alexametrics

Teknik Cetak Tinggi Menggunakan Bahan Wortel

Oleh: Vista Rianda Sakti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, CETAK tinggi atau cetak timbul merupakan proses mencetak dengan memanfaatkan bagian yang paling tinggi dari alat cetak. Jenis karya seni grafis yang menggunakan teknik cetak tinggi biasanya melalui tahapan pembuatan cetakan dari bahan yang dicukil, sehingga permukaan menjadi tinggi dan rendah (relief). Pada bagian alat terdapat rol karet yang digunakan untuk mencetak pada lembaran kertas sehingga membentuk gambar sesuai dengan cetakannya.

Teknik cetak tinggi menggunakan bahan hardboard, karet, kayu, aluminium atau kertas karton, cat minyak, dan tinta. Alat yang digunakan pada cetak tinggi adalah pisau pahat dan rol. Contoh sederhana karya dalam bentuk alat cetak tinggi yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah adalah stempel. Hasil cetakan stempel berasal dari tulisan atau gambar yang timbul dan terbalik pada stempel.

Adaptasi dari stempel yang menggunakan teknik cetak tinggi bisa dibuat dengan bahan lain, seperti wortel, kentang, ubi, dan lobak. Keempat macam buah itu dipilih dengan alasan wortel, kentang, ubi dan lobak memiliki tekstur yang tidak terlalu keras dengan kandungan sedikit air sehingga mudah untuk dibentuk pola yang akan dijadikan sebagai stempel.

Baca juga:  Asyik Berhitung KaBaTaKu Menggunakan Jarimatika

Pada pembelajaran seni budaya pada siswa SMP Negeri 3 Warungasem, penulis menggunakan media wortel untuk materi teknik cetak tinggi pembuatan stempel, untuk mempermudah kegiatan praktek karena bahan mudah didapatkan.

Membuat stempel dari buah memang terkesan mudah, namun ada satu yang perlu diperhatikan, yaitu siswa harus membuat permukaan buah sangat datar agar pola yang dibuat pada stempel bisa terlihat dengan jelas setelah dicap. Jika permukaan stempel sebelum dibuatkan pola tidak datar, pola yang dibuat pada stempel tidak akan terlihat jelas setelah dicap, misalnya ada bagian putih yang tidak terkena tinta stempel.

Dalam membuat stempel dari bahan wortel, siswa bisa mengkreasikan teknik penorehan pola sesuai dengan yang diinginkan. Siswa bisa menoreh buah sehingga menghasilkan permukaan yang menonjol ke luar, yang akan menjadi pola stempel. Bisa juga dengan menoreh cekung ke dalam, sehingga menghasilkan pola stempel yang lebar dengan lubang-lubang di tengah.
Dengan menggunakan stempel yang telah dibuat sebelumnya, bisa dibuat gambar baru yang cukup menarik misalnya bunga dan kupu-kupu yang dibuat dengan memadupadankan dua jenis stempel yang terbuat dari wortel dan bahan lain (ketela, pelepah pisang, dan sebagainya)

Baca juga:  Orang Tua, Peranmu Tak Sebatas Banjiri Kuota Internet

Untuk memperindah gambar yang dibuat, siswa bisa mengkombinasikan stempel yang dibuat dengan berbagai warna cerah dan menarik seperti warna merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya. Dengan mempelajari dan mempraktikkan teknik seni grafis cetak tinggi bisa diproleh dua keuntungan, yang pertama yaitu sesuai dengan output sebenarnya teknik cetak tinggi berupa stempel, dan yang kedua berupa gambar baru yang bisa dihasilkan melalui cap stempel yang dibuat sebelumnya.

Pada saat proses pembuatan cetak tinggi menggunakan wortel siswa SMP Negeri 3 Warungasem, beberapa kesulitan yang ditemui antara lain, saat membuat bentuk pada wortel sedikit rumit, seperti membuat bentuk bunga serta batang. Kemudian pada saat memotong wortel dan pelapah pisang sering tidak rata. Wortel dengan menggunakan pewarna sering luntur.

Baca juga:  Memahami Karakteristik Pembelajaran Seni Budaya

Penulis mencoba membantu siswa mengatasi kesulitan itu dengan cara menyuruh siswa membuat sketsa agar lebih gampang menores maupun mencungkilnya. Juga meminta siswa memotong dengan hati-hati karena kerataan permukaan sangat menentukan hasil cetakan yang akan diperoleh. Kemudiaan pada saat menempelkan wortel pewarna tidak boleh terlalu cair, karena dapat menyebabkan hasil tersebut luntur. (wa1/zal)

Guru SMPN 3 Warungasem

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya