alexametrics

Mudah Pahami Materi Ketentuan Wilayah Laut NKRI dengan Media Visi

Oleh : Asih Purwati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pilihan agar kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama dan pembelajaran tetap bisa berlangsung. Namun demikian dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terdapat kendala-kendala yang dialami oleh siswa untuk memahami materi pembelajaran secara maksimal. Hal ini ditandai dari siswa yang tidak aktif mengikuti pembelajaran melalui aplikasi tertentu dan hasil penilaian yang diperoleh belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

Materi ketentuan wilayah laut NKRI merupakan bagian dari materi KD 3.2 mata pelajaran PPKn kelas X di SMAN 1 Ngluwar sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Materi ini menjabarkan berbagai aturan yang diterapkan dalam menentukan wilayah laut NKRI sesuai dengan ketentuan hukum laut internasional tentang wilayah laut, United Nations Convention on the Law of the Sea (1982). Indonesia sebagai negara maritim menerapkan aturan hukum internasional tersebut dalam menentukan wilayah laut. Ketentuan wilayah laut tersebut meliputi, wilayah laut teritorial, landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Baca juga:  Kiat Atur Jadwal Belajar di Rumah vs Kerja di Rumah

Semula penulis menyampaikan materi tersebut dengan media pembelajaran PTT. Materi disusun sesuai dengan urutan dengan penjelasan-penjelasan agar siswa membaca dan memahami dari slide satu ke slide berikutnya. Dimulai dengan pengertian wilayah laut, selanjutnya ketentuan wilayah laut laut NKRI dengan penjelasannya masing-masing. Ketentuan wilayah laut tersebut meliputi, wilayah laut teritorial, landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tanggapan siswa cenderung tidak aktif. Ketika dikonfirmasi tentang pemahaman dalam satu kelas hanya 5% siswa yang menjawab. Bahkan ada siswa yang meminta penulis untuk menjelaskan lagi dari awal. Penulis berusaha menjelaskan kembali dengan berkomunikasi dalam aplikasi schoology tersebut namun tanggapan siswa masih kurang aktif. Pada saat penilaian tentang materi ini, hanya 10 dari 36 siswa memperoleh nilai sesuai kriteria ketuntasan minimal. Hal ini menjadi indikator bahwa penyampaian materi tentang ketentuan wiayah laut NKRI mengalami kendala.

Penulis mengubah media pembelajaran yang semula dengan media PPT dengan media pembelajaran visi atau video animasi. Melalui media pembelajaran video animasi menampilkan alur yang sistematis karena sudah disusun sesuai dengan konsep yang akan dijabarkan. Sehingga memudahkan dalam memahami objek tertentu. Penulis menyusun materi ke dalam video animasi dengan menjabarkan berbagai aturan yang diterapkan dalam menentukan wilayah laut NKRI sesuai dengan ketentuan hukum laut internasional tentang wilayah laut, United Nations Convention on the Law of the Sea (1982).

Baca juga:  Tumbuhkan Kesadaran Politik Pemilih Pemula melalui Pembelajaran SIMAKPOL

Negara Indonesia sebagai Negara maritim menerapkan aturan hukum internasional tersebut dalam menentukan wilayah laut. Ketentuan wilayah laut tersebut meliputi, wilayah laut teritorial, landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Satu persatu menggabungkan gambar dan keterangan-keterangan yang memperjelas materi dengan menambahkan audio penjelasannya. Secara runut dimulai dengan video animasi ketentuan wilayah laut territorial yang posisinya lebih dekat dengan daratan, kemudian landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Setelah video animasi tersusun, maka kemudian dimasukkan dalam aplikasi scholoogy. Penulis mempersilakan siswa untuk menyimak video animasi tentang ketentuan wilayah laut NKRI dan kemudian meminta siswa untuk menyampaikan pedapat atau menanyakan jika ada yang belum jelas. Tidak lupa disampaikan juga tugas yang harus dikerjakan dan diunggah dalam aplikasi tersebut sebagai uji kompetensi terhadap materi tersebut.

Baca juga:  Bouncing Ball Tingkatkan Hasil Belajar Tenis Meja

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tanggapan siswa cenderung lebih aktif. Ketika dikonfirmasi tentang pemahaman dalam satu kelas 70% siswa menjawab dengan benar. Siswa juga aktif bertanya tentang materi yang merupakan pengembangan dari materi tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa siswa antusias untuk memahami materi secara maksimal. Hasil penilaian dari materi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, 80% siswa dalam satu kelas memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal. Hal ini menjadi indikator bahwa penyampaian materi tentang ketentuan wiayah laut NKRI dengan media pembelajaran video animasi dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari materi ketentuan wilayah laut NKRI. (nov/ton)

Guru SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya