alexametrics

Belajar Berhitung dengan Media Batu Kecil

Oleh : Rokhimah, S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK), penulis sering menjumpai beberapa anak yang kesulitan dalam belajar menghitung ataupun penjumlahan. Baik dalam penambahan maupun pengurangan suatu benda dengan media gambar. Beberapa kali anak diberi penjelasan namun hasilnya tetap belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terjadi di kelompok B TK ABA Menayu Muntilan, Kabupaten Magelang.
Guru menyadari bahwa kemampuan anak satu sama lain berbeda. Karena anak merupakan individu unik dan kekhasan tersendiri. Baik bawaan, minat, kapasitas, kemampuan dan latar belakang kehidupan masing-masing.

Dengan demikian untuk mengatasi permasalahan di atas, terkait aspek perkembangan kognitif anak khususnya dalam kemampuan berhitung dengan menggunakan media batu kecil. Media ini banyak terdapat di lingkungan anak maupun sekolah. Mudah diperoleh, aman dan nyata adanya (konkret). Dengan harapan kemampuan berhitung anak meningkat sesuai yang diharapkan.

Baca juga:  Alat Peraga yang Ramah Lingkungan bagi Pendidik Anak Usia Dini

Sesuai pandangan Pestalozzi bahwa segala bentuk pendidikan berdasarkan pengaruh panca indra dan melalui pengalaman-pengalaman tersebut potensi yang dimiliki oleh seorang individu dapat dikembangkan. Cara belajar yang terbaik untuk mengenal berbagai konsep adalah dengan melalui berbagai pengalaman, antara lain menghitung, mengukur, merasakan dan menyentuh.

Menurut Heinich, Molanda dan Russell (1993) media merupakan saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dan kata medium yang secara harfiah berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).

Media merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan. Tanpa media maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif.

Baca juga:  Pintar dengan Bermain Balok Angka pada Anak PAUD

Beberapa manfaat media pembelajaran di TK yaitu meningkatkan anak berinteraksi langsung dengan lingkungannya, memungkinkan anak adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing anak. Membangkitkan motivasi belajar anak, menyajikan informasi secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan, mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, mengontrol arah dan kecepatan belajar anak.

Penelitian yang dilakukan oleh British Audio-Visual Association menghasilkan temuan bahwa rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indra menunjukkan posisi sebagai berikut: 75 persen melalui indra penglihatan (visual), 13 persen melalui indra pendengaran (auditori), 6 persen melalui indra sentuhan dan percobaan, 6 persen melalui indra penciuman, dan lidah.

Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa pengetahuan seseorang paling banyak diperoleh dari visual (Badruzaman, Asep Hery Hermawan, Cucu Eliyawati : Media dan Sumber Belajar TK).

Baca juga:  Belajar Mitigasi Bencana Lebih Enjoy dengan Schoology Berbantuan Video

Ketika guru dalam proses pembelajaran menggunakan media visual batu kecil dalam menghitung jumlah hasil penambahan, anak lebih tertarik pada materi yang disampaikan guru, anak terlihat senang dan semangat untuk belajar. Ingin mencoba dan mencoba lagi menghitung mulai dari jumlah sedikit sampai yang lebih banyak.

Dari beberapa anak yang semula kesulitan dalam berhitung, mengalami peningkatan. Dengan demikian penggunaan media batu kecil dalam proses pembelajaran khususnya berhitung menjadi lebih efektif. (*/lis)

Guru TK ABA Menayu, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya