alexametrics

Merdeka Belajar di Kelas IPS

Oleh: Budi Kurnianto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ISTILAH merdeka belajar ternyata bukanlah hanya sekedar slogan. Merdeka belajar adalah konsep yang menitikberatkan pada tiga hal, yaitu komitmen pada tujuan belajar sesuai kebutuhan, minat dan aspirasinya, mandiri untuk belajar yang berarti melalui berbagai cara dan ritme belajar, dan melakukan refleksi untuk menentukan mana tujuan dan cara belajar yang sudah efektif dan mana yang perlu diperbaiki.

Pada kesempatan ini proses pembelajaran merdeka belajar diterapkan pada siswa kelas delapan semester dua materi penguatan ekonomi maritim pada SMP Negeri 2 Wonotunggal dengan konsep Komitmen pada tujuan belajar: diawal pembelajaran sesudah rutinitas seperti mengucapkan salam, presensi dan apersepsi, guru beserta peserta didik menentukan tujuan pembelajaran.

Materi pada kesempatan ini adalah penguatan ekonomi maritim. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan esensial seperti, mengapa kita harus belajar tentang materi ini?, apa gunanya dalam kehidupan sehari-hari? Dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan materi sekaligus juga memberikan gambaran tentang kegiatan pembelajaran selama dua jam pertemuan, hasil apa yang diharapkan pada materi ini serta penilaian apa yang akan digunakan.

Baca juga:  Implementasi Teknik Cipro (Citizen Prosedur) dalam Pembelajaran Teks Prosedur

Selanjutnya dengan melibatkan peserta didik guru membuat rubrik penilaian, kesepakatan tentang poin yang di nilai dan kriterianya. Dengan demikian sejak awal peserta didik sudah tahu apa yang harus mereka lakukan agar mendapat nilai maksimal. Meskipun dalam merdeka belajar nilai berupa angka bukanlah tujuan utama. Mandiri terhadap cara dan ritme belajar: penerapan pembelajaran pada kelas delapan A, peserta didik membuat tabel perbedaan ekonomi maritim dengan ekonomi kelautan dengan arahan dan bimbingan guru.

Sementara di kelas delapan B peserta didik membuat tabel potensi ekonomi maritim di Indonesia dengan arahan dan bimbingan guru. Ternyata antusias peserta didik cukup tinggi dengan dapat membuat tabel dan mengisi dengan benar tentang perbedaan ekonomi maritim dengan ekonomi kelautan maupun potensi ekonomi maritim di Indonesia.

Baca juga:  Pembelajaran dengan STAD Berbantu PowerPoint pada Materi Fungsi Kuadrat

Setelahnya guru membuat moving class di ruang serba guna untuk peserta didik mempresentasikan hasil tabel yang telah mereka buat dengan tiap kelompok yang terdiri dari enam peserta didik. Peserta didik diberi kebebasan dalam memlih media presentasi yang digunakan, apakah akan menggunakan power poin, kertas manila atau alat peraga, yang penting peserta didik paham dan mengerti tentang materi yang disampaikan.

Refleksi: merupakan salah satu dimensi penting untuk kelas yang merdeka. Pada sesi reffleksi peserta didik diminta untuk merenung sejenak dengan melihat kembali kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan kemudian menulis hal-hal yang terkait materi mana yang masih perlu perbaikan dan penjelasan ulang serta kesulitan apa yang peserta didik alami untuk proses pembelajaran selanjutnya. Kegiatan ini digunakan untuk membantu siswa mengukur kemampuan mereka secara mandiri.

Baca juga:  Siap Runtang-Runtung Tangani Covid

Serangkaian kegatan tersebut boleh dilakukan dalam satu kali pertemuan atau beberapa pertemuan disesuaikan dengan alokasi waktu per KD dalam satu semester. Salah satu kunci dalam merdeka belajar adalah melibatkan peserta didik beserta guru menentukan tujuan bersama, menentukan cara belajar dan mengakhiri dengan refleksi atas berlangsungnya proses pembelajaran. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Wonotunggal, Kabupaten Batang. (bat1/zal)

Guru SMPN 2 Wonotunggal, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya