alexametrics

Problem Solving Meningkatkan Daya Kritis Siswa pada Materi Ketenagakerjaan

Oleh : Judaeni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Diawali pada 2019 dengan munculnya virus varian baru di Wuhan, China yang kemudian menyebar ke seluruh dunia, maka saat ini korona menjadi pembicaraan yang hangat di belahan bumi.

Awal 2022 ditemukan lagi varian baru berupa Omicron merambat juga ke Indonesia. Masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan. Terutama pada lingkungan sekolah yang sudah mulai diizinkan pembelajaran tatap muka sesuai level kabupaten masing-masing dari 50 persen hingga 100 persen.

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak masalah baru yang terkait dengan berbagai sektor. Baik pendidikan, kesehatan, perdagangan, pariwisata, transportasi. Kenyataan ini telah memberikan dampak yang sangat signifikan terutama munculnya pengangguran yang bersifat nasional yang menyebabkan masyarakat tidak mempunyai penghasilan. Karena tidak mempunyai pekerjaan sehingga daya beli masyarakat turun.

Banyak pekerjaan yang hilang karena masyarakat tidak bergerak ke mana-mana. Seperti buah simalakama bila bekerja keluar rumah berisiko tertular tetapi apabila tidak keluar rumah tidak mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kehidupan keluarga terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Baca juga:  Pembelajaran Peta Berbasis Pengalaman Traveling dan Mapping

Berkaitan dengan situasi di atas maka siswa dalam materi ketenagakerjaan dilibatkan dalam pembelajaran menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving method). Metode pembelajaran problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan sekadar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2010:91).

Langkah-langkah metode pemecahan masalah (problem solving method) melalui tahapan berikut : pertama, merumuskan masalah yang terjadi berkaitan dengan ketenagakerjaan di masa pandemi meliputi pemberlakuan PSBB atau PPKM telah menyebabkan banya perusahaan tidak beroperasi, pemberlakuan berlaku asas no work no pay sebagaimana diatur pasal 93 ayat (1) UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Sistem pembayaran upah akan berubah sesuai situasi sehingga akan memunculkan perselisihan baru antara pengusahan dan tenaga kerja. Dampak Covid-19 bisa berujung PHK.

Baca juga:  Bubur Blendrang Muntilan, Sensasi Pedas dan Gurih di Suapan Pertama

Kedua, menelaah masalah yang terjadi berkaitan dengan ketenagakerjaan di masa pandemi. Ketiga, menghimpun dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis yang terjadi berkaitan dengan ketenagakerjaan di masa pandemi. Keempat, pembuktian hipotesis yang terjadi berkaitan dengan ketenagakerjaan di masa pandemi. Kelima, menentukan pilihan pemecahan masalah dan keputusan yang terjadi berkaitan dengan ketenagakerjaan di masa pandemi.

Manfaat metode pemecahan masalah (problem solving method) bagi siswa yaitu mengembangkan sikap keterampilan dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil keputusan secara objektif dan mandiri. Mengembangkan kemampuan berpikir para siswa, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambah.

Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang benar-benar dihayati, diminati siswa serta dalam berbagai macam ragam alternatif.

Baca juga:  Happy and Fun Belajar Hijaiyah dengan Kartu Puzzle

Tujuan dari pembelajaran problem solving adalah siswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya. Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi siswa. Potensi intelektual siswa meningkat. Siswa belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan.

Kelebihan metode pemecahan masalah (problem solving method) antara lain melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan, berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Kemudian merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalahyang dihadapi dengan tepat, serta dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia kerja. (ng1/lis)

Guru SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya