alexametrics

Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika dengan Snowball Throwing

Oleh: Siti Handayani,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA adalah salah satu ilmu yang memiliki peranan penting bagi kehidupan. Hampir semua jenjang, matematika tergolong mata pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa. Persepsi siswa bahwa matematika itu mata pelajaran yang menjadi momok yang sangat menakutkan. Sehingga akan berdampak terhadap suatu keberhasilan tujuan pembelajaran matematika.

Oleh karena itu, untuk mengubah persepsi siswa dan menjadikan siswa menyukai matematika diperlukan adanya inovasi pembelajaran yang mampu menarik minat dan motivasi siswa untuk belajar matematika dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

Proses pembelajaran menurut Sanjaya (2011:2-3) haruslah beroentasi penuh kepada siswa (student active learning). Model pembelajaran merupakan suatu pilihan untuk melaksanakan perubahan. Guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan. Salah satu model pembelajaran yang dipilih dapat meningkat keaktifan siswa kelas 6 MI NU 26 Pidodowetan pada mata pelajaran matematika yaitu model pembelajaran tipe model Snowball Throwing (melempar bola pertanyaan).

Baca juga:  Snowball Throwing Bangkitkan Semangat Belajar Materi Pengenalan Perangkat Keras Komputer

Menurut Depdiknas (2001), Snowball Throwing adalah paradigma pembelajaran efektif yang direkomendasikan UNESCO, yaitu belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Model pembelajaran Snowball Throwing dapat membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan, menjawab pertanyaan, serta dapat mengurangi rasa takut bertanya kepada guru maupun teman yang lain, terutama pada mata pelajaran matematika.

Snowball Throwing dilakukan dengan pembentukan kelompok terlebih dahulu, kemudian siswa membuat pertanyaan di kertas, yang kemudian dibentuk seperti bola, lalu dilempar ke siswa lain untuk menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Berikut langkah-langkah dalam model pembelajaran tipe Snowball Throwing. Pertama, guru menyampaikan tentang materi yang akan disajikan dalam pembelajaran yang akan di lakukan. Kedua, guru membentuk kelompok-kelompok. Setelah terbentuk kelompok, guru memanggil ketua dari masing-masing kelompok untuk diberikan beberapa penjelasan tentang materi yang akan diajarkan.

Baca juga:  Mudahnya Ulangan Harian Administrasi Umum dengan Whatsapp Auto Respon

Ketiga, setelah memperoleh pengarahan dari guru, masing-masing ketua kelompok selanjutnya menjelaskan tentang materi yang diperoleh dari guru pada teman-teman kelompoknya. Selanjutnya, masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk membuat satu pertanyaan yang ditulis yang berhubungan dengan materi yang dijelaskan oleh masing-masing ketua kelompok. Keempat, kertas yang dituliskan pertanyaan oleh masing-masing siswa dibentuk seperti bola, lalu kertas tersebut yang sudah berbetuk bola dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain. Siswa yang memperoleh lemparan bola, selanjutnya diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis di dalam kertas tersebut secara bergantian.

Kelima, guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dengan membenarkan jika jawaban benar, menegaskan apabila kurang pas dan menerangkan atau membahas soalyang baru saja dijawab.

Baca juga:  Metode Talking Stick pada Pembelajaran Mengemukakan Pendapat

Model pembelajaran tipe Snowball Throwing membuat suasana pembelajaran siswa kelas 6 MI NU 26 Pidodowetan lebih menyenangkan, siswa mudah memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari. Hal ini disebabkan siswa mendapat penjelasan dari teman sebaya yang secara khusus disiapkan oleh guru, serta mengarahkan penglihatan, pendengaran, menulis, dan berbicara mengenai materi yang didiskusikan dengan kelompok. (tt2/aro)

Guru MI NU 26 Pidodowetan, Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya