alexametrics

Pembelajaran Berbasis Karakter sebagai Alat Interaktif yang Baik

Oleh: Ahmad Sokhif, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pamdemi Covid-19 telah mengganggu proses pembelajaran secara konvensional. Maka diperlukan solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut. Salah satunya terletak pada penggunaan sistem pembelajaran yang harus disesuaikan dengan kondisi pandemi. Covid-19 telah merubah tatanan masyarakat.

Perilaku kehidupan dipaksa untuk berubah. Dari yang semula leluasa beraktivitas dan berinteraksi sosial, dipaksa beradaptasi dengan kebiasaan di rumah saja, menjaga jarak, dan berperilaku hidup bersih. Covid-19 telah merubah tatanan masyarakat. Perilaku kehidupan dipaksa untuk berubah.

Berdasarkan permasalahan tersebut, seperti di MIS Menjangan Kecamatan Bojong, penulis sebagai kepala madrasah berusaha memberikan gagasan strategi kepada rekan guru dalam usaha pendidikan karakter bangsa pada masa pandemi Covid-19 dengan strategi pendidikan karakter berbasis portofolio pada madrasah. Pendidikan karakter merupakan penciptaan lingkungan sekolah yang membantu siswa dalam perkembangan etika, tanggung jawab melalui model, dan pengajaran karakter yang baik melalui nilai-nilai universal (Berkowitz & Bier, 2005:7).

Baca juga:  Belajar Pancasila dengan Metode Make a Match

Kemendiknas (2011) telah mengidentifikasi delapan belas karakter yang harus mampu diimplementasikan oleh guru dalam proses pembelajaran di antaranya, pertama, religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,serta toleran terhadap agama lain. Kedua, jujur adalah sikap yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan. Ketiga, toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, ras, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain. Keempat, disiplin adalah tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Kelima, kerja keras adalah sikap dan prilaku yang pantang menyerah dalam upaya mencapai tujuan.

Keenam, kreatif adalah berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan hal baru dari sesuatu yang telah dimilik. Ketujuh, mandiri adalah sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Kedelapan, demokratis adalah cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Kesembilan, rasa ingin tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam atau mengetahui hal-hal baru.

Baca juga:  Solusi Kepala Sekolah Menghadapi Pembelajaran di Masa New Normal

Keepuluh, semangat kebangsaan adalah cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. Kesebelas, cinta tanah air adalah cara berpikir, bertindak, dan berwawasan kebangsaan selalu setia pada tanah airnya.

Keduabelas, menghargai prestasi adalah sikap dan tindakan yang berusaha menghasilkan prestasi atau mencapai kesuksesan dan menghargai keberhasilan orang lain. Ketigabelas, bersahabat/komunikatif adalah sikap dan tindakan yang terbuka dalam menjalin hububungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Keempatbelas, cinta damai adalah sikap dan tindakan yang mengutamakan perdamaian dan ketemtraman bersama. Kelimabelas, gemar membaca adalah kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca atau menggali informasi melalui media bacaan untuk kepentingan dirinya dan orang banyak,

Baca juga:  Pembelajaran Matematika Asyik dengan Aplikasi Schoology

Keenambelas, peduli lingkungan adalah cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Ketujuhbelas, peduli sosial adalah sikap dan tindakan ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Kedelapan belas, tanggung jawab adalah sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Dengan penerapan metode pembelajaran berbasis karakter sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan supaya peserta didik mampu bersaing, bermoral, sopan, dan dapat berinteraktif dengan masyarakat. (cd4/aro)

Kepala Sekolah MIS Menjangan Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya