alexametrics

Mengembangkan Pembelajaran Dinamika Hidrosfer dengan Inkuiri

Oleh : Dra. Siti Rikhayatun, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran HOTS dirancang dan dilakukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik supaya memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pembelajaran HOTS akan sulit diterapkan bila sekolah belum terbiasa menerapkan pembelajaran ini. Demikian juga dengan inkuiri sebagai salah satu model pembelajaran HOTS.

Ketika kita belum terbiasa menerapkan pembelajaran inkuiri maka akan menemui banyak kendala, baik alokasi waktu yang tersedia yang tahapan pencarian informasinya memerlukan waktu lama. Dan informasi atau data yang telah dikumpulkan oleh peserta didik juga sering tidak relevan.

Kesulitan itu tidak boleh melemahkan guru untuk tetap bersemangat menerapkan pembelajaran model inkuiri karena model pembelajaran ini memiliki banyak kelebihan. Kelebihan yang utama adalah meningkatnya pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Karena pengetahuan atau informasi yang mereka peroleh berdasarkan pengalaman belajar saat proses pembelajaran.

Pembelajaran model inkuiri melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki suatu (benda, manusia, atau peristiwa) dengan sistematis, kritis, logis, dan analitis. Sehingga peserta didik dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri (Sumarmi, 2012:17).

Baca juga:  Pembelajaran Geografi dengan Inquiry Based Learning Meningkatkan Pola Pikir Peserta Didik

Pembelajaran geografi kompetensi dasar menganalisis dinamika hidrosfer bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik akan pentingnya keberadaan hidrosfer, di mana air menjadi penopang berbagai bentuk kehidupan dan berperan penting dalam ekosistem.

Pentingnya menjaga kelestarian hidrosfer perlu ditularkan kepada peserta didik sebagai generasi muda, melalui upaya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dalam pembelajaran geografi peserta didik dibuka pemikirannya untuk memahami secara komprehensif fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kondisi kondisi alam yang semakin menurun dalam mendukung kehidupan yang ada.

Peserta didik diajarkan cara bersikap dan berperilaku yang baik terhadap lingkungannya. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik yang memunculkan rasa ingin tahu mereka, yaitu melalui proses inkuiri. Pembelajaran dimana peserta didik akan menerima banyak informasi yang menarik dari berbagai sumber.

Baca juga:  Aktifitas Fisik di Masa Pandemi Terhadap Olah Raga Pasing Atas dan Bawah pada Pembelajaran Daring

Penulis sebagai guru di SMAN 1 Ngluwar merasa penting untuk mengembangkan pembelajaran dinamika hidrosfer dengan inkuiri di sekolah walaupun banyak kendala. Guru di kelas tidak harus langsung menerapkan dengan pembelajaran inkuiri murni. Maka, penulis memulainya dari tahap yang sederhana yaitu model pembelajaran latihan inkuiri.

Harapannya setelah terbiasa dengan latihan inkuiri dapat diterapkan model pembelajaran inkuiri ilmiah. Latihan inkuiri memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keingintahuannya dan melakukan eksplorasi menyelidiki suatu fenomena. Joyce & Weil (dalam Ridwan Abdullah Sani, 2013:116-117) menjelaskan tujuan belajar menggunakan latihan inkuiri adalah mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis dan keterampilan intelektual dalam mencari jawaban untuk suatu permasalahan.

Sintak model pembelajaran latihan inkuiri adalah sebagai berikut : fase pertama dihadapkan dengan permasalahan. Fase kedua, pengumpulan data untuk verifikasi. Fase ketiga, pengumpulan data dalam eksperimen. Fase empat, organisasi, perumusan, dan penjelasan. Fase lima, menganalisis proses inkuiri.

Manfaat pembelajaran inkuiri bagi peserta didik adalah akan menyadari bahwa sumber informasi mengenai hidrosfer bisa datang dari mana saja, tidak semata-mata dari guru.

Baca juga:  Miliki Kemauan Keras dan Pratikkan

Hal ini sangat penting supaya peserta didik menjadi orang yang terbiasa mencari dan memanfaatkan informasi dari beragam sumber, mengklasifikasi mana yang sesuai kebutuhan mereka. Kemudian mengolahnya untuk dijadikan sebagai pengetahuan bagi dirinya. Pada akhirnya mereka memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap peran hidrosfer dalam kehidupan.

Bagi guru, secara perlahan berubah pola pembelajaran dari tradisional kepada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh informasi dari guru, tetapi memungkinkan kelas menjadi lebih hidup dan dinamis dengan munculnya tanya jawab, diskusi di dalam kelompok dan arus pertukaran informasi yang lebih banyak dan bermakna. Pembelajaran yang dirancang dan dikelola dengan baik akan dapat membuat peserta didik melakukan inkuiri dengan baik. (ng2/lis)

Guru Geografi SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya