alexametrics

Pengembangan LKPD untuk Melatih Kemandirian Belajar Matematika

Oleh : Dra. Sri Hastuti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan mata pelajaran yang penting dalam dunia pendidikan. Melalui pelajaran matematika, siswa akan dilatih berpikir logis, rasional, kritis, cermat dan luas. Menyadari pentingnya pelajaran ini perlu dilakukan pengoptimalan hasil belajar agar tujuan pendidikan tercapai.

Pelaksanaan pelajaran matematika selama ini sebagian besar guru hanya menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dijual umum. Isi LKS berupa kumpulan soal dan berbagai bentuk soal. Penyajian materi di dalam LKS cukup singkat dan padat tanpa ada panduan untuk bekerja. Sehingga LKS hanya berkesan sebagai buku berisi kumpulan soal semata.

Ada pula guru mengajar hanya mengandalkan sumber dari buku paket yang tersedia di perpustakaan. Belajar yang minim sumber belajar akan membuat anak tidak diberi kesempatan belajar mandiri. Guru berkesempatan mengubah agar matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan dan tidak abstrak lagi. Salah satu yang dilakukan guru yakni dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Baca juga:  Dampingi Siswa Paud saat Belajar di Rumah dengan Grup Kelas Orang Tua

Pengembangan LKPD yang dibuat guru dapat dibedakan dalam dua jenis. Pertama, LKPD tidak terstruktur. Jenis LKPD ini berisi lembaran materi pelajaran sebagai alat bantu mengajar yang dipakai untuk mempercepat pembelajaran, memberi dorongan belajar pada tiap individu. Berisi sedikit petunjuk tertulis untuk mengarahkan kerja siswa. Kedua, LKPD terstruktur. Jenis ini memuat informasi, contoh, dan tugas-tugas. Jenis ini dirancang untuk membimbing siswa dalam program kerja tanpa bantuan pembimbing untuk mencapai sasaran pembelajaran. Pada LKPD ini disusun petunjuk dan pengarahan. Jenis kedua ini tidak dapat menggantikan peran guru dalam kelas. Tetapi guru tetap dapat mengawasi kelas, memberi semangat dan motivasi belajar pada siswa.

Melalui LKPD guru menyajikan persoalan matematika secara open-ended dan non-rutin. Isi LKPD tersebut mengajarkan langkah-langkah dalam menemukan sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran, misalnya siswa menemukan rumus sendiri. Selain itu memfasilitasi siswa untuk dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Bahasa dengan Lesson Study

Upaya guru mengembangkan LKPD dengan penyajian berupa petunjuk, langkah memahami materi, langkah menyelesaikan tugas, daftar tugas, tempat mencatat hasil pengamatan atau pengerjaan soalnya. Guru dapat memberikan link materi yang diambil dari YouTube agar siswa dapat mengulang-ulang memutar dan memahami materi yang dipelajari. Bilamana guru mengalami kendala dalam merekam, dapat memberikan link yang sudah ada di internet tentang materi yang sesuai dan cocok dengan yang diajarkan.

Harapannya peserta didik tidak hanya membuka satu sumber belajar tetapi dapat mencari sendiri melalui media internet dengan sumber belajar yang beragam. Melalui LKPD ini guru juga dapat mencantumkan tugas untuk membuka beberapa platform sumber belajar lainnya agar berkembang. Pada saat KBM guru melakukan evaluasi menanya apa yang telah ditemukan anak dengan beberapa persoalan yang diberikan.

Kemandirian belajar anak berkaitan dengan mengerjakan sesuatu, mencapai dan mengelola sesuatu dengan pikiran sendiri. Kemandirian belajar memberikan rangsangan diskriminatif untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan akurasi peserta didik.

Baca juga:  Youtube sebagai Media Pembelajaran Menulis Geguritan

Menurut Peel (2020) kemandirian memiliki implikasi penting bagi anak untuk bertanggung jawab atas pengaturan dirinya sendiri selama pembelajaran. Kemandirian belajar akan memberikan peranan penting dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika secara daring berbantuan teknologi.

Sehingga anak dapat memecahkan masalah matematika lebih menarik. Pengembangan LKPD yang digunakan guru bergantung pada karakteristik peserta didik di setiap sekolah. Pelajaran matematika di SMA Negeri 5 Magelang cenderung menggunakan model pengembangan tidak terstruktur. Pengembangan LKPD dengan memberikan berbagai kemungkinan menyelipkan link dari internet maka dapat dikatakan pula berbasis android atau IT.

Guru saat mengulas video pembelajaran dapat menggunakan media WhatsApp grup, video call di Telegram, atau menggunakan google meet. Pembelajaran menggunakan pengembangan LKPD, guru dapat menciptakan siswa yang cerdas, terampil baik di saat pembelajaran tatap muka di kelas maupun belajar secara daring. (lm1/lis)

Guru Matematika SMA Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya