alexametrics

Mudah Memahami Materi Waris dengan Keris

Oleh : Dra. Maemunah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam melaksanakan pembelajaran sudah berupaya mengikuti aturan sesuai kurikulum 2013. Seperti menggunakan pendekatan saintifik dengan ciri mengamati, menanya, mengkolaborasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

Begitu juga dengan berbagai metode, dan model dalam menerangkan materi. Tetapi masih terjadi kurang memuaskan dan siswa cenderung kurang aktif. Kurang rinci dalam menerima materi, bahkan diam tidak memperhatikan. Sibuk dengan handphone. Sehingga pembelajaran terasa beku.

Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti banyak meteri dan istilah asing bagi siswa. Khususnya kompetensi dasar Mawaris. Sampai ada celetuk siswa, agama kok seperti mapel Matematika rumitnya, ada hitungannya juga. Penulis merasa tertantang dan berusaha mencari solusi.

Salah satunya dengan metode permainan dengan menggunakan kertas origami berisi materi Waris. Yang biasa disebut metode keris. Metode keris merupakan akronim dari pembelajaran menggunakan kertas origami yang memuat materi Mawaris.
Keris merupakan senjata tikam golongan belati berasal dari pulau jawa yang memiliki ragam fungsi budaya yang dikenal di Kawasan Nusantara bagian barat dan Tengah. Keris atau dalam Bahasa jawa disebut Tosan Aji merupakan penggalan dari kata tosan yang berarti besi dan Aji berarti dihormati. Jadi keris merupakan perwujudan besi dan diyakini memiliki kandungan makna harus dihormati, karena merupakan warisan budaya nenek moyang yang bernilai tinggi.

Baca juga:  Peran Guru dalam Mengoptimalkan Tugas-Tugas Perkembangan Peserta Didik di Sekolah Dasar

Keris merupakan metode pembelajaran ampuh untuk digunakan dalam mempelajari materi waris. Langkahnya, pertama guru membagi kelas menjadi 6 kelompok sesuai urut absen. Kedua guru memberi materi sesuai dengan kelompok dengan perincian kelompok satu materi ketentuan warisan yang terdiri dari no absen satu-enam materinya, pengertian waris, syarat waris, rukun waris, dalil naqli waris, mawani’ul irtsi, ketentuan harta sebelum diwaris, kelompok dua dengan materi ahli waris, menjelaskan ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan.

Kelompok tiga tentang ashabah dengan materi ashabah binnafsi, ashobah bil ghoir, ashobah ma’al ghoir. Kelompok empat dengan materi Hijab tentang hijab hirman dan hijab nuqsan. Kelompok lima dengan materi Furudhul Muqaddarah, dzawil furud setengah, dzawil furud satu per empat, dzawil furud satu per delapan, dzawil furud satu per tiga, dzawil furud satu per enam, dzawil furud dua per tiga.
Kelompok 6 dengan materi perhitungan warisan, tentang perhitungan yang ada ashobah, perhitungan warisan tentang “Aul, dan tentang Radd.

Baca juga:  Mengidentifikasi Sifat Bangun Ruang Sederhana dengan Metode Mind Map

Ketiga siswa siap dengan pembagian materi untuk dikuasai. Keempat siswa mempresentasikan sesuai dengan kelompok. Kelima siswa lain memperhatikan dan menyimak. Keenam masing-masing kelompok yang sudah presentasi memberi kesempatan bertanya kepada siswa yang lain, ketujuh masing-masing kelompok menjawab dan melaporkan kepada bapak/ibu guru yang mengajar. Kedelapan begitu seterusnya dalam aturan presentasi. Kesembilan guru merangkum dan memberi nilai bagi siswa yang aktif bertanya.

Dengan metode keris terjadi kondusif siswa yang lain berkompetisi dalam presentasi, daya kreatifitas siswa tercipta, persiapan materinya matang dan jelas. Mereka punya gaya mengajar yang variatif dan siswa semangat. Guru tinggal mengamati sekaligus penilaian keterampilan khususnya penampilan para siswa, sebagai nilai tambah.

Baca juga:  Tanya Jawab dengan Variasi Media Pembelajaran, Tingkatkan Hasil Belajar

Hal ini bisa berjalan seperti di SMA N 2 Mranggen khususnya materi waris pada mapel PAI BP kelas XII semester dua. Bisa juga diterapkan dalam berbagai mapel lainnya khususnya yang bersifat ilmu sosial. (m2/fth)

Guru PAI SMAN 2 Mranggen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya