alexametrics

Mengenal Para Tokoh Pahlawan dengan Puzzle

Oleh : Fitriana Kuswardani,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN di era digitalisasi berkembang pesat. Namun, modernisasi membuat peserta didik kerap melupakan sejarah perjuangan para pahlawan. Hal ini tercermin saat pembelajaran IPS mengenai Peristiwa Kemerdekaan dimana banyak tokoh pahlawan yang harus mereka ketahui.

Menurut Banks (Susanto, 2013:141) pendidikan IPS atau yang disebut social studies, merupakan pengetahuan yang bertujuan membantu mendewasakan dan memberikan suatu pengalaman pada siswa guna mengembangkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai-nilai untuk berpartisipasi dalam masyarakat, negara, dan bahkan di dunia. Akan banyak kendala sehingga para peserta didik mengalami kesulitan dalam mengingat para pahlawan tersebut.

Salah satunya masa penjajahan Belanda-Jepang. Banyak peserta didik yang lupa pada tokoh-tokoh para pahlawan, begitupun akan jasa-jasa mereka dalam memperjuangakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini bukan serta merta kesalahan satu pihak pada peserta didik, namun juga pada guru yang belum menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan. Guru cenderung menerapkan pembelajaran tradisional, menggunakan metode ceramah yang tidak memerlukan media pembelajaran. Hal ini membuat peserta didik cenderung pasif, sebab hanya mendengarkan saja. Materi yang diterima oleh anak lebih bersifat hafalan dan sulit dipahami oleh peserta didik.

Baca juga:  Dengan GTG Belajar Benda Hidup dan Tak Hidup di Sekitarku Jadi Mengasyikkan

Oleh karena itu, guru dituntut mampu berkreasi dan berinovasi. Guru harus mampu mengelola pembelajaran agar bisa berjalan dengan menyenangkan tapi materi tersampaikan. Semestinya guru juga mampu memanfaatan benda-benda yang ada di sekitar peserta didik sebagai alat pembelajaran atau media pembelajaran. Di sini penulis yang merupakan guru di SDN 1 Kalapacung menerapkan penggunaan media puzzle untuk membantu proses belajar mengajar dalam penyampaian materi untuk mewujudkan tujuan pembelajaran yang aktif, efektif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan penggunaan media puzzle akan terciptanya suasana yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa yang tinggi dalam proses pembelajaran.

Puzzle merupakan media yang mudah didapatkan, bahkan guru bisa membuatnya dengan memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:352), puzzle adalah teka-teki. Menurut Hamalik (1980: 57), gambar adalah sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan dan pikiran. Oleh karena itu, media puzzle merupakan media gambar yang termasuk ke dalam media visual karena hanya dapat dicerna melalui indera penglihatan saja.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Wudu melalui Video Pembelajaran

Di antara berbagai jenis media pembelajaran yang digunakan, puzzle adalah media yang paling umum dipakai dan termasuk media pembelajaran yang sederhana yang dapat digunakan di sekolah. Sebab puzzle itu disukai oleh siswa, harganya relatif terjangkau dan tidak sulit mencarinya.

Puzzle merupakan permainan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan anak dalam merangkainya. Puzzle merupakan kepingan tipis yang terdiri atas 2-3, bahkan 4-6 potong. Dengan terbiasa bermain puzzle, lambat laun mental anak juga akan terbiasa untuk bersikap tenang, tekun, dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kepuasan yang didapat saat anak menyelesaikan puzzle pun merupakan salah satu pembangkit motivasi anak untuk menemukan hal-hal yang baru (www.kafebalita.com:2009).

Baca juga:  Belajar Teks Prosedur Lebih Mudah dengan Media Gambar

Ada beberapa jenis puzzle (www.kafebalita.com: 2009), antara lain, 1) Logic Puzzle adalah puzzle yang menggunakan logika. 2) Jigsaw Puzzle adalah puzzle yang merupakan kepingan-kepingan. Disebut dengan Jigsaw Puzzle karena alat untuk memotong menjadi keping disebut dengan jigsaw. 3) Mechanical Puzzle adalah puzzle yang kepingnya saling berhubungan. Contoh puzzle pada mechanical puzzle adalah Soma Cube dan Chinese wood knots. 4) Combination Puzzle adalah puzzle yang dapat diselesaikan melalui beberapa kombinasi yang berbeda. Rubik’s Cube dan Hanoi Tower adalah contoh Combination Puzzle.

Mengenali pahlawan menurut ciri khas yang dimiliki setiap tokoh pahlawan sambil bermain merupakan hal yang menyenangkan. Peserta didik tidak hanya mendapatkan hafalan saja, namun mereka juga dituntut untuk fokus dan teliti dalam memasangkan potongan-potongan gambar sehingga terbentuk wajah dari seorang tokoh pahlawan. Hal ini tentu akan memberikan kesan dan pengalaman bagi peserta didik. (pb2/ida)

Guru SD Negeri 1 Kalapacung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya