alexametrics

Pemanfaatan Media Sosial YouTube dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Oleh : Heni Tri Hartatik, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semenjak pandemi Covid-19, terjadi perubahan besar pada dunia pendidikan. Sebelum pandemi siswa ke sekolah mengikuti pembelajaran, namun karena pandemi siswa mengikuti pembelajaran di rumah secara daring maupun hybrid. Pembelajaran hybrid merupakan model pembelajaran yang mengombinasikan metode tatap muka dan metode e-learning. Hal itu menuntut guru mencari cara agar pembelajaran mudah, murah, lancar, dan efektif.

Berbagai aplikasi digunakan guru untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran maupun penugasan. Guru “dipaksa” menguasai beberapa platform dan aplikasi yang ada, mencari yang tepat untuk mengajar. Salah satu aplikasi yang dipilih dan digunakan untuk pembelajaran, khususnya di SMA Negeri 5 Magelang yaitu menggunakan telegram.

Aplikasi telegram menjadi pilihan guru untuk mengajar jarak jauh maupun hybrid didasarkan pada kemenarikan dan kemudahan. Aplikasi telegram tersebut digunakan di SMA Negeri 5 Magelang karena dapat digunakan untuk mengajar layaknya menggunakan aplikasi zoom. Melalui video call telegram guru bisa menyampaikan materi secara langsung seperti pada aplikasi zoom atau google meet. Kelebihan dari aplikasi telegram ini tidak terlalu membutuhkan kuota yang besar, sehingga masih bisa dijangkau peserta didik.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Koordinat Kartesius dengan Geogebra

Namun aplikasi yang mudah dan murah itu pun menyisakan permasalahan. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh masih ada beberapa peserta didik yang tidak mengikuti pembelajaran dengan berbagai alasan. Misalnya sakit, izin ataupun tanpa keterangan. Dalam pembelajaran bahasa Jawa, masih ada peserta didik mengikuti pembelajaran jarak jauh tidak secara penuh. Ironisnya ada yang hanya mengisi presensi kemudian menghilang.

Guru harus mencari trik jitu agar peserta didik betah dan senang dalam belajar, tertantang untuk maju. serta tidak terjadi learning loss. Maka, guru mengambil sikap mengatasi masalah tersebut. Guru berinisiatif membuat video pembelajaran sesuai kompetensi dasar yang diajarkan, kemudian di-upload di media sosial YouTube.

YouTube merupakan media sosial berbasis video yang diakses menggunakan internet, disediakan bagi yang membutuhkan informasi secara audio dan visual. Platform ini merupakan bentuk publikasi yang dapat dibagikan ke seluruh penjuru dunia (Muhaemin, 2017).

Baca juga:  Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Integral dengan Zoom Meeting

Penerapan di dunia pendidikan peserta didik akan memperoleh manfaat ganda. Pertama, peserta didik yang sudah ikut pembelajaran ataupun yang sedang berhalangan hadir saat pembelajaran dapat dengan mudah mengakses materi yang telah disampaikan guru lewat link YouTube.

Peserta didik dapat memutar ulang, dan mencermati materi khususnya materi yang sulit dalam pelajaran bahasa Jawa. Kedua, peserta didik menjadi senang belajar, tidak merasa bosan berada di kelas mendengarkan penjelasan guru. Mereka seolah mendapat hiburan, padahal sebenarnya belajar.

Dengan adanya video pembelajaran ini, guru pengampu sangat terbantu karena tidak perlu berulang-ulang menjelaskan materi yang sama pada kelas yang sama.

Setiap peserta didik yang ketinggalan pelajaran, bisa langsung diarahkan untuk membuka link pembelajaran sesuai materi yang mereka butuhkan. Selanjutnya jika ada hal yang belum jelas, peserta didik disilakan bertanya kepada guru melalui WA ataupun telegram.
Pemanfaatan media sosial YouTube ini ternyata mendapat respons yang positif dari peserta didik.

Baca juga:  Pandai Berbicara Makanan Tradisional Jawa dengan Menjadi Youtuber

Selain menghemat waktu dan tenaga, dengan upload video pembelajaran pada YouTube, menghemat tempat penyimpanan data pada gawai/handphone atau laptop. Peserta didik tidak perlu mengunduh video, cukup menyimpan link YouTube-nya saja. Peserta didik yang mempunyai gawai android yang sederhanapun bisa membuka video pembelajaran bahasa Jawa setiap saat mereka perlukan.

Video pembelajaran bahasa Jawa ini memuat materi-materi bahasa Jawa yang disampaikan guru saat pembelajaran daring maupun hybrid. Guru dapat membuat video pembelajaran yang diperlukan pada saat jam-jam senggang di sekolah maupun di rumah. Hal ini tentu dapat menambah wawasan dan kemampuan pendidik dalam memanfaatkan IT maupun media sosial untuk hal-hal yang positif. Mengajar berbantuan media YouTube merupakan salah satu penerapan mewujudkan pembelajaran abad-21 yang sarat teknologi. Di sini kompetensi guru akan makin terasah, pelaksanaan pembelajaran menjadi mudah, siswa maupun guru menjadi senang. (lm1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMAN 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya