alexametrics

Implementasi Karakter Berkebinnekaan Global dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Oleh : Lia Irnawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Karakter luhur bangsa masih sangat diperlukan dalam dalam kehidupan bernegara. Semua warga negara diharapkan untuk menanamkan karakter luhur bangsa terutama yang tertuang dalan nilai Pancasila. Begitu juga untuk pelajar diharapkan untuk menerapkan karakter bangsa dalam kehidupannya. Terutama karakter yang berkaitan dengan nilai luhur Pancasila.

Nilai luhur Pancasila merupakan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, penanaman karakter Pancasila masih sangat diperlukan di masyarakat, terutama di sekolah-sekolah. Visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024 menjelaskan bahwa pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Ciri-ciri profil pelajar Pancasila di antaranya adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinnekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Karakter berkebinnekaan global merupakan salah satu ciri dari profil pelajar Pancasila. Pelajar Indonesia agar berupaya untuk bisa mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya bangsa.
Kegiatan pembelajaran bahasa Jawa dapat mengimplementasikan profil pelajar Pancasila.

Baca juga:  Bisnis Plan sebagai Penanaman Karakter Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Ada beberapa karakter yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Jawa. Dalam hal ini penulis akan mengemas satu karakter yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Jawa yaitu karakter berkebinnekaan global. Bahasa Jawa merupakan wujud dari salah satu budaya luhur bangsa. Bahasa Jawa juga sebagai identitas dan lokalitas yang perlu dipertahankan oleh generasi penerus bangsa.

Merujuk dari Kurikulum 2013 Bahasa Jawa SMA di Provinsi Jawa Tengah ada beberapa materi yang menunjukkan sebagai lokalitas dan identitas yang bernilai luhur. Materi tersebut diantaranya adalah Serat Wedhatama (tembang macapat), gamelan Jawa, aksara Jawa, serta budaya Jawa. Dengan adanya materi tentang budaya Jawa tersebut dapat dijadikan sebagai media untuk mempertahankan budaya bangsa. Selain itu, materi tersebut juga dapat digunakan untuk memperkenalkan kepada kaum muda, khususnya para peserta didik untuk mengenal dan mencintai budaya yang dimiliki.

Baca juga:  Tingkatkan Kemandirian Siswa dengan Problem Posing dan Media

Berikut penulis sampaikan implementasi karakter kebhinekaan global dalam mata pelajaran bahasa Jawa pada materi teks eksposisi gamelan Jawa. Pada pertemuan pertama, peserta didik memahami teks dengan mengidentifikasi struktur dan kaidah teks eksposisi tentang gamelan Jawa. Peserta didik membaca teks dan memahami isinya, kemudian menemukan pokok isi teks eksposisi tentang gamelan Jawa. Peserta didik juga memahami jenis perangkat gamelan Jawa yang ada dalam teks. Selanjutnya menemukan nilai-nilai luhur yang ada dalam teks. Nilai luhur tersebut yang bisa dijadikan pedoman atau pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pertemuan berikutnya, peserta didik diajak untuk mengenal perangkat gamelan secara langsung. Peserta didik diajak melihat jenis perangkat gamelan. Guru menunjukkan kepada peserta didik jenis dan nama perangkat gamelan yang ada. Peserta didik mengenal jenis perangkat gamelan sesuai fungsi dan cara memainkannya. Dengan melihat perangkat gamelan secara langsung, peserta didik dapat mengetahui bentuk perangkat gamelan bahkan dapat. Peserta didik akan lebih mengenal gamelan sebagai kekayaan tradisi yang dimiliki. Jadi, peserta didik tidak hanya mengenal gamelan Jawa dari teks saja, namun diperkenalkan secara langsung sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri.

Baca juga:  Atasi Maladaptif Melalui Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Behavioristik

Dari proses pembelajaran di atas, peserta didik akan mempunyai rasa memiliki terhadap gamelan Jawa. Sehingga, peserta didik dapat menunjukkan identitasnya bahwa orang Jawa memiliki gamelan yang bernilai luhur yang patut dipertahankan. Mempertahankan tradisi dan budaya termasuk gamelan Jawa merupakan salah satu bentuk karakter mengenal dan menghargai budayanya. Mengenal dan menghargai budaya bangsa merupakan salah satu elemen karakter berkebhinnekaan global. (mn2/lis)

Guru Bahasa Jawa SMAN 1 Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya