alexametrics

Strategi Pembelajaran Waktu Pandemi

Oleh : Asriyah Kusumawati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan usaha atau proses yang melibatkan peserta didik dan pengajar dalam suatu waktu dengan tujuan mencapai manusia yang bermartabat. Di Indonesia, pendidikan diatur dalam peraturan yang mewajibkan setiap warganya menempuh pendidikan.

Meski sudah diatur dalam susunan peraturan yang jelas, sudahkah pendidikan kita mencapai tujuannya? Suatu pendidikan dapat dikatakan berhasil atau tidak tergantung pada hasil dari pendidikan itu sendiri. Apakah anak yang menempuh pendidikan terlihat lebih atau tidak, dapat menjadi tolok ukur suatu keberhasilan pendidikan itu sendiri. Hakikat pendidikan bukanlah angka, tapi proses.

Bagaimana seseorang terbentuk menjadi manusia yang semestinya adalah inti dari pendidikan. Maka, guru harus mempunyai strategi dalam menyampaikan pembelajarannya. Menurut para ahli strategi pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan seorang guru untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Penulis ingin menyampaikan gagasan strategi kita dalam menyampaikan dengan pembelajaran agar lebih menarik, dan menyenangkan.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Puisi Lebih Mudah dengan Spider Concept Map

Menurut Hilda Taba (1962:19), strategi pembelajaran adalah urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel pembelajaran dan sistematis. Suparman (2001) mengatakan strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.

Adapun yang ingin penulis ungkapkan adalah strategi yang sangat unik. Yaitu dengan strategi JEMPOL. Penjelasannya, J adalah jujur. Dengan menanamkan kejujuran pada siswa, kita akan membentuk karakter siswa. Tanpa kita sadari kita akan membentuk karakter yang bagus. Karena kejujuran adalah modal utama dalam berbagai hal.

E adalah enjoy. Dengan kita memberikan pembelajaran dengan membiasakan anak enjoy atau kebebasan dalam mengikuti pembelajaran, maka siswa merasa nyaman, bahagia dan tidak merasa tertekan. Jadi mereka dengan enjoy mengikuti pembelajaran yang akan kita sampaikan tanpa ada rasa paksakan.

Baca juga:  Mudahnya Menulis Surat Pribadi dengan Examples Non Examples

M adalah menyenangkan, menggembirakan, membanggakan. Dengan kita memberikan pembelajaran yang menyenangkan, menggembirakan dan membanggakan, siswa akan antusias dalam mengikuti pembelajaran yang kita suguhkan. Dengan kata lain kita menyampaikan pembelajaran sesuatu yang menyenangkan, materi yang kita sampaikan dengan gaya dan cara yang menyenangkan,dengan demikian secara otomatis siswa akan bangga dan gembira mengikuti apa yang kita berikan. Dengan cara kita memberikan pujian kepada siswa yang aktif, berani menjawab ataupun berani bertanya. Jangan sekali-kali kita mematahkan semangatnya, menghina, mengejek atau merendahkan.

O adalah berorientasi pada masa depan. Berorientasi ke masa depan merupakan kunci pokok seorang pelajar, sehingga mereka mempunyai cita-cita sedini mungkin. Dan mereka dengan sungguh-sungguh akan meraih mimpi tersebut. Kita sebagai pendidik, hanya memberikan motivasi dan dorongan yang positif agar tercapai apa yang mereka inginkan sesuai dengan cita-cita dan keinginannya.

Baca juga:  Mendongkrak Pemahaman Teks Bacaan dengan Metode Kobe

L adalah loyal. Loyal merupakan penanaman rasa memiliki sekolah tempat menuntut ilmu. Loyal merupakan rasa memiliki terhadap sekolah yang akan kita tancapkan pada siswa. Siswa yang rasa memiliki sekolahnya tinggi, mereka akan meraih mimpi-mimpinya. Sehingga mimpi tersebut akan dikejar.

Dengan demikian strategi JEMPOL yang penulis terapkan, pada siswa SMPN 1 Grabag dapat menjadikan kesepahaman antarsiswa dan guru. Kesepahaman, dan kesungguhan dari kita akan menghasilkan siswa yang berkarakter dan bermartabat yang tinggi. Mengantar siswa meraih mimpi di masa depan.

Diharapkan dengan strategi ini akan menambah wawasan dan motivasi bagi kita sebagai pendidik. Dan anak-anak akan mengingat kata-kata itu dengan senang dan menancap di hatinya. (gr1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya