alexametrics

Belajar Gerak Berirama Asyik dengan Metode PBL

Oleh: Supriyanto,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang menarik dan mampu membangkitkan semangat siswa dalam menggali pengetahuan menjadi tujuan utama dalam skenario mengajar. Ada hubungan yang signifikan antara suasana menyenangkan dengan hasil belajar siswa. Maka tidak heran, banyak guru selalu berinovasi dan melakukan kreativitas pembelajaran semenarik mungkin agar pembelajaran menarik dan menyenangkan, meskipun tidak semudah dalam menerapkan dan mewujudkannya. Ini sebagaimana dialami penulis di kelas V SD Negeri 01 Klunjukan, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, masih terdapat siswa yang tidak bisa memahami dengan baik dan beberapa siswa mengalami kebosanan di kelas pembelajaran.

Permasalahan ini penulis mencoba menggunakan metode yang tepat pada materi pembelajaran Gerak Berirama pada mata pelajaran PJOK di kelas V. Penulis menerapkan metode project based learning (PBL) dalam pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran materi gerak berirama ini memuat dengan membaca materi buku dan diskusi kelompok, siswa mampu menyebutkan variasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama dengan tepat.

Baca juga:  Pentingnya Pola Makan Sehat di Sekolah

Dengan memperhatikan peragaan guru, siswa dapat mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama dengan percaya diri, serta dengan diiringi musik. Siswa mampu mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dalam aktivitas gerak berirama dengan serasi dan kompak

Menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sementara itu Saefudin (2014, hlm. 58) berpendapat bahwa project based learning merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.

Langkah-Langkah model pembelajaran PBL pada kelas materi gerak berirama sebagai berikut: pertama, penentuan pertanyaan mendasar. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu bagaimana mengkombinasi gerakan ayunan kaki dengan lengan. Pertanyaan ini menjadi penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.

Baca juga:  Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Sarapan Pagi

Kedua, mendesain perencanaan proyek. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik. Dengan demikian, peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

Ketiga, menyusun jadwal. Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek, membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek, membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru, membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan.

Baca juga:  Tes Evaluasi Tingkatkan Keterampilan Bermain Bulu Tangkis

Keempat, memonitor peserta didik dan kemajuan proyek. Guru bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain, guru berperan menjadi mentor bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Kelima, menguji hasil. Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Keenam, mengevaluasi pengalaman melakukan kombinasi gerakan berirama yang diiringi musik dengan memadukan lengan dan ayunan kaki. Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. (bk3/aro)

Guru PJOK SD Negeri 01 Klunjukan, Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya