alexametrics

Kualitas Pembelajaran PJJ Harus Setara dengan Tatap Muka

Oleh: Muh Dawam, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN sebagaimana artinya yang mengacu pada pembelajaran, pengetahuan, ketrampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Ialah suatu komunikasi verbal antar individu satu ke individu lainnya dengan langsung bertatap muka.

Komunikasi dalam hal pemberian pengetahuan bersifat timbal balik atau pertukaran informasi antara sang guru dengan sang murid.jadi pembelajaran akan tercapai secara maksimal dengab mode tatap muka. Karena dengan tatap muka terjadi interaksi langsung.

Selama pandemi COVID-19 belum terkendali, pembelajaran jarak jauh tampaknya akan tetap menjadi metode pembelajaran utama bagi banyak murid. Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, misalnya, menyebabkan pemerintah menunda rencana sekolah tatap muka di Jawa-Bali dan Pemerintah dan sekolah perlu terus mengembangkan strategi pembelajaran jarak jauh agar kualitasnya setara dengan pembelajaran tatap muka, mengingat hal ini akan tetap bertahan selama pandemi maupun pada masa depan.

Baca juga:  Canva, Salah Satu Aplikasi yang Menarik dalam Pembelajaran IPA

Di tengah kualitas pembelajaran jarak jauh yang belum setara antardaerah, ketertinggalan hasil belajar bisa makin melebar bagi para murid tersebut. Dengan demikian, pengembangan pembelajaran jarak jauh yang kualitasnya setara dengan sekolah tatap muka merupakan kebutuhan mutlak setiap sekolah.

Upaya pengembangan ini memerlukan kerja gotong royong segenap pemangku kepentingan pendidikan. Apalagi, pada masa depan, pembelajaran jarak jauh dapat menjadi bagian penting dalam sistem sekolah – baik secara penuh maupun digabung dengan tatap muka. Meski pandemi berakhir, pembelajaran jarak jauh pun akan tetap ada dan tidak boleh diperlakukan sebagai sekadar respons darurat.

Berbagai pembangunan infrastruktur internet di Indonesia yang sedang berjalan juga akan membuat pembelajaran jarak jauh semakin merata di seluruh Indonesia. Namun, hal itu tidaklah cukup.

Pertama, guru dan juga orang tua sebagai pendamping murid tidak hanya wajib fasih dalam teknologi pendidikan. Mereka juga harus memahami perbedaan kebutuhan murid ketika belajar di sekolah maupun di rumah. Organisasi yang peduli kesenjangan pendidikan seperti SchoolVirtually, misalnya, menyediakan pendekatan maupun rencana belajar bagi guru menggunakan teknologi rendah maupun tanpa teknologi sama sekali – dari cara menyusun rencana belajar dengan orang tua via WhatsApp (WA), hingga strategi mengantar materi dengan sistem antar jemput sekolah. Pemerintah bisa bekerja sama dengan organisasi semacam ini di Indonesia untuk membantu siswa yang minim akses pembelajaran jarak jauh.

Baca juga:  Bimbingan Karir melalui Home-Based Career Education Model

Kedua, pembuat kebijakan pendidikan juga harus terus berinovasi dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.Di Indonesia, selama ini inovasi pembelajaran jarak jauh masih fokus pada layanan daring (online), misalnya platform Rumah Belajar milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-ristek). Masih perlu banyak inovasi yang berbasis luring (offline) bagi mereka yang minim akses online learning.

Ketiga, melibatkan orang tua adalah hal yang tidak kalah penting dalam pengembangan pembelajaran jarak jauh. Selama ini, sekolah tidak begitu melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak – mereka hanya dilibatkan ketika ada rapat atau ketika membayar iuran sekolah. Padahal, orang tua berperan besar mendukung capaian akademik anak selama belajar di rumah – peran yang semakin nyata pentingnya selama pandemi COVID-19.

Baca juga:  Menghafal Nama Akun Berbahasa Inggris dalam Pembelajaran Akuntansi dengan Lagu

Pembelajaran jarak jauh yang berkualitas secara online maupun offline dapat membantu murid – apa pun latar belakangnya – mendapatkan layanan pendidikan setara dengan hasil sekolah tatap muka yang kita kenal selama ini. Indonesia sekarang mempunyai kesempatan membuat terobosan dalam pembelajaran jarak jauh. Apabila peluang ini kita maksimalkan, pada masa pasca pandemi COVID-19 nanti kita bisa mentransformasi sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan berkeadilan. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Warungasem. (bat1/zal)

Guru SMPN 1 Warungasem

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya