alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak melalui Metode Bercerita dengan Gambar Seri

Oleh : Rokhimah, S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Menayu Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, merupakan lembaga pendidikan untuk rentang usia 4-6 tahun. Dalam upaya membimbing perkembangan jasmani dan rohani anak, pendidikan di TK mencakup beberapa aspek perkembangan. Salah satunya aspek bahasa.

Dalam perkembangan bahasa terutama berbicara pada kelompok B masih mengalami kendala atau masalah, antara lain: banyak anak belum mampu mengungkapkan perasaannya. Belum mampu menjawab pertanyaan guru dengan lancar. Beberapa anak jika ditanya atau diajak berbicara hanya diam.
Hal ini terjadi karena metode yang dipergunakan guru dalam proses pembelajaran belum tepat, yaitu dengan metode ceramah, membuat anak kurang aktif dan cepat bosan. Jika hal ini dibiarkan akan menjadi masalah besar dalam perkembangan bahasa anak.

Baca juga:  Belajar Perkembangbiakan Hewan dengan Bermain Puzzel

Sebagai solusi yang dapat dilakukan guru, berkaitan dengan permasalahan di atas, penulis mencoba metode bercerita dengan gambar seri untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok B di TK ABA Menayu.

Depdiknas (2001) mengungkapkan bahwa metode bercerita dengan gambar merupakan bentuk bercerita dengan alat peraga tak langsung yang menggunakan gambar-gambar sebagai alat peraga dapat berupa gambar lepas, gambar dalam buku atau gambar seri yang terdiri dari 2 sampai 6 gambar yang melukiskan gambar ceritanya.

Media gambar seri merupakan media gambar yang sifatnya berseri atau terdiri dari beberapa gambar yang memiliki keterkaitan antara gambar yang satu dengan yang lainnya.

Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar dengan cerita. Melalui metode bercerita anak dapat pengalaman serta pengetahuan yang akan disampaikan melalui cerita lisan. Selain itu metode bercerita dapat membantu anak dalam mengembangkan dan melatih kemampuan berbicara anak.

Baca juga:  Bunuh Kekasih Gelap karena Sakit Hati Dibanding-Bandingkan dengan Mantan Suami Korban

Berbicara bukanlah sekadar mengucapkan kata atau bunyi. Tetapi merupakan suatu alat untuk mengekspresikan, mengatakan, menyampaikan atau mengkomunikasikan pikiran, ide maupun perasaan. Berbicara merupakan keterampilan menyimak. Berbicara dan menyimak adalah kegiatan komunikasi dua arah atau tatap muka yang dilakukan secara langsung. Kemampuan berbicara berkaitan dengan kosa kata yang diperoleh anak dari kegiatan menyimak dan membaca.

Perkembangan bicara anak bertujuan untuk menghasilkan bunyi verbal. Kemampuan mendengar dan membuat bunyi-bunyi verbal merupakan hal pokok untuk menghasilkan bicara. Kemampuan berbicara anak akan berkembang melalui pengucapan suku kata yang berbeda-beda yang diucapkan secara jelas. Lebih jauh lagi kemampuan berbicara akan meningkat ketika anak dapat mengartikan kata-kata baru, menggabungkan kata-kata baru dan memberikan pernyataan dan pertanyaan (Nurbiana Dhieni, 2008).

Baca juga:  Upaya Meningkatkan Kelincahan melalui Sepakbola Mini

Ketika guru menerapkan metode bercerita dengan gambar seri dalam kegiatan belajar mengajar, anak lebih fokus memperhatikan cerita guru, serta antusias dalam kegiatan tersebut. Usaha gurupun tidak sia-sia. Terlihat dari hasil yang dicapai antara lain anak memiliki perkembangan kata yang lebih sehingga mampu mengungkapkan perasaannya, lancar dalam bertanya ataupun menjawab pertanyaan guru, dan sebagainya.
Dengan demikian metode bercerita dengan gambar seri sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok B di TK ABA Menayu. (mn2/lis)

Guru TK ABA Menayu, Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya