alexametrics

Optimalisasi Facebook untuk Layanan Bimbingan Konseling

Oleh : Irfa Khaula Rosyida S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, FACEBOOK adalah media sosial yang sangat akrab dan sering digunakan. Penggunaan Facebook pada umumnya untuk melihat profil, kabar, perjalanan, bahkan mencari komunitas yang mempunyai minat sama dengan kita. Penggunaan Facebook sebagai media pembelajaran pun sudah tidak asing lagi. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini yang membuat pembelajaran tatap muka dibatasi. Guru harus kreatif dan inovatif dalam memilih media pembelajaran yang efektif. Supaya siswa tidak merasa jenuh dan bisa mengikuti pembelajaran dengan optimal.

Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling (BK) juga merasakan dampak yang luar biasa dengan adanya pembelajaran jarak jauh ini. Perbedaan layanan BK dengan mata pelajaran adalah, tidak memberikan materi atau tugas-tugas untuk siswa. Hal ini yang menjadi faktor layanan bimbingan konseling menjadi nomor sekian bagi siswa.

Namun tidak bisa dipungkiri, kebutuhan siswa akan layanan bimbingan konseling cukup besar. Di antaranya di bidang belajar. Banyak ditemukan siswa merasa belum mampu menyesuaikan diri dengan model pembelajaran jarak jauh sehingga banyak yang mengalami kesulitan belajar. Disinilah peran bimbingan konseling dalam memberikan layanan.

Baca juga:  Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa lewat Sinema Konseling

Saat ini penggunaan gadget merupakan sebuah kebutuhan terutama untuk siswa kapanpun dan dimanapun media sosial selalu di akses. Facebook salah satunya, dalam satu hari siswa memperbaharui kabar di akun Facebook-nya bisa lebih dari satu kali. Berbeda keaktifannya ketika siswa diminta untuk mengakses platform yang berisi materi pelajaran pada hari itu.

Facebook menjadi salah satu alternatif media belajar yang digunakan. Selain karena siswa lebih aktif di media sosial dan menjadi menarik bagi siswa, ternyata banyak fitur di Facebook yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya fitur forum di Facebook. Fitur ini bisa digunakan untuk mengelola grup kelas untuk pemberian materi dan berkirim pesan. Fitur ini juga tidak kalah dengan platform video telekonferensi lainnya.

Baca juga:  Dua Siswi SMAN 2 Wonosobo Sulap Limbah Biji Carica Jadi Mi Sehat

Pada fitur ini bisa melakukan video telekonferensi yang menampung hingga 50 orang. Melalui Facebook juga keaktifan siswa dalam mengikuti layanan bimbingan konseling lebih antusias, karena mereka merasa dipahami oleh guru dan merasa lebih dekat secara sosial dan emosional.

Siswa selaku anggota grup bisa diajak bergabung dalam obrolan untuk diberikan materi layanan bimbingan konseling secara klasikal. Untuk layanan konseling yang sifatnya lebih pribadi juga bisa dilakukan misal bimbingan maupun konseling kelompok. Kreator forum bisa memilih untuk menjadikan forum terbuka bagi seluruh anggota grup atau hanya untuk yang diundang saja.

Apabila siswa menghendaki membahas topik tertentu, siswa dikelompokkan berdasarkan topik yang dipilih dan pertemuan telekonferensi bersifat terbatas. Untuk siswa yang masalah atau materi layanannya bersifat lebih pribadi bisa diawali dengan obrolan di messenger yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan konseling individu.

Baca juga:  Menceritakan Gambar Berseri dengan Pertanyaan Terbimbing

Ternyata penggunaan Facebook sebagai salah satu media untuk pemberian layanan bimbingan konseling dirasa cukup efektif dan dirasa cukup menyenangkan untuk siswa. Hal ini dipengaruhi karena Facebook adalah aplikasi media sosial yang cukup sering diakses dan banyak dimiliki oleh siswa. Selain itu, fitur yang dimiliki Facebook juga semakin banyak dan lengkap. Siswa dengan sukarela mengakses Facebook lebih sering dari platform pembelajaran lain. Sehingga ketika guru berbagi kabar atau materi, banyak siswa yang membaca meskipun itu hanya sekilas. (tt1/ida)

Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 2 Wonosobo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya