alexametrics

Tingkatkan Keterampilan Pukulan Mendatar Permainan Kasti dengan Lutung

Oleh: Hariyati Kasanah, M.Or

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam suatu permainan, keterampilan dasar harus dikuasai oleh setiap siswa agar dalam pelaksanaan permainan berjalan sesuai yang diharapkan. Begitu pula dalam permainan kasti, siswa harus menguasai keterampilan dasar, salah satunya adalah memukul bola kasti. Sebelum melaksanakan pembelajaran kasti, guru PJOK melakukan tes keterampilan memukul bola kasti untuk siswa kelas IV SD Negeri Kemiren Srumbung.

Instrumen yang digunakan adalah Tes Keterampilan Memukul Bola Kasti yang disususn oleh Arif (2013:31). Tes dilaksanakan dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk memukul bola yang dilambungkan oleh guru sebanyak 10 kali. Dari 30 siswa yang ada, hanya dua siswa (7 persen) yang mendapatkan kategori baik, kategori cukup sebanyak 10 siswa (33 persen), selebihnya sekitar 18 siswa (60 persen) siswa dikategorikan kurang.

Hasil tes ini tentu saja sangat mengecewakan bagi guru PJOK, sehingga menjadi perhatian yang sangat serius dan harus segera dicari solusinya. Guru PJOK harus berinovasi baik dari metode pembelajarannya maupun media pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran agar mampu meningkatkan kemampuan memukul bola siswa, khususnya pukulan mendatar.

Baca juga:  Menjaga Kebugaran Siswa melalui Media Youtube

Dalam kurikulum 2013 yang memuat mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SD, materi pukulan datar terdapat pada permainan kasti yang tertuang pada Kompetensi Dasar Mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam permainan bola kecil sederhana dan atau tradisional.

Menurut Kurniadi dan Prapanca (200:3) permainan kasti dimainkan oleh dua regu, yakni regu pemukul dan penjaga, masing-masing regu berjumlah 12 orang. Regu pemukul berusaha mengumpulkan nilai dengan memukul bola, kemudian mengelilingi lapangan. Sedangkan regu penjaga berusaha untuk menangkap bola, kemudian mematikan regu pemukul. Regu yang paling banyak mengumpulkan nilai adalah pemenangnya.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Sprint dengan Teknik Sidasi

Menurut Supriyadi (2010:8) keterampilan dasar permainan kasti adalah melempar, menangkap bola, mengoperasikan bola, dan keterampilan melakukan gerakan berlari atau berjalan. Keterampilan memukul bola harus dikuasai oleh siswa agar pukulannya sesuai yang diinginkan. Adapun cara memukul bola kasti bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu memukul dari bawah, mendatar dan atas. Pukulan mendatar akan menghasilkan bola mendatar dan keras.

Pada pembelajaran kasti sebelumnya, ketika siswa memukul, bola dilambungkan oleh siswa lain. Hal ini sangat berpengaruh pada hasil pukulan siswa, dikarenakan lambungan yang dilakukan oleh siswa yang lain sering tidak sesuai dengan permintaannya. Berdasarkan hal tersebut, guru PJOK membuat sebuah media pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam melakukan pukulan, khususnya pukulan datar, yaitu Lutung.

Baca juga:  Diagnosis dan Terapi Tolak Peluru Gaya Belakang

Lutung adalah singkatan dari bola unik yang digantung. Bola ini unik dikarenakan bola kasti diberi tali berupa benang string sepanjang 50 cm yang digunakan untuk menggantung di sebuah paralon setinggi dua meter. Paralon berbentuk huruf L. Saat bola menggantung, bola diayunkan oleh pemukul sendiri kemudian bola dipukul.

Ayunan bola saat menggantung bertujuan untuk menggantikan peran pelambung saat memberikan umpan. Dengan ayunan bola sendiri, pemukul bisa memperkirakan sendiri setinggi apa bola yang diinginkan, sehingga menghasilkan pukulan yang bagus. Untuk meningkatkan keterampilan pukulan datar, media Lutung dapat menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh Guru PJOK saat pembelajaran di sekolahnya. (ump2/aro)

Guru PJOK SD Negeri Kemiren, Srumbung, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya