alexametrics

Cetak Tinggi Proses Berkarya Seni Grafis yang Menyenangkan

Oleh : Heri Purnomo S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN seni budaya diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan, terhadap perkembangan peserta didik. Hal ini guna menumbuhkembangkan kepekaan rasa estetik, sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri setiap peserta didik secara menyeluruh.

Seni grafis merupakan salah satu bagian dari pembelajaran seni budaya di sekolah menengah pertama. Lingkup materi pembelajaran seni grafis di sekolah pertama, lingkupnya meliputi pengertian, ragam karya, bahan alat, dan teknik membuat karya seni grafis. Pengertian seni grafis yang ditulis dalam buku seni budaya kelas IX kurikulum 2013 oleh Rahmat Suherman dkk, 2010.

Karya seni grafis adalah ungkapan ekspresi dalam bentuk karya seni dua dimensi yang proses pembuatannya dilakukan dengan teknik cetak. Seni grafis berdasarkan hasil produknya memiliki keragaman karya, namun demikian untuk pembelajaran grafis pada tingkatan sekolah menengah pertama lebih menekankan pada teknik produk cetak buka desain.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur Berbasis Modul

Cetak tinggi merupakan salah satu teknik dalam pembelajaran seni grafis. Pembelajaraan seni grafis cetak tinggi memberikan semangat baru bagi siswa dalam berkarya seni rupa. Kebebasan penggunaan media dalam proses berkarya, sebagai salah satu unsur yang membawa semangat dalam berkarya. Dengan teknik cetak tinggi seorang siswa dalam membuat karya seni grafis meskipun tidak memiliki kemampuan menggambar baik.

Daya kreatif dan kemauan belajar yang tinggi menjadi faktor yang mendukung dalam berkarya seni grafis. Kondisi yang sama bahwa cetak tinggi memberikan semangat dan kesenangan siswa berkarya juga ada dalam kegiatan pembelajaran seni grafis di kelas IX SMP Negeri 2 Bobotsari. Hal yang dapat menjadi indikasi menyenangkan dalam pembelajaran seni grafis di SMP Negeri 2 Bobotsari adalah tugas dapat diselesaikan dengan baik dan waktu pengumpulan yang tepat.

Baca juga:  Menggambar ASIIIK pada Mata Pelajaran Seni Budaya

Teknik cetak tinggi menjadi pilihan dalam berkarya seni grafis karena beberapa sisi pertimbangan. Pertimbangan yang pertama adalah dari sisi kemudahan dalam proses pembuatan karya. Pembelajaan seni grafis teknk cetak tinggi dilakukan pada kelas IX siswa SMP Negeri 2 Bobotsari yaitu dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar lingkungan rumah ataupun sekolah.

Adapun bahan yang digunakan sebagai media cetak tinggi antara lain berupa pelepah pisang, daun daun, ubi, wortel dan lain lain. Proses berkarya cetak tinggi dalam hal ini sama dengan teknik melakukan stempel. Motif dalam satuan karya merupakan susunan imotif kecil dengan teknik stempel. Dengan penerapan teknik stempel dalam pembelajaran grafis menjadikan siswa antusias dan senang karena merasa bisa.

Dalam kegiatan pembelajaran seni grafis perencanaan terkait dengan produk yang dibuat sudah direncanakan dalam pemajangannya. Dengan sudah merencanakan titik pemasangan produk grafis diharapkan akan memberikan motifasi juga pada siswa untuk membuat karya secara maksimal.

Baca juga:  Belajar Pecahan lebih Menyenangkan dengan Metode Drill

Tampilan karya diatur dengan ukuran lebar 20 cm dan pajang 50 cm, karya dipajang dalam bentuk patriot atau vertikal. Media karya menggunakan kertas yang diberi alas kardus dengan tujuan untuk mendukung penampilan karya agar terlihat tebal seperti menggunakan media kayu atau triplek. Penggunaan media tersebut juga sebagai bentuk pemanfaatan bahan yang ada di sekitar.

Pembuatan karya dengan menggunakan media bahan yang sudah tidak dipakai selaras dengan sistem pengelolaan limbah pada sekolah adiwiyata. Undang-undang nomor 18 tahun 2008 menjelaskan bahwa prinsip pengelolaan sampah meliputi reduce, reuse dan recycle yaitu mengurangi, mengunakan kembali dan mengolah. (pb2/ida)

Guru Seni Budaya SMPN 2 Bobotsari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya