alexametrics

Pembentukan Karakter di Masa Pandemi melalui Pembelajaran PAI dan BP

Oleh: Sri Khakimah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setelah siswa kembali dapat belajar di sekolah dengan pembatasan dan prokes yang ditentukan, ternyata banyak permasalahan yang terjadi pada diri para siswa, terutama dalam perilaku kebiasaan di rumah selama pembalajaran masa pandemi Covid-19. Karena dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), tidak mudah dilakukan dan sangat berbeda dengan tatap muka. Siswa tidak melakukan interaksi langsung dengan guru, sehingga komunikasi yang terjalin antara guru dan siswa sangat terbatas.

Keterbatasan komunikasi inilah menyebabkan keterbatasan dalam menangkap informasi yang diberikan oleh guru, khususnya dalam konteks penanaman karakter. Di mana siswa cenderung bersikap kurang baik, seperti kesopanan menurun, susah diajak komunikasi, apatis dengan lingkungan sekitar, kecanduan game online, juga tata krama yang telah ditanamkan melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SD Negeri 1 Karangmalang sebelumnya menjadi berkurang. Tidak sedikit guru yang merasakan perubahan pada sikap siswa, dan banyak pula orang tua yang mengeluhkan karakter putra-putrinya.

Baca juga:  Integrasi Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kolaborasi pada Sistem Pencernaan

Di sinilah peranan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) merupakan sebuah pilar pendidikan karakter yang sangat nyata dalam menanamkan kembali pendidikan karakter kepada siswa. Dengan penyampaian materi-materi yang saling berkaitan dan pembiasan-pembiasan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan karakter siswa di SD Negeri 1 Karangmalang, walaupun ini bukan hanya tanggung jawab guru PAI dan BP saja. Namun semua warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama dan harus bahu-membahu melakukan upaya perbaikan sesuai peran masing-masing. Baik dari unsur pemerintah, para tenaga pendidik dan kependidikan, orang tua, dan seluruh warga masyarakat harus saling bekerja sama.

Karakter keagamaan peserta didik yang salah satu indikatornya menjalankan syariat agama dan menjauhi larangan-larangan agama (Mahrus:2014) harus terus diupayakan. Pendidikan agama diyakini dapat memotivasi peserta didik untuk memahami nilai-nilai agama. Sebab, pada hakikatnya pendidikan agama merupakan pendidikan karakter. Karena itu, pendidikan agama lebih dititikberatkan pada bagaimana membentuk sikap dan tingkah laku atau karakter keagamaan yang selaras dengan tuntunan agama.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Materi Cahaya dan Sifatnya melalui Metode Eksperimen

Nilai-nilai karakter keagamaan dalam kondisi Covid-19, terdiri atas: nilai ketuhanan seperti iman dan taqwa, ikhlas, sabar, syukur, dan istiqomah; serta nilai kemanusiaan seperti kesopanan, kejujuran, disiplin, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, peduli dan rela berkorban, bisa ditanamkan kembali kepada siswa di SD Negeri 1 Karangmalang dengan pengawasan dari semua tenaga pendidik dan kependidikan. Juga bekerja sama yang baik dengan orang tua serta masyarakat.

Adapun metode yang bisa digunakan di antaranya dengan mentode anjuran, keteladanan, pembiasaan, larangan, hukuman, dan pengawasan. Nilai-nilai di atas akan semakin ideal jika dikembangkan dengan bernafaskan semangat moderasi beragama. Seperti tasamuh (memiliki sikap saling menghormati), tawasuth (berimbang), ta’adul (adil kepada siapapun) dan tawazun ( nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan).

Dalam pendidikan karakter, Thomas Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik yang disepakati secara global, yaitu moral knowing atau memiliki pengetahuan tentang moral dan etika dalam masyarakat; moral feeling yaitu memiliki perasaan yang sesuai dengan moral, dan moral action yaitu melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai moral. Ketiga karakter ini berlaku secara global di seluruh dunia secara fitrah manusia. Untuk mencapai ketiga karakter ini, diperlukan tiga tempat pendidikan yang bekerja secara bersamaan, yaitu rumah, sekolah, dan masyarakat.

Baca juga:  Pentingnya Budaya Literasi di Sekolah

Dalam upaya pembentukan kembali karakter siswa di SD Negeri 1 Karangmalang di masa pandemi Covid-19, membutuhkan peranan penting dari seluruh unsur, baik pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan lapisan masyarakat dapat berperan aktif memanamkan kembali karakter siswa secara bersama-sama. Diharapkan siswa dapat kembali berperilaku sesuai karakter semula sebelum adanya pandemi Covid-19. Dan kita semua berharap semoga pandemi Covid-19 segera hilang dari bumi pertiwi Indonesia. (kd/aro)

Guru SD Negeri 1 Karangmalang, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya