alexametrics

Kelas Terbalik, Solusi Saat Pandemi

Oleh : Rifki Khamdani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam dunia pendidikan saat ini yang juga terkena dampak dari Covid-19, siswa menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan pembelajaran menggunakan berbagai media teknologi. Seperti komputer, laptop, dan ponsel cerdas (smartphone) untuk berinteraksi dengan teman, guru, dan mencari berbagai referensi belajar dari internet.

Di era penyebaran virus Covid-19 saat ini menuntut siswa dan guru agar tetap dapat melaksanakan proses kegiatan pembelajaran. Memasuki tatanan kehidupan new normal di masa pandemi Covid-19 pendidik maupun siswa juga dituntut untuk mempunyai kemampuan belajar dan mengajar baik soft skill maupun hard skill.

Kemampuan tersebut perlu adanya, dikarenakan gaya hidup manusia mulai banyak perubahan cukup besar. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan di Indonesia yang diakibatkan adanya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi.
Untuk mengatasi masalah di atas, guru perlu menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 agar siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran secara pasif melainkan siswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran.

Baca juga:  Model Role Playing, Meningkatkan Kompetensi Materi Ekonomi

Salah satu model pembelajaran yang mempunyai cara belajar siswa aktif, kreatif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah model pembelajaran Flipped Classroom.

Pada dasarnya, konsep model pembelajaran Flipped Classroom yaitu siswa di rumah mengerjakan apa yang dilakukan di kelas. Yaitu belajar dengan memahami materi yang telah diberikan oleh guru. Dan di kelas siswa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan siswa di rumah yaitu mengerjakan soal dan menyelesaikan masalah (Yulietri, dkk).

Menurut Basal (2015: 34) langkah-langkah strategi Flipped Classroom antara lain: guru merencanakan secara rinci apa yang akan dipelajari siswa di rumah.

Memilih berbagai kegiatan yang sesuai yang memenuhi kebutuhan semua siswa. Pendekatan semacam itu bisa memberi kesempatan belajar yang kaya bagi siswa yang berbeda gaya belajar.

Baca juga:  Variasi Stimulus Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Menentukan bagaimana cara mengintegrasikan tugas dan aktivitas itu terjadi di rumah dan di kelas. Langkah ini sangat penting karena kelas yang membalik untuk menjadi pendekatan campuran. Karena itu, tidak ada bagian yang diimplementasikan terpisah. Mempresentasikan semua kegiatan secara terorganisasi. Karena itu menghubungkan pembelajaran di rumah dan di kelas.

Dalam pembelajaran IPA di SDN Penangkan menggunakan model Flipped Classroom dapat terlaksana dengan baik. Guru memberikan penugasan yang kontekstual sehingga siswa mudah mendapatkan sumber belajar serta mengeksplorasi pengetahuannya dengan baik. Dengan waktu tatap muka yang terbatas tidak menghalangi capaian materi dan pemahaman siswa. Pengetahuan awal siswa bisa terbangun melalui model ini yang kemudian dapat dikonfirmasi saat tatap muka secara langsung.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Bangun Datar Menggunakan Kertas Lipat Warna

Dapat disimpulkan bahwa kelebihan model Flipped Classroom adalah siswa lebih leluasa untuk belajar mandiri di rumah dan dapat mengulang-ulang mempelajari materinya hingga siswa paham dan siswa lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah dipelajari mandiri di rumah.

Sehingga siswa lebih matang dan siap saat masuk kelas dan pembelajaran dimulai. Siswa sudah punya pengetahuan awal sebelum masuk kelas dan bisa bertanya saat ada bagian materi yang belum dipahami yang butuh penjelasan dari guru. (wa1/lis)

Guru SDN Penangkan, Wonotunggal, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya