alexametrics

Metode CPS Penting dalam Pembelajaran Matematika

Oleh: Wahyu Eka Murjiyanta, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Praktik pembelajaran matematika di sekolah masih banyak yang menekankan pemahaman peserta didik tanpa melibatkan kemampuan berpikir kreatif. Peserta didik tidak diberi kesempatan untuk menemukan jawaban sendiri, dengan cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan guru, serta tidak terpancang pada algoritma baku. Salah satu metode pembelajaran untuk menumbuhkan kreativitas berpikir siswa adalah metode pembelajaran CPS atau Creative Problem Solving. Hal ini penulis coba terapkan di SMA Negeri 1 Ambarawa pada mapel matematika.

Menurut Moch. Agus Krisno Budiyanto (2016) dari buku berjudul Sintak 45 Pembelajaran dalam Student Centered Learning, Creative Problem Solving adalah adalah suatu model pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan (Zahara, 2012). Dengan menggunakan model pembelajaran ini, diharapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreativitas peserta didik dalam mempelajari matematika. Sehingga akan dapat memperoleh manfaat yang maksimal, baik dari proses maupun hasil belajarnya.

Baca juga:  RME Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Siswa dalam Belajar Matematika

Adapun tiga ciri utama dari Problem Solving adalah: Pertama, CPS merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran. Artinya, dalam implementasi CPS, ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. CPS tidak mengharapkan peserta hanya sekadar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran. Akan tetapi melalui Problem Solving, peserta didik aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.

Kedua, aktivitas pembelajaran CPS diarahkan untuk menyelesaikan masalah. CPS menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah, maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga, CPS dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah.

Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahap tertentu. Sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada datadan fakta yang jelas.

Baca juga:  Optimalisasi Google Form untuk Pembelajaran BTIK dengan Metode Make A Match

Indikator keberhasilan metode ini nampak dari beberapa hal, di antaranya peserta didik menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan, kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya. Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi peserta didik. Potensi intelektual peserta didik meningkat. Peserta didik belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan.

Dalam pembelajaran matematika dengan metode CPS ini, langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh guru didalam mengelola pembelajaran CPS antara lain: menyajikan masalah dalam bentuk umum. Menyajikan kembali masalah dalam bentuk operasional. Menentukan strategi penyelesaian. Menyelesaikan masalah. Dengan penerapan metode pembelajaran CPS ini, peserta didik akan menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan, kemudian menganalisanya dan meneliti kembali hasilnya. Dengan demikian, kemampuan berpikir (analisa) akan terbina.

Di sisi lain, kepuasan intelektual akan timbul dalam diri siswa sebagai hadiah intrinsik, sehingga potensi intelektual siswa meningkat, dan secara tidak langsung siswa akan belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan sebagai pengalaman. Dari melakukan dan pengalaman inilah, secara alamiah akan menumbuhkan berbagai alternatif alur penyelesaian yang berbeda dengan sebelumnya.

Baca juga:  Mengenal Lebih Dekat Keberagaman Budaya Bangsa dengan Pembelajaran Video

Bahkan, alur penyelesaian yang lebih singkat, praktis, dan berbeda dengan pola umum yang sudah ada. Namun demikian, menjadi tantangaan guru dalam menerapkan metode ini agar proses pembelajaran dalam menyelesaikan masalah, semua siswa terlibat secara aktif.

Dengan berbagai pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif, metode CPS pada proses pembelajaran matematika menjadi penting dalam rangkat meningkatkan krativitas berpikir matematika, bahkan merangsang minat. Diharapkan bermuara pada peningkatan nilai hasil, sehingga keluhan kejenuhan dan kesulitan siswa terhadap pelajaran matematika dapat dihindari. Sehingga hasil belajar matematika akan meningkat. (igi1/aro)

Guru Matematika SMA Negeri 1 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya