsa serta menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Media Power Point Efektif untuk Pembelajaran dengan Microsoft Teams

Pluralitas merupakan materi mapel IPS di kelas VIII semester gasal sebetulnya pluralitas masyarakat Indonesia mudah dimengerti dan di pahami oleh peserta didik termasuk di SMPN 2 Warungasem, namun dalam penerapannya masih banyak sikap dan perilaku peserta didik yang belum mengena pluralitas tersebut khusunya di lingkungan sekolah.

Model pembelajaran dengan Problem Based Learning (PBL) salah satu metode yang sangat tepat, sehingga peserta didik sangat bersemangat antusias, aktif dan menyenangkan karena lebih mudah dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan menuangkan solusi dari permasalahan yang ada.

Menurut Thomas (2000) pembelajaran PBL memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu kegiatan kolaboratif. Adapun langkah-langkah pembelajaran pluralitas masyarakat Indonesia yang diterapkan di SMPN 2 Warungasem dengan PBL antara lain: 1) prinsip terpusat pada peserta didik terhadap permasalahan , pada tahap ini guru menjelaskan tujuan dan aktifitas yang akan dilakukan agar peserta didik mengerti apa permasalahan yang akan di bahas.

Baca juga:  Pentinganya Mengenali Diri untuk Mengatasi Kelelahan Kerja Guru di Era Pandemi

2) Mengorganisasikan peserta didik guru membantu membentuk kelompok, tiap kelompok terdiri 2 orang (masa pandemic) dilanjutkan membantu peserta didik membahas masalah yang sudah ditemukan.

3) membimbing penyelidikan individu/kelompok, pada tahap ini guru mendorong peserta dudik untuk mengumpulkan informasi , melaksanakan pembahasan , menciptakan serta membagi ide mereka untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah dalam diskusi. 4) mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi, guru membantu peserta didik dalam menganalisis data yang telah terkumpul sesuai masalah yang telah dirumuskan kemudian dikelompokan berdsarkan kategorinya. Peserta didik memberi argumentasi terhadap jawaban pemecahan masalah yang dibuat dalam bentuk laporan.

5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru meminta peserta didik memaparkan hasil diskusi dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajar khususnya pada diskusi kelompok dengan kelompok lainya dikelas.

Baca juga:  Gerakkan Ibu-Ibu Kelola Sampah dengan Ecobrick

Dengan metode pembelajaran PBL (Prolblem Based Learning) peserta didik kelas VIII SMPN 2 Warungasem Batang menjadi lebih bersemangat, antusias, aktif dalam mengemukakan pendapat dan menyenangkan sehingga kelas menjadi hidup kondusif. Ke depannya peserta didik diharapkan bersikap lebih kreatif dalam mengembangkan serta membudayakan gemar dalam menyemarakan berpakaian batik khas daerah batang khusunya batik motif Gringsing sebagai salah satu wujud pluralitas dalam social budaya bangsa Indonesia.

Akhirnya metode PBL dipilih guru dalam pembelajaran diatas dapat mengelola kelas sehingga tercipta kelas yang interaktif, inspirati dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai pada materi pluralitas masyarakat Indonesia. (bat1/zal)

Guru SMPN 2 Warungasem, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya