alexametrics

Memahami Nilai – Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari – Hari melalui Video Animasi

Oleh : Dwi Narto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA hakikatnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki potensi spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan.

Pada umumnya pembelajaran di sekolah berfokus pada penyelesaian materi tujuan pembelajaran dan kita lalai mengembangkan potensi pada diri peserta didik hingga budi pekerti peserta didik.

Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah – sekolah , mengajak peserta didik untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa.

Melalui materi yang diajarkan pada mupel PKn kelas VI semester I kompetensi dasar Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya penerapan nilai – nilai pancasila dalam semua aspek kehidupan.

Baca juga:  Dampak Pandemi Covid-19 pada Pembelajaran di PAUD

Agar materi yang diajarkan dapat dipahami oleh peserta didik, Guru perlu mecari model ataupun media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Untuk memudahkan peserta didik kelas VI SD Negeri Mintaragen 6 Tegal memperoleh pemahaman yang lebih tentang penerapan nilai – nilai pancasila, guru menggunakan media video animasi.

Animasi berasal dari kata Animation yang dalam bahasa inggris to animate yang berarti menggerakkan. Menurut Bustaman “Animasi adalah suatu proses dalam menciptakan efek gerakan atau perubahan dalam jangka waktu tertentu dan bisa juga dikatakan berupa perubahan bentuk dari suatu objek ke objek lainnya dalam jangka waktu tertentu”. Suciadi mengatakan “Animasi adalah sebuah objek atau beberapa objek yang tampil bergerak melintasi stage atau berubah bentuk, berubah ukuran, berubah warna, berubah putaran dan berubah putaran-putaran lainnya”.

Animasi dalam dunia pendidikan berperan sebagai media pembelajaran yang menarik. Animasi merupakan salah satu bentuk visual bergerak yang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan materi yang sulit disampaikan secara konvensional. Animasi dapat diintegrasikan ke media lain seperti video atau presentasi sehingga cocok untuk menjelaskan materi-materi pelajaran yang sulit.

Baca juga:  Keterbatasan Sarpras Bukan Kendala dalam Pelajaran Atletik

Pemilihan video animasi sebagai media pembelajaran didasarkan pada kecintaan dan kedekatan anak –anak pada dunia animasi. Bisa dikatakan hampir semua peserta didik pernah melihat video animasi. Siapa yang tidak tahu dengan Ipin Upin, Nusa dan Rara, Adit Sopo Jarwo dan lainnya. Karakter yang ditampilkan oleh masing – masing tokoh dapat dengan mudah diingat oleh peserta didik.

Pada pembelajaran penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui video animasi ,peserta didik diajak untuk dapat melihat, mengamati dan memahami sikap ataupun perilaku yang sesuai dengan nilai – nilai pancasila. Diharapkan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari siswa melalui video animasi dapat selalu diingat oleh peserta didik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari sama halnya saat mereka melihat video animasi Ipin Upin, Nusa dan Rara, Adit Sopo Jarwo dan lainnya.

Baca juga:  Video Tutorial untuk Mendukung Pembelajaran Sujud di Masa Pandemi

Pembelajaran dengan menggunakan video animasi adalah salah upaya yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran PKn kelas VI di SD Negeri Mintaragen 6 Kota Tegal agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, sehingga siswa dapat lebih memperhatikan pelajaran yang disampaikan dan memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri dan juga hasil belajar siswa dapat meningkat. Perubahan hasil belajar ternyata juga terlihat, dari kegiatan pembelajaran awal yang hanya memperoleh rata rata kelas 6,8 dan prosentase ketuntasan 6,45 sekarang menjadi 8,18 dengan prosentase ketuntasan 7,87. (nov2/zal)

Guru SDN Mintaragen 6 Kota Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya