alexametrics

Mengamati Tata Surya dengan Stellarium

Oleh : Toto Rismanto S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SETIAP kegiatan apapun akan lebih bermakna apabila terlaksana dengan senang hati. Begitu pula dengan pembelajaran, akan berkesan apabila guru mampu menciptakan suasana yang bermakna, menarik, dan menyenangkan bagi siswanya.

Karena itu, seorang guru harus mampu membuat inovasi dalam pembelajaran serta mampu menggunakan media yang bervariasi. Pada era sekarang, penggunaan media tidak hanya berupa benda konkret atau gambar saja, tapi dapat menggunakan media interaktif digital untuk membantu penyampaian materi pembelajaran. Karena pada hakikatnya, media pembelajaran adalah alat bantu mengajar yang digunakan untuk menunjang metode mengajar yang dipergunakan guru (media pengajaran- Nana Sudjana, Ahmad Rivai). Salah satu media pembelajaran interaktif digital yaitu aplikasi stellarium.

Aplikasi stellarium sangat tepat digunakan untuk menjelaskan materi kelas VI semester 2 pada KD 3.7 mengenai tata surya. Seperti yang penulis lakukan di SDN 05 Semingkir. Stellarium merupakan aplikasi untuk mensimulasi penampakan segala macam benda langit di luar angkasa. Dengan menggunakan stellarium, seolah-olah kita memiliki sebuah teleskop untuk mengamati benda-benda langit.

Baca juga:  Meningkatkan Aktivitas Belajar Prakarya melalui Saintifik di Masa Pembelajaran Daring

Kelebihan stellarium ini tidak berbayar dan dapat diperoleh dengan mengunduh dari internet. Untuk meng-install stellarium dapat mengunjungi www.stellarium.org. Penggunaan program aplikasi ini sangatlah mudah, seperti halnya membuka dan mengaplikasikan program lain. Yaitu cukup dengan double click pada ikon stellarium.

Pada jendela awal membuka stellarium akan muncul gambar, kemudian masuk ke tampilan awal berupa landscape langit beserta tanah. Jika ingin memunculkan rasi bintang, cukup meng-klik menu yang berada pada menubar di bawah landscape. Variasi rasi bintang, nama rasi bintang, animasi rasi bintang, tukar antara puncak ekuatorial dengan azimut, modus malam, grid equatorial, grid azimuth, tanah, atmosfer, mata angin, dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Belajar Tata Surya dengan Video Pembelajaran Lebih Efektif

Untuk memulai pencarian sebuah planet, kita dapat melakukannya dengan menggunakan jendela pencarian (klik pada ikon Search window atau tekan F3) lalu ketik kata kunci “sun (untuk matahari), mercury (untuk merkurius), venus (untuk venus), dan seterusnya sesuai dengan kehendak kita.” Agar tampilan layar menjadi lebih sejuk, kita dapat menghilangkan efek atmosfer dengan meng-klik tombol Atmosphere pada toolbar di bagian bawah atau dengan menekan tombol A.

Selain dari fitur tersebut, terdapat fitur pengaturan waktu pengamatan, pencarian objek, pengaturan landscape, pengaturan tampilan, bahkan pemilihan tata nama astronomikal dari berbagai bangsa. Dengan kelengkapan tersebut, pendiskripsian terkait objek yang disampaikan akan lebih mudah dipahami. Selain fitur tersebut, stellarium juga dilengkapi dengan data objek, yang berisi magnitude, jarak, paralaks, sudut, ketinggian, dan sebagainya. Hal ini akan memudahkan dalam penghitungan jarak objek satu dengan objek yang lain.

Baca juga:  Role Playing Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Tata Surya

Kelebihan stellarium yang lain adalah dapat melihat letak objek benda langit, tampilan atmosfer, matahari terbit dan tenggelam yang manpak realistis, simulasi rotasi matahari, simulasi rotasi dan revolusi bumi, bulan serta dapat juga menampilkan simulasi gerhana matari atau gerhana bulan.

Dalam penyampaiannya di ruang belajar-mengajar akan lebih kondusif. Apalagi menggunakan LCD, lebih memberikan kejelasan kepada para penerima materi, khususnya siswa sekolah dasar. Semakin menarik dan lengkap media pembelajaran, maka materi yang dapat terekam oleh memori otak akan semakin besar.

Kegiatan belajar-mengajar di bangku sekolah, stellarium memiliki peran penting yang mampu menggantikan observatorium. Bahkan dapat memfasilitasi lebih dari observatorium, karena kelebihan yang dimilikinya. Stellarium sebagai media pembelajaran rekreatif yang membuat siswa dapat menerima pelajaran tanpa paksaan atau terbebani. (tt2/ida)

Guru SDN 05 Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya