alexametrics

Layanan Bimbingan Konseling di Era New Normal

Oleh : SITI SAPTARININGSIH

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan istilah new normal. Virus Covid-19 yang menyebar di Indonesia awal 2020, mengakibatkan Indonesia mengalami masa pandemi cukup lama. Banyak hal berubah dalam kehidupan. Tidak terkecuali kegiatan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka, digantikan dengan kegiatan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran jarak jauh. Baik dalam jaringan maupun luar jaringan.

Begitu pula dengan layanan bimbingan dan konseling sekolah. Sekarang menggunakan teknologi berbasis internet atau media interaktif antara guru BK dan peserta didik. Inisiasi Work From Home (WFH) dan guru maupun peserta didik belajar dari rumah memberikan tekanan secara global untuk terbiasa dengan peralatan IT dan koneksi internet.

Layanan Dasar melalui Media membantu guru BK menyajikan informasi menjadi lebih menarik, menerima informasi/ keluhan/ kebutuhan bantuan dengan lebih cepat serta menjangkau peserta didik dengan jumlah banyak. Guru BK dapat mengembangkan berbagai media layanan BK secara kreatif dan inovatif. Sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Sebelum Covid, layanan Dasar BK melalui media bisa diterapkan dengan Papan Bimbingan, Kotak Masalah, Leaflet dimana media tersebut harus dikembangan menjadi media (Inovatif) BK.

Baca juga:  Layanan Bimbingan Klasikal dengan Game Edukasi Online Wordwall

Papan Bimbingan. Ini merupakan sarana memberikan informasi dan melakukan komunikasi interaktif melalui tulisan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik. Bagaimana menerapkannya di era new normal ? Guru BK bisa mengganti papan bimbingan dengan menggunakan poster yang memuat gambar dan informasi diberikan peserta didik. Penggunaan poster bentuk online bisa dibilang efektif untuk dilakukan di era new normal.

Kotak Masalah adalah salah satu instrumen media BK berbentuk kotak surat disiapkan menampung harapan, kebutuhan, keluhan, dalam bentuk tertulis. Kotak ditempatkan di lokasi paling mudah dijangkau. Di era new normal sekolah yang telah menggunakan website bisa lebih menerapkannya lagi karena berbasis online. Kotak masalah dapat dibuat sebagai salah satu menu dari web sekolah yang hanya dapat dibuka guru BK secara online. Kotak masalah juga diterapkan dengan menggunakan google form. Sehingga guru BK bisa mengasesmen permasalahan, mengevaluasi proses dan hasil layanan konseling.

Baca juga:  Role Playing dengan Media Video Menumbuhkan Karakter Semangat Kebangsaan

Leaflet merupakan salah satu media layanan BK dalam bentuk cetak dan dapat dilipat serta berisi informasi dalam bidang pribadi, sosial, belajar, atau karir. Contoh leaflet BK dengan topik menghilangkan stress misalnya, bisa dibuat dalam bentuk digital.

Dari beberapa media BK haruslah dikembangkan menjadi media yang kreatif dan inovatif. Untuk menghasilkan produk yang menjembatani penyampaian pesan bimbingan dan konseling yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk menangkap pesan dengan tepat. Pengembangan media BK seperti leaflet, poster, booklet, banner, web blog, video interaktif, photovoice, dan lainnya harus memperhatikan dukungan sarana/fasilitas, setting/lay out, daya tarik, konten media, penempatan, keterbacaan, komposisi, daya tarik.

Baca juga:  Pembelajaran Pembuatan Pola Busana SMK Tata Busana dengan Sistem Cad, Menghadapi Era Industri 4.0

Pada era new normal sekolah sudah harus bisa dan terbiasa dengan media online. Pengembangan media BK bisa disajikan secara online bukan hanya saat sekolah tatap muka saja. Itulah, sedikit penjelasan mengenai penerapan media online dalam manajemen layanan BK di era new normal. Meskipun banyak perubahan, layanan media BK masih diterapkan dengan pengembangan inovasi dengan media online. (kj1/fth)

GURU BK SMA NEGERI 6 SEMARANG

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya