alexametrics

Belajar Dinamika Kependudukan Langsung pada Sumbernya

Oleh : Erwin Nugroho, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena geosfer di permukaan bumi, beserta prosesnya. Fenomena geosfer bisa berupa fisik atau alami dan nonfisik atau sosial. Contoh fenomena geosfer fisik berupa gunung berapi, tanah longsor, gempa bumi, banjir, kekeringan dan lain-lain. Sedangkan contoh fenomena geosfer yang bersifat nonfisik atau sosial berupa kepadatan penduduk, kelahiran, kematian, perpindahan penduduk dan lain-lain.

Di kelas XI semester ke-4 fenomena geosfer yang bersifat sosial dipelajari dalam materi dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan. Agar siswa bisa mempelajari materi dinamika kependudukan dengan jelas maka harus mempelajari langsung pada sumbernya yaitu di kantor desa dengan melihat data-data kependudukan yang ada di desa.

Untuk mempelajari dinamika kependudukan secara langsung di desa, siswa sudah dibekali pengetahuan yang berkaitan dengan kependudukan yaitu angka kelahiran, kematian, migrasi penduduk, perbandingan jenis kelamin, ketergantungan, kepadatan penduduk kasar, kepadatan penduduk agraris.

Dalam kegiatan belajar dinamika kependudukan ini menggunakan sumber belajar dari data monografi di kantor desa. Jadi sumber belajar tidak dari buku pelajaran. Menurut Wina Sanjaya, sumber belajar meliputi orang, alat, bahan, aktifitas dan lingkungan. Kesemuannya dapat digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Macapat Menyenangkan dengan H5P

Menurut Sitepu, sumber-sumber belajar adalah usaha sadar yang dilakukan secara terencana, sistematis dan menggunakan metode tertentu untuk mengubah prilaku relatif menetap melalui interaksi dengan sumber belajar. Menurut AECT (Association of Education Comunication Technics) mengklasifikasikan sumber belajar dalam enam macam yaitu message, people, materials, device, technic dan setting (Ahmad Rohani dan Abu Ahmad, 1995:155).

Tujuan belajar dinamika kependudukan langsung di kantor desa yakni bisa memahami tentang dinamika kependudukan di tingkat rendah/desa, memahami pengetahuan di kelas dengan contoh nyata dinamika kependudukan di desa atau dalam lingkup yang kecil. Membandingkan perolehan data dari desa dengan desa yang lain, bisa membantu mencari solusi. Apabila di desanya terdapat masalah-masalah yang berkaitan denagn kependudukan, menambah wawasan tentang dinamika kependudukan di wiayah desa (dalam lingkup yang kecil).

Baca juga:  Prank Call Menurun, Kini Ghost Call Meningkat

Dalam pelaksanaannya siswa dibagi menjadi kelompok sesuai tempat tinggalnya atau desa masing-masing. Satu kelompok terdiri dari tiga siswa, kalau ada lima, tujuh siswa dalam satu desa maka bisa dibagi menjadi dua kelompok.

Untuk belajar dinamika kependudukan di kantor desa, maka diarahkan kepada siswa : membawa surat pemberitahuan tentang belajar dinamika kependudukan di kantor desa dari sekolah, sopan santun di dalam lingkungan kantor desa, dilaksanakan sesuai jam kerja di kantor desa. Apabila telah selesai, berpamitan dengan sopan. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka kedatangan siswa ke kantor desa bisa dilakukan dengan bergiliran dan tetap melaksanakan prokes, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Dampak belajar dinamika kependudukan secara langsung di kantor desa yaitu siswa merasa senang karena bisa belajar langsung di kantor desa, siswa memiliki rasa keingintahuan berkaitan dengan dinamika kependudukan di desanya.

Sedangkan dampak bagi desa yaitu akan merasa senang karena data-data yang ada di kantor desa bisa digunakan oleh siswa sebagai sumber belajar. Bagi desa karena datanya dipakai maka aparatur desa akan dengan senang hati, melayani siswa dengan baik.

Baca juga:  Memanfaatkan Microsoft Sway untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Hasil yang diperoleh setelah mempelajari dinamika kependudukan di kantor desa, siswa bisa mengetahui jumlah penduduk laki-laki di desanya, jumlah penduduk perempuan, jumlah penduduk total (laki-laki dan perempuan) di desanya, angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio). Kemudian jumlah kelahiran kasar, jumlah kematian kasar, jumlah migran keluar di desanya, jumlah migran masuk, jumlah penduduk belum produktif, jumlah penduduk produktif, jumlah penduduk tidak produktif, angka ketergantungan (dependency ratio), angka kepadatan penduduk kasar, angka kepadatan penduduk agraris.

Dari belajar dinamika kependudukan langsung pada sumbernya, dapat diperoleh pengetahuan, bahwa sumber belajar tidak harus dari buku-buku pelajaran, buku teks, tetapi bisa juga dari sumber aslinya secara langsung. Selain itu siswa akan senang dan akan memiliki keingintahuan yang tinggi. Jika pengetahuan itu sudah diperoleh, maka siswa akan puas. (ng1/lis)

Guru Geografi SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya