alexametrics

Variasi Stimulus Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh: Nurkadi, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MOTIVASI belajar siswa dalam melakukan pembelajaran sangat penting. Sebab, dengan adanya motivasi dapat mendorong semangat siswa untuk belajar. Jika tidak ada motivasi, maka siswa tidak akan semangat melakukan pembelajaran. Motivasi belajar bisa mempengaruhi hasil belajar siswa. Seorang siswa yang kurang motivasinya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Djamarah dalam (Sandika, 2016) menyebutkan, motivasi belajar merupakan penggerak atau pendorong yang dapat membuat seseorang melakukan kegiatan belajar secara terus-menerus. Penyebab rendahnya keberhasilan belajar terletak pada motivasi. Terlebih lagi, pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran daring, yang masih baru bagi mereka. Adanya pergantian sistem pembelajaran ini, penting bagi guru membantu siswa beradaptasi dalam pembelajaran daring maupun PTM terbatas.

Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, penulis di SD Negeri 02 Sijeruk, Sragi, Kabupaten Pekalongan menggunakan berbagai variasi stimulus. Menurut Usman (2009: 84) variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam situasi belajar-mengajar. Siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, antusias, serta penuh partisipasi.

Baca juga:  Implikasi Edmodo untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Keterampilan memberikan variasi stimulus adalah keterampilan untuk meningkatkan perhatian siswa pada saat sedang pembelajaran. Dan anak tidak akan merasa bosan sehingga akan mengganggu proses belajar. Untuk itu, guru harus dapat memberikan variasi stimulus kepada anak didiknya agar anak dapat lebih termotivasi dan lebih semangat lebih menarik. Keterampilan memberikan variasi stimulus, juga dapat memberikan kesempatan perkembangan bakat bagi anak didik terhadap hal-hal baru.

Ada beberapa faktor penghambat dalam pemberian variasi dalam pembelajaran siswa SD. Faktor penghambat biasanya datang dari orang tua dan lingkungan siswa. Maka dari itu, peran guru sangat penting bagi perkembangan siswa, karena guru bukan hanya berperan sebagai pengajar di depan kelas saja atau penyampai materi saja. Tetapi guru juga berperan sebagai motivator bagi siswa.

Baca juga:  Ciptakan Pengalaman Belajar IPS yang Bermakna dengan Metode Portofolio

Beberapa variasi stimulus yang penulis lakukan adalah: Pertama, variasi dalam gaya mengajar guru. Meliputi: Variasi suara. Suara guru dapat bervariasi dalam intonasi, nada, volume, dan kecepatan. Penekanan (focusing), untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan penekanan secara verbal biasanya dikombinasikan dengan gerakan anggota badan. Pemberian waktu (pausing). Untuk menarik perhatian siswa dapat dilakukan dengan mengubah suasana menjadi sepi, dari suatu kegiatan menjadi tanpa kegiatan/diam, dari bagian pelajaran ke bagian berikutnya.

Kontak pandang. Bila guru berbicara atau berinteraksi dengan siswa. Sebaiknya mengarahkan pandangannya ke seluruh kelas menatap mata setiap siswa untuk dapat membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian. Gerakan anggota badan (gesturing). Variasi dalam mimik, gerakan kepala atau badan merupakan bagian yang penting dalam komunikasi. Pindah posisi. Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang, dari sisi kiri ke sisi kanan, atau di antara siswa dari belakang ke samping.

Baca juga:  Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Sikap Lilin

Kedua, variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran. Meliputi: Variasi media pandang. Penggunaan media pandang dapat diartikan sebagai penggunaan alat dan bahan ajaran khusus untuk komunikasi. Variasi media taktil. Variasi media taktil adalah penggunaan media yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajar.

Ketiga, variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa. Meliputi: Siswa mandiri. Siswa bekerja atau belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru. Siswa pasif. Siswa mendengarkan dengan pasif, situasi didominasi oleh guru, di mana guru berbicara kepada siswa.

Dengan melakukan berbagai variasi stimulus pembelajaran, siswa tetap memiliki motivasi belajar yang tinggi, tetap semangat dan tidak mudah bosan dalam belajarnya. Sehingga diharapkan hasil prestasi belajarnya juga semakin baik. (ump1/aro)

Guru SD Negeri 02 Sijeruk, Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya