alexametrics

Belajar Asyik Masa Praaksara dengan Puzzle Jigsaw

Oleh : Dra. Nurhayati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPS materi sejarah manusia pada masa praaksara merupakan lingkup materi yang zamannya sangat jauh dengan para siswa. Hal itu menyebabkan peserta didik kurang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran ini. Kurangnya penggunaan media pembelajaran terutama pada pelajaran sejarah membuat pembelajaran kurang efektif dan menyenangkan. Guru biasanya menggunakan metode ceramah dan media buku teks sehingga sebagian besar siswa menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan dan bersifat hafalan.

Penggunaan media dan metode pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik siswa. Media pembelajaran penting digunakan saat proses pembelajaran untuk membangkitkan minat siswa. Media pembelajaran tidak hanya mencakup media elektronik melainkan berupa media sederhana yang disiapkan oleh guru. Salah satu media pembelajaran yang digunakan adalah media puzzle. Dalam pelatihan penggunaan media puzzle untuk pembelajaran IPS pada kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon, siswa meyakini bahwa media puzzle bersifat sederhana, mudah dibuat, dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.

Baca juga:  Serunya Belajar Greeting dan Leave Taking melalui Metode Role Playing

Metode bermain dengan media puzzle merupakan metode pembelajaran dengan cara melakukan permainan dengan menggunakan media potongan-potongan gambar yang disusun kembali menjadi gambar yang utuh. Siswa bermain dibagi menjadi beberapa kelompok. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di sekolah adalah puzzle jigsaw.

Alasan media pembelajaran puzzle ini diterapkan karena melihat kebutuhan dari siswa kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon . Siswa menginginkan media pembelajaran yang mampu memberikan visualisasi materi yang lebih menarik. Karena belajar dibarengi permainan akan menambah minat siswa untuk belajar sehingga pemahaman materi siswa baik. Dengan penggunaaan metode ini dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga akan berdampak positif pada prestasi belajar siswa.

Baca juga:  Aplikasi Quizizz sebagai Media Evaluasi Pembelajaran

Puzzle jigsaw merupakan metode pembelajaran kolaborasi antara permainan puzzle dengan metode kooperatif model jigsaw. Menurut Adenan (1989: 9), puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Sedangkan jigsaw adalah salah satu metode kooperatif yang lebih mengetengahkan kerja sama tim dalam memecahkan masalah.

Melalui metode puzzle jigsaw, siswa mendapatkan pengalaman secara langsung, membuktikan konsep secara menyenangkan, menggali kreativitas, melatih cara berfikir tingkat tinggi, menguatkan hafalan, belajar bekerja sama dengan teman, dan memperoleh kebenaran secara nyata dan ganda. Metode puzzle jigsaw diharapkan dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Dengan kata lain, penggunaan puzzle dalam pembelajaran dapat memperbesar minat dan perhatian siswa.

Adapun langkah-langkah pembelajaran, pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok induk. Setiap anggota kelompok mendapat kartu warna. Kedua, siswa yang mendapat kartu yang berwarna sama bergabung menjadi kelompok baru yang disebut kelompok ahli. Ketiga, setiap kelompok ahli mendapat sebuah puzzle dan menyusunnya. Keempat, kelompok yang telah berhasil menyusun puzzle berhak mengambil kartu soal dan menjawab pertanyaan yang ada pada kartu soal tersebut.

Baca juga:  Menjadi Kreatif dan Produktif dengan Pembelajaran Kolaboratif di Masa Pandemi Covid-19

Kelima, siswa kembali ke kelompok induk dan melaporkan apa yang telah didapat dari kelompok ahli. Keenam, kelompok ahli bertugas menjawab pertanyaan yang dibagikan guru berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dari kelompok ahli. Ketujuh, siswa melaporkan hasil kerja kelompok induk di depan kelas. Kedelapan, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

Dengan penggunaan puzzle yang diterapkan pada kelas 7 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon, hasil pembelajaran untuk materi Masa Praaksara meningkat daripada menggunakan pendekatan pembelajaran sebelumnya. (ump1/lis)

Guru IPS SMPN 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya