alexametrics

Belajar Sistem Peredaran Darah Sulit? Prosotan Lebih Asyik

Oleh : Ririn Setiyowati, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu kompetensi dasar muatan pelajaran IPA kelas lima adalah menjelaskan organ peredaran darah dan fungsinya pada hewan dan manusia. Serta cara memelihara kesehatan organ peredaran darah manusia.

Indikator yang dapat diturunkan dari kompetensi ini antara lain alur peredaran darah manusia baik peredaran darah kecil maupun peredaran darah besar, bagian-bagian darah dan peranannya dalam tubuh manusia.

Materi pada semester gasal ini banyak menggunakan kosakata asing seperti perikardium, pembuluh arteri, pembuluh balik, serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, bilik kiri dan vena pulmonalis. Istilah-istilah tersebut sangat membingungkan siswa. Sedangkan alur peredaran darah masing-masing bagian jantung serta pembuluh-pembuluh yang harus dilalui darah dalam peredarannya pun sulit dipahami siswa.

Di SDN Cepagan 02, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, penulis memanfaatkan metode “Prosotan” untuk membelajarkan materi IPA tersebut. Metode inovatif ini merupakan akronim dari problem solving dan tantangan.

Baca juga:  Tantangan Pembelajaran Tatap Muka setelah Masa Pandemi

Kegiatan yang ada di dalamnya adalah brainstorming sebagai upaya pemecahan masalah. Sedangkan tantangannya berupa simulasi sistem peredaran darah satu siklus, di mana siswa berperan sebagai eritrosit lalu berjalan dalam pembuluh darah sesuai dengan sistem peredaran darah manusia.

Media penerapan metode prosotan ini berupa lembar kerja siswa yang berisi beberapa masalah dari guru dan harus dipecahkan siswa dalam kelompoknya. Media untuk tahap tantangan simulasi berupa gambar penampang jantung, paru-paru, sebuah kotak bertuliskan seluruh tubuh, pembuluh nadi dan pembuluh balik dalam ukuran besar. Penulis menggambar organ-organ tersebut dengan panjang arena tujuh meter dan lebar arena empat meter dengan menggunakan kapur tulis di halaman sekolah. Empat bagian jantung digambarkan dengan ukuran dua meter persegi sehingga memungkinkan empat anak dapat masuk di dalamnya.

Baca juga:  Menumbuhkan dan Membangun Motivasi Siswa untuk Belajar

Media belajar lainnya berupa bendera dengan tangkai serutan bambu yang diberi logo dari kertas untuk melambangkan oksigen dan karbondioksida. Jumlah bendera oksigen empat buah yang ditancapkan di organ paru-paru. Kemudian delapan bendera karbondioksida yang ditancapkan masing-masing enpat buah di bilik kanan dan kotak seluruh tubuh.

Langkah-langkah meode prosotan ini diawali dengan mengambil tayangan video pembelajaran tentang sistem peredaran darah manusia. Kemudian siswa bergabung dengan kelompoknya untuk berdiskusi. Masalah-masalah yang harus diselesaikan siswa antara lain mengapa sistem peredaran darah manusia harus melalui paru-paru? Ke manakah aliran darah dari bilik kiri? Apa yang terjadi jika peredaran darah kecil terganggu? Untuk menjawab problem-problem tersebut siswa harus melakukan tantangan simulasi sistem peredaran darah.

Dalam praktik simulasi, satu kelompok terdiri dari empat anak dimulai dari bagian jantung bilik kanan. Di sana anak-anak mencabut bendera karbondioksida untuk dibawa ke paru-paru dengan melewati arteri pulmonalis. Sesampai di paru-paru, bendera karbondioksida diletakkan dan bendera oksigen dibawa sambil menjelaskan bahwa pertukaran gas ini terjadi di dalam alveolus.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar dengan Media VLOG

Kemudian siswa berjalan menuju bilik kiri melalui vena pulmonalis. Dari bilik kiri siswa membawa bendera oksigen untuk untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Di kotak seluruh tubuh ini bendera oksigen diletakkan dan mengambil bendera karbondioksida untuk dibawa kembali ke jantung bagian serambi kanan.

Setelah simulasi selesai masing-masing kelompok mengomunikasikan pengalaman belajarnya dan hasil brainstorming mereka. Kelompok lain menanggapi dan guru memberikan konfirmasi.

Metode prosotan ini sangat menyenangkan siswa. Hasil belajar pun memuaskan karena hampir semua siswa mendapatkan nilai ulangan harian yang melampaui kriteria ketuntasan minimal. (wa1/lis)

Guru SDN Cepagan 02, Kec. Warungasem, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya