alexametrics

Tingkatkan Kreativitas Menggambar Ekspresi dengan Metode Ekspresi Bebas

O l e h : Sri Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KREATIVITAS adalah kemampuan untuk mencipta. Artinya, bagaimana seseorang menggunakan daya imajinasinya dan sejumlah kemungkinan yang diperoleh karena interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain, serta lingkungan. Suatu kreativitas dapat mewujudkan ide cemerlang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh sebagian besar orang. Kemampuan ini dapat berguna untuk banyak hal, salah satunya untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.

Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui rendahnya kreativitas peserta didik yang terlihat pada kondisi peserta didik yang belum bisa menghasilkan gambar ekspresi dengan baik. Masih rendahnya kreativitas peserta didik dikarenakan belum tepatnya metode pembelajaran yang digunakan. Diantara berbagai metode pembelajaran, maka metode ekspresi bebas merupakan metode yang diharapkan dapat mempengaruhi minat dan kemampuan peserta didik dalam menggambar ekspresi.

Metode ekspresi bebas merupakan suatu metode yang memberi keleluasaan berekspresi pada anak-anak untuk mengungkapkan ide atau perasaannya ke dalam bentuk karya seni rupa tanpa dibatasi oleh hambatan- hambatan yang timbul dari ketentuan-ketentuan teknis yang konvensional di dalam menciptakan gambar, (Garha 1982:54). Metode ekspresi bebas digunakan untuk memberi keleluasaan kepada siswa untuk mengekspresikan 26 perasaannya ke dalam penciptaan karya seni.

Baca juga:  Islam dan Kebudayaan

Proses penciptaan seni dalam metode ini dimulai dari penentuan tema yaitu isi ungkapan yang akan disampaikan, media yaitu bahan dan alat yang dipilih untuk digunakan siswa dalam mewujudkan bentuk ungkapan seni, dan gaya ungkapan yaitu ungkapan seni yang sifatnya sangat individual sehingga setiap siswa akan menghasilkan karya seni yang berbeda-beda, (Ganda:2011). Metode ekspresi bebas seringkali disalahartikan menjadi “menggambar bebas”, atau “menggambar sesuka hati”.

Guru hanya mengintruksikan kepada siswa untuk melakukan aktivitas tanpa arahan dan tuntunan. Akibat yang terjadi adalah unsur ekspresi yang menjadi tuntutan dari metode ini terabaikan, sehingga hasil gambar siswa sering menyimpang dari tuntutan menggambar ekspresi. Jika kondisi di atas dibiarkan begitu saja maka dampak yang terjadi siswa menjadi jenuh dan segan untuk mengikuti mata pelajaran pendidikan seni rupa. Corak gambar siswa menjadi stereotype bentuknya “begitu-begitu” saja, tak ada perkembangan. Objek gambar juga tidak banyak bervariasi, pada umumnya berkutat pada sawah, gunung, atau matahari.

Baca juga:  Pembelajaran Aksara Jawa Asyik dan Menyenangkan dengan Media Couple Card

Metode ekspresi bebas menurut Ganda 2011, pada dasarnya adalah suatu cara untuk membelajarkan siswa agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Agar metode ekspresi bebas dapat tercapai secara maksimal, maka guru perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Menawarkan dan menetapkan beberapa pilihan tema sebagai perangsang daya cipta. Menetapkan beberapa pilihan mediabahan yang cocok, misalnya cat air, oil pastel, tinta bak, cat plakat dan sebagainya. Menjelaskan jenis kertas serta alasan pemilihan kertas tersebut. Menjelaskan bentuk kegiatan menggambar tersebut, apakah bentuk sketsa atau berbentuk lukisan.

Dalam metode ekspresi bebas ini kehadiran guru tetap diperlukan meskipun persentasinya sangat kecil. Kondisi ini sangat berarti bagi siswa yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar, namun bagi siswa yang memiliki motivasi rendah, kondisi ini dapat disalahgunakan untuk bermain-main. Dapat disimpulkan, metode ekspresi bebas adalah metode yang membelajarkan cara mengungkapkan ide maupun perasaan ke dalam karya seni rupa dengan menerapkan kebebasan namun tetap dibentengi bimbingan guru agar tetap pada kondisi yang bebas bertanggungjawab.

Baca juga:  Menumbuhkan Kesadaran Prokes Sejak Usia Dini dengan Metode Berkisah

Secara keseluruhan metode ekspresi bebas yang diterapkan di SLB-B Yaspenlub, Kabupaten Demak, dianggap sangat membantu dalam meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menggambar ekspresi, seperti yang telah diterapkan pada pembelajaran SBdP materi kelas I di SLB-B Yaspenlub Demak pada KD 3.1 Mengenal gambar ekspresi. (wa1/zal)

Guru SLB-B Yaspenlub, Kabupaten Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya