alexametrics

Belajar Puisi melalui Silagusi

Oleh : Etnawati Sri Muljani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENURUT KBBI, puisi atau sajak adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait, gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Sedangkan menurut Wikipedia, puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Berbeda dengan karya-karya sastra lain (seperti: prosa, cerpen, roman, dan novel), puisi merupakan karya sastra yang sangat menonjolkan keindahan bahasa, kedalaman makna, dan kepadatan bentuk.

Puisi merupakan salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI di SMA Negeri 2 Grabag. Pada materi ini siswa siswa diminta untuk membuat sebuah puisi. Menulis puisi ternyata tidak mudah bagi sebagian siswa, karena mereka menganggap dirinya tidak berbakat, tidak memiliki jiwa seni, tidak tahu cara menulis puisi, tidak dapat merangkai kata-kata indah, dan sebagainya.

Agar siswa tertarik dengan puisi, maka pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi puisi, disajikan dengan mengubah lagu menjadi puisi dan melagukan puisi atau sering disebut musikalisasi puisi. Penulis menyebutnya dengan istilah silagusi (puiSI LAgu – laGU puiSI : mempuisikan lagu – melagukan/menyanyikan puisi/musikalisasi puisi/mengubah puisi menjadi lagu). Mempuisikan lagu yaitu siswa memilih sebuah lagu yang disukainya dan ditampilkan layaknya membaca puisi, sedangkan melagukan puisi/musikalisasi puisi yaitu mengubah puisi sebagai lagu.

Baca juga:  Discovery Learning Prasmanan Meningkatkan Antusiasme dan Tanggung Jawab Belajar

Musikalisasi puisi adalah bentuk penggabungan seni membaca puisi dengan seni musik. Dalam Proses Musikalisasi Deavies Sanggar Matahari (1996) karangan Freddy D. Arsie, musikalisasi merupakan bentuk ekspresi sastra, yakni puisi, dan memadukannya dengan berbagai unsur seni, mulai dari musik hingga seni tari. Mengutip dari Musikalisasi Puisi: Tuntunan dan Pembelajaran (2008) karya Ari KPIN, musikalisasi puisi merupakan cara membawakan puisi kepada penonton lewat persembahan musik, baik nyanyian, iringan musik ataupun lagu.

Musikalisasi puisi adalah bentuk penggabungan seni membaca puisi dengan seni musik. Melalui musikalisasi puisi (mengubah puisi menjadi lagu), seorang pendengar yang kurang paham menjadi paham, dengan mengkolaborasikan antara sastra dan musik atau suatu kegiatan pembacaan puisi dengan cara dilagukan, diberi irama, atau diiringi musik yang sesuai dengan isi puisi.

Baca juga:  Kotak Curhat pada Google Form untuk Layanan Individual

Langkah-langkah pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 2 Grabag pada materi puisi sebagai berikut : guru menyampaikan materi tentang pengertian puisi, struktur puisi (struktur fisik dan struktur batin puisi), dan jenis-jenis puisi. Struktur fisik puisi yang terdiri atas perwajahan puisi (tipografi), diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, dan rima atau irama. Sedangkan struktur batin puisi terdiri dari : tema/makna (sense) , rasa (feeling), nada (tone), dan amanat/tujuan/maksud (intention).

Selanjutnya, guru memperkenalkan jenis-jenis puisi baik berdasarkan periodisasi, bentuk, maupun aspek ungkapannya. Berdasarkan periode waktu ada puisi lama seperti mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, talibun, dan sebagainya. Sedangkan puisi baru contohnya balada, himne, ode, epigram, romansa, elegi, satire.

Berdasarkan bentuknya ada distikon, terzina, kuatren, kuint, sekstet, septima, oktaf atau stanza, soneta, puisi kontemporer, puisi mantra, puisi mbeling, dan puisi konkret. Puisi berdasarkan aspek ungkapannya ada puisi lirik dan puisi epik. Jenis puisi yang lain adalah puisi santai yaitu puisi yang tidak terlalu ambisius untuk menjadi puisi. Ia lahir dari pengalaman sehari-hari yang tidak dapat diremehkan.

Baca juga:  TTS sebagai Bagian dari Pembelajaran Sosiologi

Setelah mengenal jenis-jenis puisi, guru memberikan contoh dengan memilih salah satu lagu kemudian dibacakan seperti halnya membaca sebuah puisi. Kemudian mendiskusikannya dengan siswa dalam menggolongkan jenis, menentukan struktur fisik dan struktur batin puisi tersebut.

Langkah berikutnya siswa diminta memilih salah satu lagu yang disukainya dan dibaca layaknya membaca puisi di depan kelas. Siswa-siswa yang lain memberikan pendapat mengenai jenis, struktur fisik, dan struktur batin puisi tersebut. Tugas selanjutnya, siswa diminta untuk menuliskan puisinya sendiri dan menyanyikannya sebagai lagu.

Kelebihan mengajarkan puisi dengan silagusi di SMA Negeri 2 Grabag antara lain : menggunakan media yang sederhana sehingga mudah diterima dan mudah dilakukan, siswa bebas menentukan lagu dan jenis puisi sesuai pilihannya sendiri sehingga tidak ada keterpaksaan dan merasa terbebani.

Kelebihan yang lain dari silagusi yaitu memotivasi siswa agar lebih kreatif, memiliki kepekaan, membangkitkan imajinasi, mendorong untuk mampu berpikir dan menggerakkan pikiran, serta sebagai hiburan yang menyenangkan. Melalui silagusi diharapkan siswa SMA Negeri 2 Grabag menjadi lebih paham dalam menulis sebuah puisi dan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. (rn1/zal)

Guru SMAN 2 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya