alexametrics

Membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Proyek

Oleh: Sri Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEJAK pandemi Covid-19 dunia pendidikan nyaris lumpuh. Meski proses pembelajaran berjalan secara daring akan tetapi peserta didik hanya mampu menyerap materi saja. Pembelajaran yang bersifat penanaman karakter kurang terserap maksimal. Sehingga selama pandemi telah terjadi penurunan nilai sikap peserta didik. Mengatasi hal tersebut pemerintah mengembangkan kerangka kurikulum sebagai upaya pemulihan pembelajaran, yaitu Kurikulum Merdeka, di mana pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai tahun Ajaran 2022 / 2023.

Kurikulum merdeka ini berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Selain materi yang esensial pemerintah berupaya untuk menhasilkan profil pelajar Pancasila. Ini merupakan tantangan, akan tetapi kita sebagai pendidikpun harus selalu siap untuk melaksanakan perubahan. Senantiasa berinovasi untuk dapat menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.

Baca juga:  Fun Make a Match dalam Mempelajari Fungsi Benda

Sebagaimana yang kami lakukan di SMP Negeri 2 Siwalan, pada pembelajaran Bahasa Inggris kelas IX semester genap pada KD.3.7 yaitu membandingkan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan beberapa teks naratif lisan dan tulis dengan memberi serta meminta informasi terkait fairytales pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya. Khususnya pada materi Narative Text.

Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2022 tentang Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020 – 2024 disebutkan bahwa Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan niai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

Baca juga:  Asyik Berliterasi lewat Mading Digital

Sedangkan pembelajaran berbasis Proyek menurut Fathurohman (2016,hlm.119) Pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Adapun sintak atau tahapan dari pembelajaran berbasis proyek adalah penugasan proyek, peserta didik mengamati dan memahami pertanyaan yang muncul dari fenomena sesuai dengan materi Teks Naratif.

Mendesain perencanaan proyek, langkah awal dari menjawab pertanyaan yang muncul peserta didik bekerjasama dengan kelompoknya secara kreatif menyusun perencanaan proyek yang akan dilaksanakan untuk menjawab fenomena sesuai dengan materi yang di bahas. Menyusun jadwal pelaksanaan proyek, peserta didik saling bekerja sama menjadwalkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada proyek tersebut. Memonitor kegiatan, Peserta didik bergotong dan mandiri memonitor dan mengevaluasi proyek kegiatan yang sedang di laksanakan.

Baca juga:  Tingkatkan Kerjasama Orang Tua dan Guru dengan Aplikasi Whatsapp

Jadi penanaman karakter membentuk pelajar Pancasila ini dapat dilakukan salah satunya melalui pembelajaran Bahasa Inggris kelas IX di semester genap sebagaimana yang kami lakukan di SMP negeri 2 Siwalan Kabupaten Pekalongan. Hal ini karena pada pembelajaran berbasis proyek ini peserta didik di ajak dan di latih untuk saling menghormati sesama anggota kelompoknya, bergotong royong dan bekerja sama dalam memecahkan masalah yang dihadapi, mandiri dan kreatif serta berkebhinekaan global dengan tidak memihak ataupun membeda-bedakan sesama anggota kelompoknya.

Dengan kegiatan pembeajaran berbasis proses ini selain materi esensial nya terserap penanaman karakter dalam upaya membentuk pelajar Pancasila pun tercapai. (kj1/zal)

Guru SMPN 2 Siwalan, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya